Prabowo dan Presiden Belarus Luncurkan Peta Jalan Kerja Sama 2026–2030, Fokus Pangan hingga Pertahanan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 02 Juli 2026
Prabowo dan Presiden Belarus Luncurkan Peta Jalan Kerja Sama 2026–2030, Fokus Pangan hingga Pertahanan

- Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko. (Foto: Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden Alexander Lukashenko resmi meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai landasan untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Peluncuran tersebut bertepatan dengan kunjungan resmi Lukashenko ke Indonesia yang sekaligus menjadi kunjungan balasan atas lawatan Prabowo ke Minsk pada Juli tahun lalu.

Dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan, Prabowo menegaskan bahwa peluncuran peta jalan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dan Belarus untuk membangun kerja sama yang lebih terarah, konkret, dan saling menguntungkan di berbagai sektor strategis.

Hari ini kedua negara telah meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 yang akan menjadi kerangka bagi pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan. Peta jalan ini mencerminkan komitmen bersama untuk kerja sama yang lebih terarah dan konkret,

Presiden RI, Prabowo Subianto.

Perkuat kerja sama politik, ekonomi, hingga ketahanan pangan

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat kemitraan di bidang politik, ekonomi, perdagangan, industri, ketahanan pangan, serta pembangunan sumber daya manusia.

Prabowo mengatakan Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi di sektor ketahanan pangan. Penguatan kerja sama akan dilakukan melalui pengembangan pertanian modern, penyediaan pupuk, teknologi pertanian, hingga alat berat guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Di bidang ekonomi, kedua negara sepakat memperluas kemitraan yang mendukung agenda pembangunan nasional masing-masing. Kerja sama akan mencakup pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta pengembangan teknologi.

Baca juga:

Presiden Belarus Yakin Putin Tidak Minta Bantuan Korut Buat Bantu Perang di Ukraina

Indonesia percepat ratifikasi I–EAEU FTA

Pada sektor perdagangan, Prabowo mengapresiasi Belarus yang telah menyelesaikan proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA).

Ia menyampaikan bahwa Indonesia juga tengah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Selain meluncurkan peta jalan kerja sama, komitmen penguatan hubungan bilateral juga diwujudkan melalui penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama oleh delegasi Indonesia dan Belarus.

Kesepakatan tersebut meliputi kerja sama di bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, jasa keuangan, hingga pertahanan.

"Saya berharap kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi manfaat nyata dalam waktu dekat bagi kedua negara," kata Prabowo.

Baca juga:

Presiden Prabowo Sambut Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka

Belarus siap dukung ketahanan pangan Indonesia

Sementara itu, Lukashenko menegaskan Belarus siap mendukung implementasi Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030. Menurutnya, Indonesia merupakan mitra ekonomi penting Belarus di kawasan Asia Tenggara.

Ia juga menilai kerja sama di bidang ketahanan pangan menjadi salah satu agenda strategis karena sejalan dengan upaya kedua negara memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Menurutnya, Indonesia dan Belarus memiliki potensi yang saling melengkapi di sektor tersebut.

Belarus siap memberikan sumbangannya kepada Indonesia dalam persoalan ini (pangan), terlebih lagi untuk memberikan kebutuhan pangan. Kami siap menyalurkan pupuk lebih besar lagi, alat-alat pertanian, teknik-teknik pertanian, dan sebagainya,

Presiden Belarus, Alexander Lukashenko.

(Pon)

#Hubungan Bilateral #Belarus #Presiden Prabowo Subianto #Kerjasama Antarnegara #Ketahanan Pangan #Industri Pertahanan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Akan Terbang ke Flores NTT, Tinjau Korban Gempa
Presiden Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi lokasi gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
Prabowo Akan Terbang ke Flores NTT, Tinjau Korban Gempa
Indonesia
Prabowo Ajak Doakan Pahlawan dan Korban Bencana NTT saat Upacara HUT ke-81 RI
Prabowo mengajak peserta upacara HUT ke-81 RI mendoakan para pahlawan dan warga terdampak bencana di Sumatera, NTT, dan wilayah lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Prabowo Ajak Doakan Pahlawan dan Korban Bencana NTT saat Upacara HUT ke-81 RI
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
BI memastikan tidak ada pencetakan uang baru untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.
Frengky Aruan - Sabtu, 15 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo
Indonesia
Prabowo Siapkan Pusat Finansial Internasional di Jakarta dan Bali, Transaksi Kekayaan Indonesia Ditargetkan Berlangsung di Dalam Negeri
Prabowo mengumumkan lokasi awal Indonesia Financial Center atau PFII di Jakarta dan Bali. PFII akan menjadi pusat keuangan dan investasi berstandar dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Siapkan Pusat Finansial Internasional di Jakarta dan Bali, Transaksi Kekayaan Indonesia Ditargetkan Berlangsung di Dalam Negeri
Indonesia
Prabowo Kenalkan DDMF, Siapkan Dana Kedaulatan untuk Giant Sea Wall hingga Mobil Nasional
Prabowo mengenalkan DDMF sebagai dana kedaulatan untuk membiayai proyek strategis jangka panjang, termasuk Giant Sea Wall hingga mobil nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Kenalkan DDMF, Siapkan Dana Kedaulatan untuk Giant Sea Wall hingga Mobil Nasional
Indonesia
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Pemerintah mematok asumsi harga minyak mentah Indonesia USD75 per barel dalam RAPBN 2027. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Indonesia
Prabowo Siapkan 30 GW PLTS Gantikan PLTD, Negara Bisa Hemat Rp 73,9 Triliun
Prabowo menargetkan pembangunan 30 GW PLTS tahun ini untuk menggantikan 13 GW PLTD, terutama di pulau terpencil dan daerah perdesaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Siapkan 30 GW PLTS Gantikan PLTD, Negara Bisa Hemat Rp 73,9 Triliun
Indonesia
Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Istimewa Indonesia
Prabowo meminta perubahan UU untuk membuka kewarganegaraan ganda terbatas bagi diaspora Indonesia bertalenta dengan keahlian yang dibutuhkan kepentingan nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Istimewa Indonesia
Indonesia
Prabowo Soroti Harga Komoditas Indonesia Ditentukan Negara Lain, Bursa Sendiri Ditargetkan Hadir 2027
Prabowo menargetkan Indonesia memiliki bursa mineral dan komoditas strategis sendiri mulai 1 Januari 2027 di bawah pengawasan OJK.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Soroti Harga Komoditas Indonesia Ditentukan Negara Lain, Bursa Sendiri Ditargetkan Hadir 2027
Indonesia
Program CKG Sudah Jangkau 108 Juta Orang, Prabowo Ungkap Upaya Perkuat Layanan Kesehatan
Prabowo menyebut program Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau 108 juta orang hingga Juni 2026. CKG kini tersedia di 10.255 Puskesmas di 38 provinsi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Program CKG Sudah Jangkau 108 Juta Orang, Prabowo Ungkap Upaya Perkuat Layanan Kesehatan
Bagikan