Merahputih.com - Presiden Prabowo Subianto direncanakan mengunjungi lokasi gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menelan puluhan korban jiwa.
Rencana kunjungan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/8).
Sedang direncanakan,
kata Prasetyo.
Baca juga:
TNI AU Siagakan 6 Pesawat Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT
Meski demikian, pemerintah terus memantau perkembangan penanganan bencana di NTT, melalui laporan yang diterima dari para menteri, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Yang penting adalah kami setiap hari memonitor, ya, para menteri juga melaporkan, Kepala Basarnas setiap hari laporan kepada kami, kemudian BNPB juga laporan,
tegasnya.
Pembaruan Data Korban
Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.
Gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer tersebut berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa terjadi akibat aktivitas tektonik di Sesar Naik Flores.
Baca juga:
Prabowo Ajak Doakan Pahlawan dan Korban Bencana NTT saat Upacara HUT ke-81 RI
Guncangan tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Namun, peringatan itu kemudian dinyatakan berakhir beberapa jam setelah gempa.
Berdasarkan pembaruan data hingga Rabu (19/8), sebanyak 70 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Baca juga:
Korban jiwa tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Nagekeo, dan Ende.
Selain korban meninggal, sebanyak 1.182 orang mengalami luka-luka, sebagian besar akibat tertimpa reruntuhan bangunan. (Knu)