MerahPutih.com - Tahapan Pilkada 2024, sebentar lagi masuk dalam pendaftaran calon dilanjutkan kampanye, sebelum pencoblosan bulan November mendatang.
Mabes Polri melakukan langkah pencegahan terjadinya konflik dan pelanggaran saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Kepala Operasi Nusantara Cooling System (Kaops NCS) Polri Irjen Asep Edi Suheri memberikan arahan kepada 350 personil Polda Aceh di Banda Aceh.
"Polres hingga Polsek mampu memitigasi daerah-daerah rawan konflik,” kata Asep di Aceh, Jumat (12/7).
Baca juga:
Alasan Golkar Pasangkan Kaesang dengan 'Babah Alun' di Pilkada Jakarta
Ia mengatakan, tidak hanya memetakan daerah rawan konflik, para Kasatwil dan anggota Polri harus mendinginkan suasana ketika suhu politik sedang panas.
Selain itu, mampu untuk mengeliminir isu-isu hoax, provokatif dan politik identitas yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
"Jangan sampai masyarakat kita terpecah belah,"jelas Asep.
Asep menekankan, mewujudkan Pilkada Serentak 2024 yang aman dan damai, perlu melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakat. Seperti tokoh agama, adat, pemuda, sosial, organisasi agama, organisasi adat, organisasi pemuda dan organisasi sosial.
Baca juga:
Golkar dan PSI Sepakat Dorong Bupati Kendal Dico Maju Pilkada Kota Semarang
"Para tokoh-tokoh ini nantinya memiliki pengaruh dengan jangkauan luas, membantu Polri dalam menyebarkan pesan pemilu aman dan damai dan mendukung pelaksanaan Operasi NCS," kata Asep. (*)