Merahputih.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan pengerahan armada angkatan laut besar-besaran, termasuk kapal induk Charles de Gaulle, ke wilayah Selat Hormuz dan Laut Merah guna menjamin keamanan navigasi kapal komersial pasca-meredanya fase intens konflik di Timur Tengah.
Langkah strategis ini bertujuan memulihkan lalu lintas maritim di rute utama pengiriman minyak dan gas global yang sempat terganggu oleh ketegangan regional.
Baca juga:
3 ABK WNI Hilang Usai Kapal Terbakar di Selat Hormuz, DPR Desak Pemerintah Maksimalkan Pencarian
Misi Defensif dan Pengawalan Energi
Dalam kunjungannya ke Siprus Yunani, Macron menegaskan bahwa operasi tersebut bersifat "murni defensif" dan berfokus pada stabilitas ekonomi dunia melalui kelancaran arus energi. Kehadiran militer Prancis ini menjadi jawaban atas kekhawatiran global mengenai keamanan di titik-titik krusial pelayaran internasional.
"Secara total, kehadiran Prancis, yang akan dikerahkan dari Mediterania timur, di Laut Merah dan tepatnya di lepas pantai Hormuz, akan mengerahkan delapan fregat, dua kapal induk helikopter amfibi, dan kapal induk kami," ujar Macron.
Komitmen Jangka Panjang Uni Eropa
Selain pengerahan armada mandiri, Prancis memperkuat komitmennya terhadap keamanan kolektif Eropa. Macron memastikan dukungan terhadap Operasi Aspides, sebuah misi maritim bentukan Uni Eropa yang telah berjalan sejak 2024 untuk melindungi pelayaran di Laut Merah.
"Prancis akan menyumbangkan dua fregat dalam jangka panjang untuk Operasi Aspides demi melindungi pelayaran komersial," tambah Macron.
Baca juga:
Nasib WNI ABK Kapal yang Meledak di Selat Hormuz, Alami Luka Bakar Parah
Kapal induk Charles de Gaulle yang saat ini berada di dekat Pulau Kreta, Yunani, dipastikan akan memimpin pergerakan armada ini menuju perairan Timur Tengah.
| Jenis Armada | Jumlah/Nama Kapal | Lokasi Penempatan |
| Kapal Induk | Charles de Gaulle | Mediterania Timur ke Hormuz |
| Kapal Induk Helikopter | 2 Unit Amfibi | Laut Merah & Selat Hormuz |
| Kapal Fregat | 8 Unit | Jalur Mediterania - Hormuz |
| Kontribusi Aspides | 2 Unit Fregat | Laut Merah (Jangka Panjang) |
| Status Misi | Defensif / Keamanan Maritim | Selat Hormuz & Sekitarnya |