Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, DPR RI Tolak Program UNIFIL Dihentikan

Frengky AruanFrengky Aruan - Minggu, 26 April 2026
Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, DPR RI Tolak Program UNIFIL Dihentikan

Pasukan Perdamaian TNI yang bertugas di Lebanon / dok Puspen TNI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menyoroti insiden gugurnya prajurit TNI Praka Rico Pramudia. Rico menambah daftar prajurit TNI yang tewas di Lebanon dalam misi perdamaian dunia.

Dia mengingatkan pemerintah untuk tidak bersikap reaktif menarik seluruh pasukan dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) usai gugurnya prajurit akibat serangan keji Israel.

Menurut dia, kehadiran prajurit di UNIFIL merupakan instrumen penting diplomasi pertahanan Indonesia.

Pengiriman pasukan bahkan sebagai amanat konstitusi yang memerintahkan Indonesia terlibat dalam misi perdamaian dunia.

"Karena kehadiran kita di sana merupakan instrumen penting diplomasi pertahanan, legitimasi global, sekaligus implementasi amanat konstitusi," kata Amelia dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (26/4).

Baca juga:

Gugurnya Praka Rico di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi UNIFIL

Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini menekankan keselamatan prajurit dalam wilayah konflik memang tidak bisa dinegosiasi. Karena itu, kata dia, pemerintah harus melakulan evaluasi menyeluruh dengan tiga fokus utama.

Pertama, peningkatan penguatan perlindungan terhadap prajurit dengan berbasis ancaman aktual.

Artinya, perlindungan prajurit harus disesuaikan dengan eskalasi konflik, termasuk penguatan perlindungan kendaraan, sistem deteksi dini, dan dukungan intelijen real-time.

Kedua, renegosiasi operasional dalam kerangka PBB. Menurutnya, Indonesia harus mendorong penyesuaian rules of engagement dan mandat taktis agar prajurit tidak berada dalam posisi pasif di tengah ancaman yang semakin asimetris.

"Ketiga, audit menyeluruh terhadap kesiapan misi mulai dari pre-deployment training, interoperabilitas dengan pasukan multinasional, hingga sistem komando dan kendali di lapangan," kata dia.

Wakil Rakyat asal Dapil Jawa Tengah (Jateng) VII ini berharap ke depan setiap penugasan harus berbasis prinsip, menyelesaikan misi tanpa harus mengorbankan keselamatan pasukan.

Bagi dia, Indonesia tetap berkomitmen pada perdamaian dunia. Namun, Amelia meminta negara wajib memastikan bahwa setiap prajurit yang dikirim bukan hanya membawa mandat, melainkan juga dilindungi oleh sistem keamanan terbaik yang bisa disediakan negara.

"Jadi, bukan mundur dari medan tugas, tetapi memastikan negara hadir penuh dalam melindungi setiap prajuritnya," tegas Amelia. (Knu)

#UNIFIL #Lebanon #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Indonesia
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Pengungkapan fakta secara utuh sangat penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Ketidakpastian kepemimpinan bank sentral dinilai berpotensi memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Indonesia
Cegah Konflik Horizontal, DPR Minta Pemerintah Libatkan Ormas
Jatuhnya korban jiwa dalam konflik horisontal yang terjadi menjadi indikator bahwa mekanisme resolusi konflik di tingkat masyarakat masih perlu diperkuat.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Cegah Konflik Horizontal, DPR Minta Pemerintah Libatkan Ormas
Indonesia
DPR Minta Penyelidikan Kematian Sutrimo Diusut Tuntas
Jika ada indikasi tindak pidana, seret pelakunya ke proses hukum tanpa kompromi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
DPR Minta Penyelidikan Kematian Sutrimo Diusut Tuntas
Indonesia
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Ganjar Pranowo merespons rencana Kaesang Pangarep yang maju di Pileg Solo 2029. Ia mengatakan, siapa pun boleh maju.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Indonesia
ICW Wanti-Wanti DPR: Penunjukan PAW Anggota Ombudsman Harus Transparan dan Akuntabel
ICW meminta DPR berpegang pada hasil seleksi yang telah dilakukan sebelumnya serta mengutamakan integritas calon.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
ICW Wanti-Wanti DPR: Penunjukan PAW Anggota Ombudsman Harus Transparan dan Akuntabel
Indonesia
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Masih banyak korban yang memilih diam karena takut kepada pelaku, merasa malu, mendapat ancaman, tidak dipercaya, atau khawatir justru disalahkan ketika melapor.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Indonesia
Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN Terungkap, Sebut Dasco Paling Tahu
Nanik S Deyang mengungkapkan alasan mengapa dirinya mundur dari Kepala BGN. Ia mengatakan, bahwa Sufmi Dasco Ahmad paling tahu.
Soffi Amira - Kamis, 23 Juli 2026
Alasan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN Terungkap, Sebut Dasco Paling Tahu
Indonesia
RUU LLAJ Jadi Usul Inisiatif DPR, PKB Tuntut Sanksi Tegas bagi Pemilik ODOL
Selama ini, beban sanksi hukum kerap kali ditimpakan sepenuhnya kepada pengemudi atau sopir truk di lapangan.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
RUU LLAJ Jadi Usul Inisiatif DPR, PKB Tuntut Sanksi Tegas bagi Pemilik ODOL
Bagikan