PP Muhammadiyah: Tidak Boleh Lengah Atas Nama Berdamai

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 25 Mei 2020
PP Muhammadiyah: Tidak Boleh Lengah Atas Nama Berdamai

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir memanfaatkan momentum Idul Fitri 1441 H dengan menyapa para tenaga medis baik dokter maupun perawat rumah sakit Muhammadiyah yang saat ini merawat pasien COVID-19.

Haedar juga menyapa pasien COVID-19 yang sudah sembuh, keluarga pasien COVID-19 dan warga Muhammadiyah di luar negeri yang tidak bisa pulang ke tanah air karena wabah COVID-19 dalam program “Haedar Menyapa”.

Program ini ditayangkan langsung melalui TV dan jaringan media sosial Muhammadiyah. Kepada semua tenaga kesehatan, baik dokter dan perawat yang disapa melalui aplikasi telekonferens tersebut Haedar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya karena telah berjuang merawat para pasien COVID-19.

“Saya selalu menyebut dengan penuh pertaruhan jiwa sehingga PP Muhammadiyah selain mengapresiasi, bahkan selalu menggunakan kata ini sebagai jihad fi sabilillah,” kata Haedar dalam keterangan pers yang diterima MerahPutih.com, Senin (24/5).

Baca Juga:

Corona Belum Mereda, Menteri Agama Minta Umat Salat Idulfitri dengan Keluarga Inti

Para tenaga kesehatan yang disapa berasal dari RSI Jakarta Cempaka Putih (dokter Dimas dan perawat Ulyarni), RS Muhammadiyah Siti Khotijah Sidoarjo (dokter Nining dan perawat Lina Melati), RS Muhammadiyah Palangkaraya (dokter Agus Candra dan perawat Rini), dan direktur RS Muhammadiyah Palembang, dokter Widodo Pangestu.

Sementara pasien sembuh adalah sepasang suami istri (Suyono dan istri) yang sembuh dari COVID-19, dulunya dirawat di RS Siti Khotijah Kediri dan seorang pasien sembuh bernama Savina yang pernah dirawat di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.

Untuk keluarga pasien adalah Siti Nur Febrianti, salah seorang kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dari Tanah Abang Jakarta, sedangkan warga Muhammadiyah yang berada di luar negeri yaitu satu orang di Taiwan, yaitu Yuniar Wardani.

Dokter Dimas dari RSI Jakarta Cempaka Putih menyampaikan bahwa tidak bisa dipungkiri awalnya mempunyai rasa khawatir bahkan takut ketika harus menangani pasien COVID-19.

“Ada rasa kekhawatiran dan kecemasan bagi tenaga medis, tapi alhamdulillah rumah sakit memfasilitasi dengan APD yang memadai dan ruang perawatan isolasi yang standar,” katanya.

Saat ditanya duka dalam menangani pasien COVID-19, para nakes menyampaikan perihal penolakan dari pasien dan keluarga terhadap kondisi yang dialami. Ini seperti yang diungkapkan oleh dokter Sri Widianingsih dari RS Siti Khotijah Sidoarjo.

“Ada pasien-pasien yang menolak dan bahkan melarikan diri sehingga membutuhkan upaya ekstra untuk mengedukasi bahwa mereka adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” ujarnya.

Ilustrasi salat ID
Ilustrasi Salat Id (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Terkait kebutuhan Alat Perlindungan Diri (APD) saat ini, semua tenaga kesehatan yang disapa Haedar mengatakan sudah terpenuhi bahkan mempunyai cadangan untuk beberapa bulan ke depan seperti diungkapkan dokter Widodo Pangestu, direktur RS Muhammadiyah Palembang.

“Kita disini APD cukup untuk dua bulan ke depan karena dibantu hampir semua pihak di Palembang baik persyarikatan maupun lainnya,” ungkapnya.

Sementara tiga orang pasien yang sudah sembuh dari COVID-19 yaitu Suyono dan istrinya yang pernah dirawat di RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kediri, serta Savina yang pernah dirawat di RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Ketiganya mengungkapkan bahwa pelayanan di RS Muhammadiyah tempat mereka dirawat sangat baik.

“Alhamdulillah tim medis dengan pasien bisa bekerja sama, berjuang bersama-sama dengan bagus sekali. Tim medis sabar banget memberi motivasi,” ungkap Istri Suyono.

Dari keluarga pasien COVID-19 ada Siti Nur Febrianti yang merupakan bendahara IPM Cabang Tanah Abang Jakarta, tiga anggota keluarganya yaitu ayah, ibu dan seorang kakaknya terpapar COVID-19.

