Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pasar Pameungpeuk
Ilustrasi foto (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Kepolisian masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran di Pasar Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (28/6) malam yang menghanguskan puluhan kios dan barang dagangan di dalamnya.
"Masih dilidik oleh Polres dan Tim Labfor (Laboratorium Forensik) untuk mencari penyebab kebakaran," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus melalui telepon seluler, Kamis (29/6).
Ia menuturkan, hasil pemeriksaan sementara diduga kebakaran karena adanya korsleting listrik, kemudian membakar sebagian besar bangunan pasar tersebut sekitar pukul 20.00 WIB.
Kebakaran pasar terbesar di Kecamatan Pameungpeuk itu, kata Yusri, tidak menimbulkan korban jiwa, hanya kerugian materi akibat barang dan kios terbakar.
"Korban jiwa tidak ada, jumlah kios yang terbakar 40 kios, kerugian ditaksir Rp2 miliar," katanya.
Sebelumnya, kebakaran pasar tersebut membuat panik sejumlah warga dan pemilik kios lalu berusaha memadamkan api dengan sumber air seadanya dan menyelamatkan barang yang belum terbakar.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB setelah mobil pemadam kebakaran diturunkan dibantu kepolisian, TNI serta masyarakat setempat.
Sumber : ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Bus AKAP PO Rosalia Indah Terbakar di Tol Solo–Ngawi, Diduga Korsleting
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
Kebakaran Bar di Swiss, Pejabat Akui Kegagalan Inspeksi Sebabkan Insiden Mematikan
Soroti Dugaan Intimidasi Warga di Garut, Anggota DPR Minta Perangkat Desa Jangan Antikritik
Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Bar di Pegunungan Alpen, Swiss, Terbakar saat Perayaan Tahun Baru, Puluhan Orang Tewas dan Sekitar 100 Luka-Luka
Kebakaran Minggu Malam, Sarinah Tetap Beroperasi