Pramono Bakal Pasang Pemantau Kesehatan Udara 4 Km dari RDF Rorotan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan, pihaknya akan memasang pemantau kesehatan udara di jarak 4 kilometer (km) dari pengolahan sampah Refuse Derived (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara.
Hal ini merupakan kesepakatan antara masyarakat di sekitar RDF Rorotan dengan Pemerintah DKI Jakarta.
"Kami sepakat bahwa di sekitar 4-5 kilo dari tempat ini dipasang pemantau kesehatan udara," kata Pramono saat mengunjungi RDF Rorotan.
Pramono mengatakan, alat pemantau kesehatan udara tersebut dipasang bertujuan untuk pengukuran sampel polusi udara dari hasil pengolahan sampah RDF Rorotan dengan kualitas udara dari kendaraan bermotor.
Baca juga:
Bau Sampah Masih Ganggu Warga, DPRD DKI Minta Pengelola Sampah RDF Rorotan Dihentikan
"Tentunya kita bisa membandingkan kualitas udara yang karena dampak dari RDF ini atau kualitas udara yang memang karena asap mobil, motor, dan sebagainya," ucapnya.
Tak lupa, politikus PDI Perjuangan meminta maaf kepada masyarakat yang terganggu akibat bau yang menyengat disebabkan dari pengolahan sampah RDF Rorotan.
"Sudah saya putuskan, siapapun baik itu anak umur berapapun, termasuk dewasa dan sebagainya, yang sekarang ini terdampak karena kemarin, kesalahan kami dan saya sudah minta maaf untuk itu," tuturnya.
Baca juga:
Tinjau RDF Plant Rorotan, Wagub Rano Klaim Sudah Tidak Bau Lagi
Maka lantas, kata Pramono, Pemda DKI bertanggung jawab atas kesehatan warganya dengan terus melakukan perbaikan kualitas pengolahan agar bau yang tak sedap dari RDF Rorotan ini tak lagi mengganggu kesehatan masyarakat.
"Pemerintah Jakarta bertanggung jawab untuk kesehatannya," tutup Sekretaris Kabinet era Presiden Jokowi itu. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Menuju IPO, Pramono Tekankan Work Smart dan Budaya Transparansi di Bank Jakarta
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan