PPP Bantah Calon Ketum Mentan Amran Titipan Haji Isam, Tetapi Saran Jokowi
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tiba di kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (3/3/2025) sore, untuk menghadap Presiden RI Prabowo Subianto terkait kenaikan harga cabai. ANTA
MerahPutih.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dijadwalkan menyelenggarakan Muktamar pada September 2025. Salah satu agendannya adalah memilih ketua umum baru.
Salah satu nama yang ramai bakal menjadi pucuk pimpinan partai berlambang Kabah itu yakni Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. Tetapi, munculnya nama Amran sebagai caketum PPP karena ada sosok Haji Isam yang merupakan kerabatnya.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy dengan tegas membantah isu itu. Ia mengklaim mencuatnya nama Amran sebagai kandidat ketua umum PPP adalah murni hasil diskusi di internal pengurus partai.
"Yang terjadi di PPP sama sekali bukan upaya Haji Isam utk mengakuisi melalui kerabatnya. Sebagai pengusaha sukses, Haji Isam tidak butuh mengakuisisi partai manapun," kata Romahurmuziy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (26/5).
Baca juga:
Plt Ketum PPP Mardiono Sambangi Prabowo Subianto di Rumah Kertanegara
Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy menjelaskan Haji Isam memiliki jejaring komunikasi yang luas dengan berbagai partai politik. Bahkan, lanjutnya, banyak tokoh politik yang berasal dari lingkaran orang Haji Isam.
Meskipun demikian, Rommy menegaskan partainya melihat Amran karena mempertimbangkan kemampuan sebagai menteri, bukan karena kerabat Haji Isam.
“Bisa dilihat, berapa banyak anggota kabinet Merah Putih lintas partai yang adalah ‘orang Haji Isam’. Tapi yang terjadi di PPP adalah 'tumbu golek tutup' (mencari orang yang cocok),” katanya.
“Kami seluruh kader PPP memang sedang talent scouting, mencari pemimpin ekstraordinari yang bersedia mewakafkan sumber daya yang dimilikinya untuk membantu PPP kembali ke Senayan,” imbuh dia.
Baca juga:
Mentan Amran Sidak MinyaKita, Temukan Kecurangan di Pasar Gede Solo
Rommy menuturkan, naiknya nama Amran dalam radar caketum PPP setelah dirinya bertemu dengan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, Amran sudah menjadi menteri sejak era Jokowi.
“Saya memang menyampaikan sejumlah nama, dan sepengetahuan Pak Jokowi, dari nama-nama tersebut, Pak Amran adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan PPP di 2029 mendatang,” tandasnya. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah