Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia

Hong Kong, wilayah otonomi khusus di bawah China (Foto: Pexels/Jimmy Chan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hong Kong resmi merebut posisi Swiss sebagai pusat pengelolaan cross-border wealth atau kekayaan lintas perbatasan terbesar dunia, dua tahun lebih cepat dari proyeksi pasar.

Lompatan ini didorong pesatnya perkembangan pasar keuangan Hong Kong yang terus menciptakan dan menumbuhkan kekayaan, terutama dari arus dana China Daratan.

Baca juga:

Beijing Tersinggung, Menhan Filipina dan Keluarganya Diblacklist Masuk China Termasuk Hong Kong

Dikutip dari Laporan Kekayaan Global 2026 Boston Consulting Group (BCG), Sabtu (13/6), aset lintas perbatasan Hong Kong naik 10,7 persen pada 2025 menjadi 2,95 triliun dolar AS (setara Rp 53,1 kuadriliun).

Akselarasi Hong Kong 9%, Swiss Cuma 6%

BCG memproyeksikan kekayaan lintas perbatasan Hong Kong akan tumbuh sekitar 9 persen per tahun hingga 2030. Sebaliknya dilansir Antara, akselarasi Hong Kong ini lebih cepat dibanding Swiss yang hanya 6 persen.

Tren perpindahan kekayaan global senilai 83 triliun dolar AS dalam tiga dekade ke depan diperkirakan semakin memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat pengelolaan kekayaan dan perencanaan suksesi.

Baca juga:

Digitalisasi Perbankan jadi Kunci Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

Akselarasi ini juga diperkuat aktivitas IPO yang signifikan dan kenaikan saham-saham teknologi berbasis internet di Hong Kong.

Klien luar negeri kami cenderung memperluas bisnis keluarga mereka di Hong Kong setelah mendirikan family office di sini,

Anthony Lau, Pemimpin Deloitte China Tax & Business Advisory Hong Kong.

Family Office dan IPO Jadi Motor Penggerak

Data lokal menunjukkan lebih dari 3.380 family office tunggal (SFO) beroperasi di Hong Kong hingga akhir 2025, meningkat 25 persen dalam dua tahun.

Lingkungan investasi yang aman dan akses ke pasar global membuat Hong Kong semakin bernilai bagi investor di tengah ketegangan geopolitik,

kata Liu Yang, associate professor keuangan di Universitas Hong Kong.

Pemerintah Hong Kong juga mencatat hampir 3.600 permohonan New Capital Investment Entrant Scheme hingga April 2026, dengan potensi investasi mencapai 108 miliar dolar Hong Kong (sekitar Rp247 triliun).

Baca juga:

Ekonomi Global Goyang, Aksi Borong Barang Malah Bikin Rakyat Buntung

Sektor IPO turut memperkuat posisi Hong Kong. Sebanyak 119 IPO pada 2025 berhasil mengumpulkan dana 37,4 miliar dolar AS, menjadikan Hong Kong pasar penggalangan dana terbesar dunia.

“Family office dan individu dengan kekayaan tinggi menyuntikkan likuiditas yang dibutuhkan pasar modal Hong Kong untuk menarik pencatatan saham baru,” ujar Christopher Hui, Sekretaris Jasa Keuangan dan Perbendaharaan Hong Kong SAR. (*)

#Hong Kong #Swiss #Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Beredar konten yang menyebut Indonesia keluar dari keanggotaan World Bank. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Resmi Keluar dari Keanggotaan World Bank
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Independensi tidak boleh mengorbankan koordinasi antarlembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Bakom Tegaskan tak Ada Niat Menempatkan BI di Bawah Pemerintah
Indonesia
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
BI merupakan bank sentral yang wewenangnya bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak lain.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Ekonom Minta Pemerintah tak Intervensi BI, Indonesia Kembali ke Masa Purba
Indonesia
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
BI melaporkan ULN Indonesia triwulan II-2026 naik 4,4% yoy menjadi USD 453,4 miliar dengan rasio ULN terhadap PDB 30,6%.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Posisi Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi, Tembus Rp 8,09 Kuadriliun di Triwulan II-2026
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Bagikan