Polisi Gelar Operasi Yustisi dan Antisipasi Preman di Jakarta Pusat

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 13 Juni 2021
Polisi Gelar Operasi Yustisi dan Antisipasi Preman di Jakarta Pusat

Polsek Sawah Besar dan TNI menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di wilayah hukumnya. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jajaran aparat kepolisian melakukan operasi yustisi yakni penegakan protokol kesehatan hingga premanisme di wilayah Jakarta Pusat.

Dua lokasi yang menjadi sasaran adalah kawasan Pasar Baru, Monas, Harmoni hingga Hayam Wuruk. Lokasi tersebut merupakan pusat keramaian.

Baca Juga

Beratas Preman, Polisi Diminta Memililah dan Jangan Asal Tangkap

Operasi ini menyasar kepada kepada pengunjung yang mengabaikan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan berkerumun.

Kapolsek Sawah Besar, AKP Maulana Mukarom mengatakan, selain operasi prokes dan Yustisi, pihaknya juga antisipasi aksi premanisme di sana.

Polsek Sawah Besar dan TNI menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di wilayah hukumnya. Foto: Istimewa

Hasilnya, ada warga yang tidak patuh dengan prokes, akan diberikan sanksi sosial ataupun administrasi. Setelah diberi sanksi, pelanggar yang tidak pakai masker akan diberikan masker supaya terhindar dari penyebaran COVID-19.

"Kami memberikan peringatan kepada warga masyarakat yang tidak memakai masker dan atau memakai masker dengan tidak benar diberikan tindakan Push Up untuk lelaki," tutur Alan kepada Merahputih.com, Minggu (13/6).

Terkait dengan aksi premanisme, apabila masyarakat menemukan hal itu untuk segera melapor ke Polsek Sawah Besar.

"Masyarakat jangan takut untuk melapor karena kami siap memberikan keamanan dan kenyaman," tutur Alan.

Sementara itu, Kapolsek Metro Gambir, AKBP Kade Budiyarta mengatakan, patroli ini dilakukan karena angka positif COVID-19 di wilayah Jakarta mengalami peningkatan. Terutama dalam beberapa hari terakhir ini.

Selain membubarkan kerumunan, lanjut Budi, pihaknya juga akan menertibkan kendaraan-kendaraan yang menggunakan knalpot racing. Ulah mereka mengganggu ketertiban umum, atau yang tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar pabrik.

"Penertiban knalpot racing juga kita lakukan agar tidak mengganggu dengan suara kendaraan yang bising," jelas Kade Budi kepada Merahputih.com.

Dalam patroli cipkon ini, sejumlah kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot recing ditilang karena tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan.

Selain itu, adapula tempat makan yang masih berjualan dan menyediakan tempat untuk makan di tempat pun diimbau.

Untuk restoran dan tempat kuliner yang masih menyiapkan makan di tempat juga diminta untuk hanya menyiapkan take away atau tidak makan di tempat.

"Karena memang, aturan makan di tempat hanya berlaku sampai pukul 21.00 WIB," jelas Kade Budi.

Polsek Sawah Besar dan TNI menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di wilayah hukumnya. Foto: Istimewa
Polsek Sawah Besar dan TNI menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di wilayah hukumnya. Foto: Istimewa

Hingga patroli selesai, sebut Budi, tampak kerumunan di kawasan Monas dan beberapa wilayah tampak kondusif. Beberapa kerumunan warga diperingatkan dan diimbau untuk pulang ke rumah.

Karena saat ini, angka COVID-19 di Jakarta masih sangat tinggi dan mencapai 2.455 positif COVID-19 per Sabtu (12/6) lalu.

"Jadi kita minta warga untuk tertib menjaga protokol kesehatan dengan cara memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak di tempat umum," pungkas Kade Budi. (Knu)

Baca Juga

Kapolri Perintahkan Kapolda Gerak Cepat Tindak Aksi Pungli dan Premanisme

#Operasi Yustisi #COVID-19 #Kasus Covid
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Pramono Anung Soroti Pendatang ‘Buta Jakarta’ Usai Lebaran, Disdukcapil Diminta Data
Gubernur DKI Pramono Anung menyoroti pendatang baru usai Lebaran 2026. Disdukcapil diminta mendata tanpa operasi yustisia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 30 Maret 2026
Pramono Anung Soroti Pendatang ‘Buta Jakarta’ Usai Lebaran, Disdukcapil Diminta Data
Indonesia
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Pramono hanya mengingatkan pendatang harus punya kesiapan diri yang bagus dan kemampuan untuk bekerja.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Indonesia
Pramono Hilangkan Operasi Yustisi Setelah Lebaran
Peluang kerja di Jakarta masih tersedia bagi masyarakat yang ingin bekerja.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 07 Maret 2026
Pramono Hilangkan Operasi Yustisi Setelah Lebaran
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Bagikan