MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, membantah program makan bergizi gratis (MBG) sebagai pemborosan anggaran.
"Padahal, saudara-saudara, uang ini adalah hasil penghematan," ujar Prabowo dalam peresmian 1.079 SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2).
Prabowo mengatakan, anggaran itu dihemat agar tak digunakan untuk kegiatan yang menurutnya tidak penting. Dia mengatakan uang tersebut akan dikorupsi jika tak dihemat.
"Hasil efisiensi dari anggaran yang saya dan tim saya yakin kalau tidak kita hemat uang ini akan dimakan oleh korupsi, akan dihabiskan untuk memperkaya oknum-oknum pribadi," ujarnya.
Baca juga:
Perkuat Program MBG, Prabowo Resmikan SPPG Polri di Palmerah
Ia juga menyindir praktik penggelembungan anggaran yang kerap terjadi.
Menurutnya, budaya menghabiskan anggaran, menggelembungkan anggaran, melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif, tidak ada manfaatnya bagi bangsa, negara, serta rakyat.
"Rapat-rapat di hotel di luar kota, seminar-seminar, konferensi-konferensi, kunjungan-kunjungan yang tidak bermanfaat. Rakyat ditipu, rakyat dibohongi, ini yang kita hemat, kita alihkan untuk hal seperti ini," ucapnya.
Saat ini, sudah ada 75 negara yang memiliki program serupa seperti MBG. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang.
Baca juga:
Prabowo: Program MBG Setara 10 Kali Penduduk Singapura Tiap Hari
Prabowo juga mengungkap alasan tetap melaksanakan MBG, karena mendapatkan data sebagian anak Indonesia mengalami kekurangan gizi atau stunting.
"Stunting waktu itu 25 persen dari anak-anak kita. Kita tidak bisa dengan teori, program indah. Akhirnya saya belajar dari pengalaman bangsa lain bahwa memang satu satunya jalan adalah intervensi langsung dari pemerintah," tutup Prabowo. (knu)