MerahPutih.Com - Polda Metro Jaya menyerukan pendukung Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi untuk tidak datang ke lokasi debat capres di Shangri-La, Jakarta.
Para pendukung disarankan untuk menonton debat lewat layar kaca di rumah masing-masing. Larangan tersebut kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dilatari pertimbangan keamanan dan kenyamanan suasana debat.
"Kalau ada masyarakat yang ingin ikut nonton bareng, diimbau agar menonton debat dirumahnya masing-masing. Kita mengharapkan masyarakat ikut serta menciptakan suasana kondusif ikut berpatisipasi agar kegiatan berlangsung lancar," kata Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (29/3).
Polda Metro Jaya sendiri sudah menyiapkan 5.000 personel gabungan untuk mengamankan jalannya debat itu. Personel gabungan itu terdiri dari TNI-Polri dan pemda.
Debat capres digelar 30 Maret di Hotel Shangri-La, Jakarta. Debat akan mengusung tema 'Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional'.
BACA JUGA: Segi-Segi Unik Debat Capres, Berdebat Dalam Damai Namun Tetap Tegang
Gubernur BI Perry Warjiyo Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2019 Sesuai Target
Sembilan Panelis Teken Pakta Integritas Rahasiakan Materi Debat Capres
Jika tetap ingin mengadakan nonton bareng (nobar) dibeberapa wilayah di Jakarta, Argo meminta agar para pendukung bisa mentaati peraturan yang ada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Untuk yang ingin menuju ke lokasi debat, kalau misalkan nanti kita mau masuk untuk menonton lebih baik lebih awal jamnya. Tentu yang boleh masuk hanya yang mendapatkan undangan dari KPU,'' jelas Argo.
"Kemudian hal-hal yang dilarang, yang tidak diperbolehkan itu tidak dilakukan misalnya membawa sajam dan sebagainya," pungkas Kombes Argo Yuwono.(Knu)

