Prasasti Tangga Jamban Destinasi Unik di Kali Cisadane

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Rabu, 04 Januari 2017
Prasasti Tangga Jamban Destinasi Unik di Kali Cisadane

Tao Pekong Air Prasasti Tangga Jamban yang disulap menjadi dermaga Peh Cun (MP/Widi Hatmoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Wisata - Toa Pekong Air atau Prasasti Tangga Jamban di pinggir Kali Cisadane, tepatnya di Kampung Kali Pasir, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang awalnya adalah tempat yang digunakan sebagai mandi cuci dan kakus (MCK) warga sekitar bantaran Kali tersebut.

Namun saat tempat ini sekarang sudah disulap menjadi dermaga perahu-perahu kecil para pengais rezeki di kali yang membelah Kota Tangerang tersebut. Dermaga ini diberi nama Dermaga Peh Cun. Kata Peh Cun sendiri diambil dari nama salah satu upacara perayaan warga peranakan Tionghoa Tangerang atau dikenal dengan sebutan warga Cina Benteng, setiap setahun sekali.

Seorang pedagang buah menjajakan dagangannya di depan Tao Peking Air Prasasti Tangga Jamban (MP/Widi Hatmoko)

Lokasi ini juga menjadi salah satu potensi destinasi wisata yang dimiliki oleh Kota Tangerang. Karena, setiap tahun kawasan ini juga selalu dipadati oleh ribuan warga, baik dari Kota Tangerang maupun luar daerah tersebut yang ingin menyaksikan perayaan Peh Cun dan lomba perahu naga.

Ading (45), salah seorang pengais rezeki yang setiap hari memangkalkan perahunya di Dermaga Peh Cun mengungkapkan, beralihfungsinya Tao Pekong Air atau Prasasti Tangga Jamban menjadi dermaga adalah pada tahun 2005. "Kalau dulu ini kan buat tempat mandi cuci kakus warga sini. Tapi sekarang jadi Dermaga Peh Cun," ujar Ading kepada merahputih.com.

Kawasan ini juga saat ini menjadi salah satu pilihan para pedagang kaki lima untuk menjajakan dagangannya. Mulai dari berjualan kuliner, aksesiris sampai buah-buahan. Dengan beralihfungsinya MCK menjadi dermaga perahu ini, selain mengubah pola hidup masyarakat yang menggantungkan tempat ini sebagai MCK, juga mendatangkan rezeki, baik dari para penyewa perahu maupun pedagang kaki lima yang ada di lokasi tersebut.

Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin melihat upacara Peh Cun dan lomba perahu naga dalam perayaan tersebut, di sekitar bantaran kali tersebut juga dibangun Flying Deck.

#Kali Cisadane #Perayaan Peh Cun #Kota Tangerang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menteri KLH Tegaskan Imbauan Jangan Konsumsi Ikan Cisadane Masih Berlaku
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta masyarakat untuk sementara waktu tetap tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane
Wisnu Cipto - Senin, 16 Maret 2026
Menteri KLH Tegaskan Imbauan Jangan Konsumsi Ikan Cisadane Masih Berlaku
Berita
Kota Tangerang Masih Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Ingatkan Calon Pemudik untuk Pindahkan Barang Elektronik
"Kami imbau barang elektronik untuk disimpan pada tempat yang aman, mencegah terendam banjir mendadak," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar.
Frengky Aruan - Senin, 16 Maret 2026
Kota Tangerang Masih Berstatus Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Ingatkan Calon Pemudik untuk Pindahkan Barang Elektronik
Indonesia
Menteri KLH Akui Labnya Kurang Lengkap, Hasil Pencemaran Cisadane Tunggu dari Kementan
Hanif menjelaskan Kementerian Lingkungan Hidup sendiri belum memiliki laboratorium untuk secara lengkap menangkap parameter cemaran terkait pestisida.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Februari 2026
Menteri KLH Akui Labnya Kurang Lengkap, Hasil Pencemaran Cisadane Tunggu dari Kementan
Indonesia
Ternyata Gudang Pestisida Pencemar Sungai Cisadane Tidak Punya IPAL. Kok Bisa?
Gudang penyimpanan pestisida milik PT BS di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD, Tangsel itu, tidak memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL).
Wisnu Cipto - Jumat, 13 Februari 2026
Ternyata Gudang Pestisida Pencemar Sungai Cisadane Tidak Punya IPAL. Kok Bisa?
Indonesia
Sungai Cisadane Butuh 2 Pekan untuk Benar-Benar Bersih dari Kontaminasi Pestisida
Pemerintah pusat hingga daerah turun langsung menangani kasus pencemaran kimia di Sungai Cisadane akibat insiden kebakaran pabrik pestisida.
Wisnu Cipto - Kamis, 12 Februari 2026
Sungai Cisadane Butuh 2 Pekan untuk Benar-Benar Bersih dari Kontaminasi Pestisida
Indonesia
Warga Kota Tangerang Jangan Sampai Lewat, Ada 8 Paket Diskon Pajak PBB-P2 dan BPHTB
Program diskon pajak PBB-P2 dan BPHTB berlaku mulai 19 Januari hingga 31 Maret 2026 bagian dari perayaan HUT ke-33 Kota Tangerang
Wisnu Cipto - Rabu, 21 Januari 2026
Warga Kota Tangerang Jangan Sampai Lewat, Ada 8 Paket Diskon Pajak PBB-P2 dan BPHTB
Indonesia
Cuaca Ekstrem seperti Fenomena Hujan Es Masih Berpotensi Terjadi di Tangerang Raya Tiga Hari Ke Depan
Hal ini seperti disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II, Hartanto.
Frengky Aruan - Sabtu, 01 November 2025
Cuaca Ekstrem seperti Fenomena Hujan Es Masih Berpotensi Terjadi di Tangerang Raya Tiga Hari Ke Depan
Berita
Banjir di Sebagian Besar Pemukiman dan Jalan Umum di Kota Tangerang Berangsur Surut
Demikian dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Banten.
Frengky Aruan - Senin, 07 Juli 2025
Banjir di Sebagian Besar Pemukiman dan Jalan Umum di Kota Tangerang Berangsur Surut
Indonesia
Sungai Cisadane Meluap, Berbagai Pintu Air Dibuka Buat Mempercepat Surutnya Air
Secara penanganan luapan Sungai Cisadane atas kiriman dari Bogor, petugas sudah membuka beberapa Pintu Air 10 untuk mempercepat proses surutnya air.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Maret 2025
Sungai Cisadane Meluap, Berbagai Pintu Air Dibuka Buat Mempercepat Surutnya Air
Indonesia
Gara-Gara BMKG, Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Tangerang Diperpanjang Sampai Maret
Kota Tangerang memperpanjang status siaga darurat bencana Hidrometeorologi hingga 11 Maret 2025.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Februari 2025
Gara-Gara BMKG, Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Tangerang Diperpanjang Sampai Maret
Bagikan