Presiden Suriah: Pertempuran di Ghouta Timur Dilanjutkan

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 05 Maret 2018
Presiden Suriah: Pertempuran di Ghouta Timur Dilanjutkan

Kondisi Ghouta Timur. Foto: Philip Luther

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan bahwa pertempuran dengan pemberontak di pinggir Damaskus, Ghouta Timur, akan dilanjutkan seiring dengan warga sipil untuk pergi ke daerah yang dikuasai pemerintah.

Militer pemerintah sudah mengamankan 36 persen wilayah yang sempat dikuasi oleh gerilyawan. Bahsar juga mengutarakan bahwa mayoritas warga sipil ingin meninggalkan Ghouta menuju daerah yang dipunyai pemerintah.

Presiden Suriah tersebut menyatakan tak ada pertentangan antara menegakkan gencatan senjata di daerah itu untuk memungkinkan warga sipil pergi dan operasi militer terhadap "pelaku teror".

Bashar mengeluarkan pernyataan tersebut saat sebagian jeda kemanusiaan yang didukung Rusia telah berlangsung di Ghouta Timur untuk memungkinkan warga sipil meninggalkan daerah itu sejak pekan lalu, sementara operasi militer berlanjut setelah berakhirnya jeda kemanusiaan lima-jam setiap hari.

Belum ada warga sipil yang pergi dan belum ada rombongan kemanusiaan yang memasuki daerah tersebut, sementara pemerintah menuduh gerilyawan menghalangi warga sipil untuk pergi, demikian laporan Xinhua, seperti dikutip Antara, Senin (5/3)

Di dalam komentarnya pada Ahad, Bashar mengatakan jeda kemanusiaan yang diusulkan Rusia mememberi keseimbangan antara memberi ruang bagi kegiatan kemanusiaan dan mencapai sasaran menyerang "pelaku teror".

"Ini sebabnya mengapa kami harus melanjutkan operasi ini berbarengan dengan memberi warga sipil kesempatan untuk pergi ke daerah negara (yang dikuasai pemerintah)," katanya.

Ia memuji kemajuan yang dicapai oleh militer Suriah di daerah kantung yang dikuasai gerilyawan di sebelah timur Damaskus.

Sementara itu, Media Perang --sayap media militer Suriah-- mengatakan di dalam satu pernyataan pada Ahad malam bahwa pasukan Suriah telah membuat kemajuan penting di Ghouta Timur selama beberapa hari belakangan. Militer Suriah merebut banyak wilayah di bagian timur Ghouta Timur, dan mencapai bagian tengah wilayah tersebut.

Pasukan militer Suriah, katanya, telah merebut 38 kilometer persegi, atau 36 persen wilayah Ghouta Timur, yang diperkirakan memiliki luas 105 kilometer persegi.

Pasukan Suriah yang bergerak maju dari sisi timur berada hanya tiga kilometer dari satuan militer di bagian barat daerah kantung yang dikuasai gerilyawan itu.

Ketika kedua unit militer tersebut bertemu, Ghouta Timur akan terpecah jadi dua, kata pernyataan itu.

Sementara Bashar mengatakan bahwa operasi militer terhadap gerilyawan di Ghouta Timur --terutama terhadap Komite Pembebasan Levant, yang memiliki hubungan dengan Al-Qaida dan juga dikenal dengan nama Front An-Nusra, operasi kemanusiaan --yang telah terhambat selama beberapa hari belakangan-- diperkirakan berlanjut pada Senin.

PBB telah menyatakan badan dunia tersebut berencana mengirim bantuan kemanusiaan ke Kabupaten Doma, yang dikuasai gerilyawan di Ghouta Timur.

#Suriah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Presiden Prancis Macron Disambut Ledakan di Suriah, 18 Orang Terluka Termasuk 4 Polisi
Dua ledakan mengguncang Damaskus saat Presiden Prancis Emmanuel Macron berkunjung. 18 orang terluka, termasuk 4 polisi. Kunjungan tetap berlangsung sesuai jadwal.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Presiden Prancis Macron Disambut Ledakan di Suriah, 18 Orang Terluka Termasuk 4 Polisi
Indonesia
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Suriah, Dorong Gencatan Senjata dan Dialog Damai
Terlebih banyak korban warga sipil.
Frengky Aruan - Kamis, 17 Juli 2025
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Suriah, Dorong Gencatan Senjata dan Dialog Damai
Dunia
20 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Gereja Suriah
Saat serangan terjadi, misa sedang berlangsung di dalam gereja.
Dwi Astarini - Senin, 23 Juni 2025
20 Orang Tewas dalam Serangan Bom Bunuh Diri di Gereja Suriah
Indonesia
Bukti Pengakuan Dunia, Akhirnya Bendera Baru Suriah Berkibar di Markas PBB
Suriah telah resmi memiliki bendera baru
Wisnu Cipto - Sabtu, 26 April 2025
Bukti Pengakuan Dunia, Akhirnya Bendera Baru Suriah Berkibar di Markas PBB
Dunia
Operasi Militer di Basis Loyalis Assad Dinyatakan Selesai, Ribuan Tewas
Pemerintah Suriah mengumumkan berakhirnya operasi keamanan di wilayah pesisir barat.
Ikhsan Aryo Digdo - Senin, 10 Maret 2025
Operasi Militer di Basis Loyalis Assad Dinyatakan Selesai, Ribuan Tewas
Dunia
Israel Luncurkan Serangan Udara ke Suriah Selatan
Israel menginginkan Suriah diubah menjadi negara federal dengan daerah otonom.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Februari 2025
Israel Luncurkan Serangan Udara ke Suriah Selatan
Dunia
Uni Eropa Bahas Masa Depan Suriah Akhir Januari ini, Sanksi akan Dicabut
Uni Eropa sepakat untuk bertemu pada akhir Januari guna membahas pencabutan sanksi terhadap Suriah.
Ikhsan Aryo Digdo - Minggu, 12 Januari 2025
Uni Eropa Bahas Masa Depan Suriah Akhir Januari ini, Sanksi akan Dicabut
Dunia
Delegasi Suriah Kunjungi Arab Saudi, Pertama Kali Setelah Bashar al-Assad Digulingkan
Suriah ingin mempererat hubungan dengan Arab Saudi lewat kunjungan ini.
Ikhsan Aryo Digdo - Kamis, 02 Januari 2025
Delegasi Suriah Kunjungi Arab Saudi, Pertama Kali Setelah Bashar al-Assad Digulingkan
Dunia
Turkiye Sebut 31 Ribu Warga Suriah Telah Kembali ke Negaranya
Warga Suriah kembali ke negaranya sejak Bashar al-Assad jatuh pada 8 Desember.
Ikhsan Aryo Digdo - Sabtu, 28 Desember 2024
Turkiye Sebut 31 Ribu Warga Suriah Telah Kembali ke Negaranya
Dunia
Sempat Umumkan Kerahkan 900 Tentara, Pentagon Akui Kini ada 2.000 Pasukan AS di Suriah
Jumlah tersebut dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya.
Ikhsan Aryo Digdo - Jumat, 20 Desember 2024
Sempat Umumkan Kerahkan 900 Tentara, Pentagon Akui Kini ada 2.000 Pasukan AS di Suriah
Bagikan