Menuju IPO, Pramono Tekankan Work Smart dan Budaya Transparansi di Bank Jakarta

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Menuju IPO, Pramono Tekankan Work Smart dan Budaya Transparansi di Bank Jakarta

Gubernur Jakarta Pramono Anung. (foto: dok Bank Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyoroti pentingnya membangun teamwork yang efektif di tubuh Bank Jakarta. Ia mendorong jajaran manajemen dan karyawan untuk menerapkan pola kerja work smart, bukan sekadar work hard, mengingat industri perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, serta kecermatan dalam pengambilan keputusan.

“Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, enggak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” ujar Pramono saat memberikan sambutan dalam rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman Podomoro City, Jakarta Barat, Kamis (22/1).

Pramono menilai teamwork yang bekerja secara cerdas, disiplin, dan didukung kultur organisasi yang kuat akan menjadi titik awal perubahan cara kerja Bank Jakarta. Dengan fondasi tersebut, proses pengambilan keputusan diyakini dapat berjalan lebih transparan.

“Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.

Selain teamwork, Pramono menegaskan pentingnya pembangunan corporate culture sebagai fondasi utama Bank Jakarta dalam mempersiapkan diri menuju bank terbuka atau initial public offering (IPO).

Menurutnya, corporate culture harus dibentuk sejak sekarang dan menjadi budaya kerja yang melekat pada seluruh insan Bank Jakarta. Budaya kerja yang kuat akan menentukan arah dan kualitas kinerja bank ke depan, terutama saat bertransformasi menjadi perusahaan publik.

“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan sudah menjadi bagian inheren dari perusahaan,” kata Pramono.

Baca juga:

Dana Rp 1 Triliun Tersalur Tepat Waktu, Bank Jakarta Siap Perluas Pembiayaan

Pramono juga meminta Bank Jakarta mengedepankan profesionalisme, peningkatan efisiensi, serta pemangkasan birokrasi. Ia menegaskan, birokrasi berlebihan tidak boleh tumbuh di entitas bisnis karena berpotensi menurunkan daya saing dan kepercayaan publik.

“Kalau orang datang ke Bank Jakarta lalu melihat birokrasinya panjang, perusahaan tidak akan dianggap menjanjikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa kunci utama dunia usaha adalah trust atau kepercayaan. Ia berharap Bank Jakarta tidak hanya mengandalkan Pemprov Jakarta sebagai nasabah utama, tetapi mampu membangun kepercayaan publik secara luas.

“Kalau trust sudah terbangun, nasabah utamanya bukan lagi hanya Pemprov DKI, tetapi publik,” tuturnya.

Pramono berharap nilai teamwork, transparansi, debirokratisasi, dan kemampuan problem solving menjadi bagian tak terpisahkan dari corporate culture Bank Jakarta. Ia optimistis, jika dijalankan secara konsisten, Bank Jakarta dapat melantai di bursa pada tahun depan.

“Saya yakin mudah-mudahan di tahun depan Bank Jakarta sudah IPO, sudah menjadi milik publik, dipercaya publik, dan yang paling penting teamwork di Bank Jakarta semakin solid dan berorientasi memberi kontribusi bagi Jakarta,” tutupnya.

Baca juga:

Kolaborasi Bank Jakarta–Visa, Pramono Anung: Siap Dipakai di Seluruh Dunia

Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menegaskan kesiapan manajemen untuk menindaklanjuti penguatan corporate culture dan persiapan IPO.

Agus mengungkapkan, Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dieksekusi sepanjang 2026 guna memperkuat fundamental dan meningkatkan kepercayaan investor.

“Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026,” ujar Agus.

Infrastruktur TI dan Data Center Baru

Inisiatif pertama adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang lebih andal, termasuk pengembangan dua data center modern dan resilient, perbaikan aplikasi inti, serta penguatan sistem keamanan siber. Proyek ini ditargetkan rampung pada September 2026.

Mobile Banking Generasi Baru

Inisiatif kedua menyasar pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru yang dirancang lebih andal, aman, cepat, mudah digunakan, efisien secara biaya, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta. Aplikasi ini ditargetkan live pada Juni 2026, sesuai ketentuan regulator.

Produk Kartu Kredit Bank Jakarta

Inisiatif ketiga difokuskan pada penguatan portofolio produk melalui peluncuran Kartu Kredit Bank Jakarta, yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah.

“Kami juga tengah mempersiapkan produk Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi revenue pool baru,” pungkas Agus. (Asp)

#Pramono Anung #Bank Jakarta #BUMD
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mencicipi segelas kopi saat mengunjungi pameran Indonesia Coffee Expo 2026 di JICC, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
Pecinta Kopi Berburu Cita Rasa Khas Nusantara di Indonesia Coffee Expo 2026
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Tarif Flat Rp 5.000 untuk LRT Jakarta Velodrome-Manggarai
Ditargetkan, jumlah penumpang rute tersebut pada tahap awal pengoperasian mencapai 60.000–80.000 orang per hari.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Tarif Flat Rp 5.000 untuk LRT Jakarta Velodrome-Manggarai
Indonesia
457 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama Juli-Agustus 2026, Korsleting Seringkali Jadi Penyebab
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap 457 kebakaran terjadi di Jakarta selama Juli-Agustus 2026. Korsleting listrik menjadi penyebab dominan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
457 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama Juli-Agustus 2026, Korsleting Seringkali Jadi Penyebab
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Ketentuan KTP DKI Jakarta tersebut berlaku khusus bagi pendaftar program padat karya, bukan larangan untuk seluruh warga KTP non-DKI untuk bekerja di Jakarta.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Gubernur Pramono Anung Larang Warga Non-DKI Kerja di Jakarta
Indonesia
Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan hingga Rp 500 Juta untuk 100 Pedagang Pasar Kramat Jati
Bank Jakarta memberikan akses modal hingga Rp 500 juta bagi pedagang Pasar Kramat Jati.
Soffi Amira - Selasa, 01 September 2026
Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan hingga Rp 500 Juta untuk 100 Pedagang Pasar Kramat Jati
Indonesia
Pramono Minta Disdik Cek Ulang Mahasiswa yang tak lagi Dapat KJMU akibat Perubahan Desil
Pramono menyebut ada enam mahasiswa yang tidak lagi mendapatkan KJMU.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Pramono Minta Disdik Cek Ulang Mahasiswa yang tak lagi Dapat KJMU akibat Perubahan Desil
Indonesia
Perkuat UMKM, 100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta
Sebanyak 100 pedagang Pasar Induk Kramat Jati mendapat akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta dengan plafon pembiayaan hingga Rp 500 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Perkuat UMKM, 100 Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Akses KUR dan Non-KUR Bank Jakarta
Indonesia
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah per hari. Gerakan pilah sampah naik menjadi 23,14 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Indonesia
Tarif TransBandara Blok M-Bandara Soetta Jadi Rp 15 Ribu, Naik dari Rp 3.500
Tarif TransBandara Rp 15.000 ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 685 Tahun 2026.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Tarif TransBandara Blok M-Bandara Soetta Jadi Rp 15 Ribu, Naik dari Rp 3.500
Indonesia
Isu CCTV Jakarta Dimatikan saat Demo 27 Agustus 2026, Pramono Buka Suara
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah CCTV dimatikan saat demo 27 Agustus 2026 lalu.
Soffi Amira - Senin, 31 Agustus 2026
Isu CCTV Jakarta Dimatikan saat Demo 27 Agustus 2026, Pramono Buka Suara
Bagikan