Profesionalisme Guru: Panggilan Etis Melawan Profesionalisme Legitimasi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 13 November 2025
Profesionalisme Guru: Panggilan Etis Melawan Profesionalisme Legitimasi

Ilustrasi. Foto: ANT/IST/NET

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Oleh: Odemus Bei Witono*


PROFESIONALISME guru merupakan sebuah topik perbincangan yang tak pernah usai, sebab menyentuh inti dari kualitas pendidikan dan masa depan suatu bangsa.

Definisi ideal dari profesionalisme yang demikian ternyata memiliki dualisme yang menarik, namun keduanya tetap bersepakat dalam satu hal fundamental: bahwa dia harus selalu menghubungkan pemahaman tentang benar dan salah dengan gagasan profesionalisme itu sendiri, menjadikannya sebuah isu berdimensi etis.

Dualisme inilah yang memicu kenyamanan dan ketidaknyamanan guru ketika label "profesional" dilekatkan pada pekerjaan mulia mereka.

Bagi sebagian besar guru yang telah mendedikasikan hidupnya, istilah profesional merupakan sebuah panggilan luhur yang menandakan adanya refleksi dan pemahaman mendalam tentang pengambilan tanggung jawab atas seluruh kegiatan belajar dan mengajar.

Baca juga:

Presiden Rehabilitasi 2 Guru SMA di Luwu Utara, Komisi II DPR: Kepala Daerah Jangan Asal Pecat Guru

Profesionalisme versi demikian didukung keterlibatan dan komitmen bertahun-tahun dalam pendidikan. Proses pengajaran bukan sekadar transfer ilmu, melainkan tindakan yang didasarkan serangkaian keyakinan dan pemahaman etika yang diartikulasikan secara jelas mengenai tujuan pendidikan itu sendiri.

Guru-guru ini melihat profesionalisme sebagai otonomi dan kewajiban moral untuk memberikan yang terbaik, mengedepankan inovasi, serta terus mengembangkan kompetensi mereka.

Namun, tidak sedikit pula guru yang merasakan ketidaknyamanan ketika istilah profesionalisme digunakan, karena mereka mengingat apa yang oleh Grace pada tahun 1987 disebut sebagai 'profesionalisme yang dilegitimasi' yang marak muncul sejak era 1930-an.

Baca juga:

Aksi Demo Guru Madrasah Tuntut Diangkat Jadi PPPK atau ASN

Profesionalisme jenis ini sering kali berfokus pada kontrol, birokrasi, dan pemenuhan syarat-syarat eksternal seperti sertifikasi dan kualifikasi formal, alih-alih pada kedalaman etika dan kualitas pedagogis.

Mereka merasa bahwa gagasan profesionalisme berpotensi mereduksi peran guru dari agen moral dan intelektual yang mandiri menjadi sekadar pelaksana teknis yang diukur berdasarkan kepatuhan administratif semata.

Tantangan Profesionalisme Guru di Era Modern

Tantangan dalam menerapkan profesionalisme guru di lapangan menjadi semakin kompleks di era modern ini, terutama ketika kita menghadapi tuntutan besar dari Era Milenial dan Era Globalisasi.

Guru kini dituntut melakukan pergeseran peran dari pengajar yang berpusat pada dirinya (teacher-centered) menjadi fasilitator dan kreator pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered), yang secara tegas diusung oleh kebijakan-kebijakan baru.

Perubahan semacam itu memerlukan adaptasi radikal, tidak hanya dalam metodologi mengajar, tetapi juga dalam pola pikir dan komitmen personal.

Selain perubahan peran, tuntutan untuk menguasai dan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) secara efektif juga menjadi tantangan hidup kinerja yang tidak bisa dihindari.

Baca Juga:

Memaknai Kunjungan Paus Agar Kreativitas Kaum Muda Gereja Terus Bergerak Maju

Pembelajaran kini diharapkan mampu berintegrasi dengan teknologi, menuntut guru terus belajar dan berinovasi agar dapat menyajikan materi relevan dan menarik bagi generasi digital, sehingga profesionalisme tidak hanya mencakup etika, tetapi juga literasi teknologi tinggi.

Sayangnya, tantangan struktural berupa kesenjangan kualitas dan fasilitas juga masih menjadi penghalang serius bagi banyak guru untuk mencapai profesionalisme ideal.

Keterbatasan sarana prasarana, kurangnya dukungan pengembangan karier yang memadai, dan beban administratif berlebihan sering kali menggerus energi guru, membuat mereka kesulitan untuk fokus pada esensi etis dan pedagogis dari profesi mereka.

Tugas Ganda Guru

Lebih jauh lagi, peran guru tidak melulu terbatas pada penyampaian materi pelajaran; mereka juga memikul tanggung jawab lebih berat, yaitu membentuk pribadi peserta didik agar dapat beretika, jujur, dan bertanggung jawab.

Tugas ganda tersebut menuntut totalitas pengabdian dan loyalitas yang melampaui deskripsi pekerjaan formal, yang menjadi penanda paling jelas dari profesionalisme berbasis etika yang sesungguhnya.

Maka, pertanyaan mendasar muncul: mengapa profesionalisme guru, khususnya yang berbasis pada etika dan refleksi mendalam, menjadi sangat dibutuhkan dalam konteks pendidikan sekarang?

Jawabannya terletak pada misi utama pendidikan itu sendiri, yaitu mewujudkan manusia seutuhnya, bukan sekadar mencetak tenaga kerja. Profesionalisme yang kuat memastikan bahwa tujuan pendidikan tidak tereduksi hanya pada nilai akademis semata, tetapi juga pada pembentukan karakter dan martabat manusia.

Baca juga:

Revolusi Pendidikan: Mengintegrasikan Humanisme dalam Era Digital

Kebutuhan akan profesionalisme yang kuat juga sangat penting untuk menghadapi krisis pembelajaran yang dilaporkan terjadi di banyak tempat. Di tengah isu penurunan kemampuan dasar siswa, guru profesional adalah kunci utama untuk pemulihan dan peningkatan mutu pendidikan, yang dampaknya jauh lebih besar daripada sekadar peningkatan anggaran atau pembangunan infrastruktur.

Selanjutnya, profesionalisme yang didukung pemahaman etika yang mendalam menjadi benteng bagi guru untuk menjaga otonomi dan kemandirian profesi di tengah tekanan birokrasi dan standardisasi yang ketat. Kemampuan guru untuk mempertahankan keputusan pedagogis terbaik yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan etika adalah esensi dari profesionalisme yang tidak bisa digantikan oleh regulasi eksternal manapun.

Pada akhirnya, profesionalisme guru yang sejati menjadi prasyarat untuk menghasilkan 'Agent/Leader of Change' di dalam masyarakat. Guru profesional yang menguasai ilmu, teknologi, dan etika merupakan "Pahlawan Tanpa Senjata" yang berperan vital dalam menghasilan generasi penerus yang cerdas, dan juga memiliki integritas, serta siap menghadapi kompleksitas serta tantangan abad ke dua puluh satu. (*)

Direktur Perkumpulan Strada Romo Odemus Bei Witono, SJ, M.M
Direktur Perkumpulan Strada Romo Odemus Bei Witono, SJ, M.M.

*Penulis adalah Direktur Perkumpulan Strada dan Pemerhati Pendidikan
Tulisan merupakan opini pribadi Romo Odemus Bei Witono, tidak mewakili padangan redaksi MerahPutih.com

#Romo Odemus Bei Witono #Guru #OPINI #Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Berencana Ambil Alih Pengangkatan Guru, DPR: Kesejahteraan Harus Naik
Komisi X DPR mendukung rencana Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ingin mengambil alih pengangkatan guru.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Berencana Ambil Alih Pengangkatan Guru, DPR: Kesejahteraan Harus Naik
Indonesia
SDM di Berbagai Institusi Bermasalah, Alasan Presiden Prabowo Bentuk URI
Pemerintah harus menyiapkan langkah yang konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
 SDM di Berbagai Institusi Bermasalah, Alasan Presiden Prabowo Bentuk URI
Indonesia
Pengangkatan Guru Kembali ke Pemerintah Pusat, Prabowo Janjikan Rekrut Dari Kampus Terbaik
Penyerahan kewenangan rekrutmen guru kepada pemerintah daerah menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga objektivitas dan kualitas tenaga pendidik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Pengangkatan Guru Kembali ke Pemerintah Pusat, Prabowo Janjikan Rekrut Dari Kampus Terbaik
Indonesia
Fakta Mengejutkan Skandal Video Viral Kepsek dan Guru SD Pekalongan, CCTV Sengaja Dipasang?
Penasaran dengan kelanjutan video viral kasus asusila kepsek dan guru SD di Pekalongan? Dindikbud Kabupaten Pekalongan sudah turun tangan. Cek fakta lengkap, motif CCTV, dan sanksi tegasnya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 09 September 2026
Fakta Mengejutkan Skandal Video Viral Kepsek dan Guru SD Pekalongan, CCTV Sengaja Dipasang?
Indonesia
Sekolah Rakyat Kediri Beri Kesempatan bagi Siswa Putus Sekolah
Melalui fasilitas gratis berbasis asrama, program ini mengembalikan motivasi belajar anak-anak dari keluarga prasejahtera menuju masa depan yang lebih baik.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Sekolah Rakyat Kediri Beri Kesempatan bagi Siswa Putus Sekolah
Indonesia
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa UBB untuk mendukung pendidikan dan mendorong regenerasi petani muda di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
Indonesia
DPR Desak Pengangkatan PNS Harus Utamakan Buat Guru, Termasuk Pengelola Perpustakaan
Terdapat rencana pengalihan lebih dari 230.000 PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. Selain itu sekitar 900.000 PPPK penuh waktu akan mengikuti proses seleksi pada awal tahun 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
DPR Desak Pengangkatan PNS Harus Utamakan Buat Guru, Termasuk Pengelola Perpustakaan
Indonesia
Legislator Ingatkan Finalisasi Status PPPK Harus Sejahterakan Guru
Kepastian status menjadi kebutuhan mendasar bagi para guru, terutama mereka yang telah mengabdi selama bertahun-tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Legislator Ingatkan Finalisasi Status PPPK Harus Sejahterakan Guru
Indonesia
Guru PPPK Dapat Jalur Pengembangan Karier, PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut CPNS 2027
Pemerintah memberi peluang guru PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. PPPK penuh waktu juga bisa mengikuti seleksi CPNS yang dibuka awal 2027.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Guru PPPK Dapat Jalur Pengembangan Karier, PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut CPNS 2027
Indonesia
Pemerintah Harus Prioritaskan Perubahan Status PPPK jadi ASN ke Guru di Wilayah Terpencil
Para guru yang berstatus sebagai PPPK telah memberikan kontribusi besar dalam menjalankan tugas pendidikan di berbagai daerah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Pemerintah Harus Prioritaskan Perubahan Status PPPK jadi ASN ke Guru di Wilayah Terpencil
Bagikan