MerahPutih.com - Bangsa Indonesia berduka atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, yang meninggal dunia pada usia 90 tahun di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Senin (2/3) pagi.
Sosok yang dikenal sebagai prajurit sejati dan negarawan ini meninggalkan jejak panjang dalam sejarah militer dan politik Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian Try Sutrisno. Sosok mantan seniornya di TNI itu memiliki arti penting bagi Presiden
“Saya mengenang beliau sebagai prajurit sejati dan pemimpin yang sederhana, tegas, serta mengutamakan Tanah Air di atas segalanya,” kata Prabowo, melalui unggahan di akun Instagram resminya, dikutip Senin (2/3).
Baca juga:
Prabowo Prosesi Pemakaman Militer Try Sutrisno
Prosesi pemakaman digelar secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Presiden Prabowo bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan apel persada dengan penuh khidmat.
“Saya Presiden Republik Indonesia, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada ibu pertiwi, jiwa raga dan jasa-jasa almarhum… Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua,” tutur Prabowo, saat upacara pemakaman di TMP Kalibata, dikutip Antara.
Prabowo juga mengeluarkan instruksi pemerintah mewajibkan semua kantor institusi negara pengibaran bendera setengah tiang selama tiga hari, 2–4 Maret 2026, serta penetapan Hari Berkabung Nasional.
Baca juga:
Jejak Pengabdian Try Sutrisno
Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993 sebelum diangkat menjadi Wakil Presiden RI periode 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto. Sebagai tokoh militer, dia dikenal tegas dan berkomitmen menjaga stabilitas nasional di masa transisi politik dan ekonomi.
Sepanjang hidupnya, Try Sutrisno pernah menerima 19 tanda kehormatan atas jasa dan pengabdiannya, baik dari dalam negeri maupun negara lain. khususnya di bidang kemiliteran. (*)