Bahkan ayahnya yang merupakan sekretaris Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kebon Melati, Tanah Abang meninggal dunia pada tanggal 13 Mei yang lalu, sementara ibu dan kakaknya masih dirawat di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Terakhir Haedar menyapa Yuniar Wardani, seorang warga Muhammadiyah yang berada di Taiwan. Kepada Haedar Nashir, Yuniar Wardani mengucapkan terima kasih khususnya kepada MDMC yang sudah menyalurkan ribuan masker kepada WNI di Taiwan saat awal wabah COVID-19 melanda negara tersebut, sedangkan Indonesia belum terkena.

“Kami saat itu mendapatkan stok masker yang banyak dan sangat membantu karena kami di Taiwan kesulitan mendapatkannya,” katanya.

Baca Juga:

Pemerintah Buka Suara Soal Jumlah Positif Corona Kerap Melonjak Drastis

Menyinggung tentang apakah berdamai atau rasional dalam menangani COVID-19 Haedar dalam pernyataan penutupnya mengatakan bahwa itu sebenarnya persoalan terminologi saja.

“Poinnya adalah semua harus menangani secara sungguh-sungguh dan tidak boleh lengah atas nama berdamai dan tidak boleh kita mengabaikan sesuatu atas nama berdamai atau kitamembiarkan sesuatu yang nanti justru bermasalah atas nama berdamai” pungkasnya. (Pon)

#Muhammadiyah #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla Terus Berulang, Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah soal Keselamatan Rakyat
Muhammadiyah meminta tindakan nyata untuk menangani karhutla di Sumatera dan Kalimantan, mengevaluasi kebijakan, serta melindungi masyarakat dan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Karhutla Terus Berulang, Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah soal Keselamatan Rakyat
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Ketum Muhammadiyah Berpesan Jaga Komitmen Nilai Muhammadiyah
Meminta seluruh peserta Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah menjaga komitmen terhadap nilai-nilai dasar Muhammadiyah.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Ketum Muhammadiyah Berpesan Jaga Komitmen Nilai Muhammadiyah
Indonesia
Komunitas KucingMu Berdiri, Kucing Sekarang Bisa Punya KTA Muhammadiyah
: Muhammadiyah DIY meluncurkan Komunitas KucingMu sebagai wadah dakwah pecinta hewan. Uniknya, ada KTAM khusus kucing yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Komunitas KucingMu Berdiri, Kucing Sekarang Bisa Punya KTA Muhammadiyah
Indonesia
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Delegasi Indonesia ke Iran tersebut merupakan perwakilan bangsa Indonesia yang diutus Presiden Prabowo Subianto untuk mengunjungi Iran, sebagai negara sahabat bagi Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Ketum PBNU dan PP Muhammadiyah Ikut ke Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Indonesia
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Mahkamah Konstitusi menggelar sidang uji materiil UU Peradilan Agama terkait sidang isbat Ramadan. Kader Muhammadiyah menggugat Pasal 52A yang dianggap diskriminatif terhadap metode hisab.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
3 Kader Muhammadiyah Gugat Keabsahan Sidang Isbat Ramadan ke MK
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Gubernur Pramono Sebut Konsep Halalbihalal dari Muhammadiyah Relevan dengan Pembangunan Ibu Kota
Pramono berharap sinergi antara Pemprov DKI Jakarta dan Muhammadiyah terus diperkuat menjadi kemitraan yang kokoh dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Minggu, 05 April 2026
Gubernur Pramono Sebut Konsep Halalbihalal dari Muhammadiyah Relevan dengan Pembangunan Ibu Kota
Indonesia
Rayakan Hari Raya Lebaran Hari Jumat ini, PP Muhammadiyah: Tak Perlu Pertajam Perbedaan dan Mencari Kebenaran
Muhammadiyah sendiri melangsungkan perayaan Idul Fitri 1447 H pada Jumat (20/3) ini.
Frengky Aruan - Jumat, 20 Maret 2026
Rayakan Hari Raya Lebaran Hari Jumat ini, PP Muhammadiyah: Tak Perlu Pertajam Perbedaan dan Mencari Kebenaran
Berita Foto
Ribuan Umat Muslim Muhammadiyah Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Lapangan Sepak Bola Rempoa
Ribuan umat Muslim menunaikan ibadah Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H secara berjamaah di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (20/3/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 20 Maret 2026
Ribuan Umat Muslim Muhammadiyah Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Lapangan Sepak Bola Rempoa
Bagikan