MerahPutih.com - Polda Metro Jaya masih menunggu keputusan pemerintah terkait wacana perpanjangan PPKM Darurat. Diketahui, kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat tersebut akan berakhir pada Selasa (20/7/).
"Belum ada, belum ada (langkah-langkah)," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat menjawab pertanyaan wartawan apakah menyiapkan kebijakan baru terkait perpanjangan PPKM Darurat.
Sambodo pun belum menjelaskan secara rinci terkait penerapan penyekatan PPKM Darurat. Dia hanya memastikan Polda Metro Jaya akan mengikuti apapun kebijakan pemerintah nanti.
Baca Juga:
Hari Terakhir PPKM Darurat, Warga Solo Tetap Adakan Salat Idul Adha di Masjid
"Nanti (aturan) penyekatan akan mengikuti pemerintah. Kalau memang PPKM diperpanjang, nanti akan kita perpanjang juga," ujarnya.
Saat ini, Polda Metro Jaya menyiapkan 100 titik penyekatan selama masa PPKM Darurat. Titik sekat itu berada di ruas jalan tol, jalan protokol, dalam kota, hingga perbatasan menuju Jakarta.
Polda Metro Jaya menilai 100 titik penyekatan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya efektif menurunkan mobilitas masyarakat. Bahkan bila dibandingkan dengan kondisi normal, tingkat penurunannya mencapai 50 persen.
"Kalau kita melihat Google traffic yang ada di aplikasi, hari ini ada penurunan sekitar 40-50 persen," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.
Kendati dianggap efektif, kata Yusri, turunnya mobilitas masyarakat ini masih akan terus dievaluasi. Masih ada kepadatan antrean di sejumlah titik penyekatan dengan kepadatan hingga sepanjang 50 meter.
"Antrean sekitar 30-50 meter di setiap pos-pos yang memang menjadi titik-titik krusial warga-warga yang akan coba masuk," tuturnya. (Knu)
Baca Juga:
Ajakan Presiden dan Wapres di Hari Raya Idul Adha Saat PPKM Darurat

