Menuju IPO, Pramono Tekankan Work Smart dan Budaya Transparansi di Bank Jakarta
Gubernur Jakarta Pramono Anung. (foto: dok Bank Jakarta)
MerahPutih.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung menyoroti pentingnya membangun teamwork yang efektif di tubuh Bank Jakarta. Ia mendorong jajaran manajemen dan karyawan untuk menerapkan pola kerja work smart, bukan sekadar work hard, mengingat industri perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, serta kecermatan dalam pengambilan keputusan.
“Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, enggak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” ujar Pramono saat memberikan sambutan dalam rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman Podomoro City, Jakarta Barat, Kamis (22/1).
Pramono menilai teamwork yang bekerja secara cerdas, disiplin, dan didukung kultur organisasi yang kuat akan menjadi titik awal perubahan cara kerja Bank Jakarta. Dengan fondasi tersebut, proses pengambilan keputusan diyakini dapat berjalan lebih transparan.
“Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.
Selain teamwork, Pramono menegaskan pentingnya pembangunan corporate culture sebagai fondasi utama Bank Jakarta dalam mempersiapkan diri menuju bank terbuka atau initial public offering (IPO).
Menurutnya, corporate culture harus dibentuk sejak sekarang dan menjadi budaya kerja yang melekat pada seluruh insan Bank Jakarta. Budaya kerja yang kuat akan menentukan arah dan kualitas kinerja bank ke depan, terutama saat bertransformasi menjadi perusahaan publik.
“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan sudah menjadi bagian inheren dari perusahaan,” kata Pramono.
Baca juga:
Dana Rp 1 Triliun Tersalur Tepat Waktu, Bank Jakarta Siap Perluas Pembiayaan
Pramono juga meminta Bank Jakarta mengedepankan profesionalisme, peningkatan efisiensi, serta pemangkasan birokrasi. Ia menegaskan, birokrasi berlebihan tidak boleh tumbuh di entitas bisnis karena berpotensi menurunkan daya saing dan kepercayaan publik.
“Kalau orang datang ke Bank Jakarta lalu melihat birokrasinya panjang, perusahaan tidak akan dianggap menjanjikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa kunci utama dunia usaha adalah trust atau kepercayaan. Ia berharap Bank Jakarta tidak hanya mengandalkan Pemprov Jakarta sebagai nasabah utama, tetapi mampu membangun kepercayaan publik secara luas.
“Kalau trust sudah terbangun, nasabah utamanya bukan lagi hanya Pemprov DKI, tetapi publik,” tuturnya.
Pramono berharap nilai teamwork, transparansi, debirokratisasi, dan kemampuan problem solving menjadi bagian tak terpisahkan dari corporate culture Bank Jakarta. Ia optimistis, jika dijalankan secara konsisten, Bank Jakarta dapat melantai di bursa pada tahun depan.
“Saya yakin mudah-mudahan di tahun depan Bank Jakarta sudah IPO, sudah menjadi milik publik, dipercaya publik, dan yang paling penting teamwork di Bank Jakarta semakin solid dan berorientasi memberi kontribusi bagi Jakarta,” tutupnya.
Baca juga:
Kolaborasi Bank Jakarta–Visa, Pramono Anung: Siap Dipakai di Seluruh Dunia
Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menegaskan kesiapan manajemen untuk menindaklanjuti penguatan corporate culture dan persiapan IPO.
Agus mengungkapkan, Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dieksekusi sepanjang 2026 guna memperkuat fundamental dan meningkatkan kepercayaan investor.
“Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026,” ujar Agus.
Infrastruktur TI dan Data Center Baru
Inisiatif pertama adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang lebih andal, termasuk pengembangan dua data center modern dan resilient, perbaikan aplikasi inti, serta penguatan sistem keamanan siber. Proyek ini ditargetkan rampung pada September 2026.
Mobile Banking Generasi Baru
Inisiatif kedua menyasar pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru yang dirancang lebih andal, aman, cepat, mudah digunakan, efisien secara biaya, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta. Aplikasi ini ditargetkan live pada Juni 2026, sesuai ketentuan regulator.
Produk Kartu Kredit Bank Jakarta
Inisiatif ketiga difokuskan pada penguatan portofolio produk melalui peluncuran Kartu Kredit Bank Jakarta, yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah.
“Kami juga tengah mempersiapkan produk Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi revenue pool baru,” pungkas Agus. (Asp)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Menuju IPO, Pramono Tekankan Work Smart dan Budaya Transparansi di Bank Jakarta
Pramono Minta BMKG Tak Hanya Fokus Jakarta, OMC Diperluas ke Tangerang-Bekasi
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Jakarta Siaga Cuaca Ekstrem, Pramono Siapkan Kebijakan WFH dan PJJ
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Transjabodetabek Bakal Tembus Bandara Soetta, Pramono: Saya Yakin akan Ramai
Pemprov DKI Mulai Bangun Giant Sea Wall September 2026