Polisi Ancam Tindak Tegas Orang yang Ngeyel Kumpul di Tengah Pandemi COVID-19

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 05 April 2020
Polisi Ancam Tindak Tegas Orang yang Ngeyel Kumpul di Tengah Pandemi COVID-19

Warga mengenakan masker saat menunggu ojek daring di jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (2/4/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polri mengingatkan masyarakat tidak melakukan kegiatan pengumpulan massa di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Bakal ada sanksi tegas mereka yang masih membandel.

Asisten Operasional Kapolri Irjen Rudolf Herry Nahak mengatakan, kegiatan-kegiatan dalam bentuk rapat-rapat dan sebagainya untuk tidak dilakukan dulu.

Baca Juga:

Ketika JHL Group Melawan COVID-19, Sumbang Perlengkapan Medis ke Banyak Rumah Sakit

Masyarakat diminta fokus melakukan physical distancing secara disiplin.

"Maklumat Bapak Kapolri untuk melakukan penindakan," kata Herry Nahak di BNPB, Sabtu (4/4).

Herry mengatakan, penindakan akan dilakukan dengan pendekatan humanis dan sopan. Polisi juga akan membubarkan perkumpulan tersebut.

"Apaba ini tidak dilaksanakan, Polri akan juga diminta melakukan tindakan yang lebih tegas, membubarkan perkumpulan-perkumpulan tersebut," ujar Herry.

Herry juga mengimbau masyarakat tidak pulang kampung atau mudik. Hal ini dimaksudkan guna mencegah penyebaran COVID-19. Polri pun telah menyiapkan berbagai macam skenario dalam upaya penyebaran virus corona.

"Agar masyarakat menjadi paham dan mengerti bahwa berpindahnya masyarakat dari Jakarta ini misalnya ke daerah-daerah itu juga sangat berpotensi membawa virus-virus ke daerah-daerah," imbuhnya.

Konferensi pers terkait penangkapan sejumlah orang yang tengah nongkrong di pinggir jalan, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)
Konferensi pers terkait penangkapan sejumlah orang yang tengah nongkrong di pinggir jalan, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Dia mengatakan, aparat Polri bersama TNI juga sudah mendapat tugas ke semua titik guna melaksanakan kebijakan tersebut. Dia berharap program yang ada dapat menghambat penyebaran virus corona.

"TNI mengatakan telah mengerahkan sejumlah alutsistanya untuk membantu penanganan COVID-19. Alutsista TNI itu digunakan untuk mengangkut dan mendistribusikan logistik dan alat kesehatan terkait penanganan virus corona.

"Kita tahu bersama pesawat TNI baik itu Hercules atau wing telah digunakan untuk menjemput dan digunakan dalam pendistribusian logistik ke daerah-daerah," kata Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tiopan Aritonang.

Dia mengatakan pengerahan alutsista TNI sudah dilakukan sebelum pemerintah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Baca Juga:

COVID-19 Masih Jadi Ancaman, PT KAI Perpanjang Pengembalian Tiket Kereta

Selain pesawat, ia menyebut alutsista TNI seperti Kapal Republik Indonesia (KRI) dan sejumlah kendaraan TNI juga digunakan untuk mengangkut logistik dan alat kesehatan.

"Kita kerahkan kapal KRI kita tahu bersama KRI Soeharso, KRI Semarang saat ini di daerah Kepri. Ini akan digunakan dalam rangka pergerakan warga negara Indonesia di sana ke Pulau Jawa," jelas Tiopan.

Dia juga menambahkan, Panglima TNI memerintahkan Kepala Komando Daerah Militer (Kodam) bertindak sebagai wakil gugus tugas penanganan COVID-19 mendampingi para kepala daerah.

Selain itu, ia mengatakan TNI juga mengerahkan personelnya untuk membantu dan mensosialisasikan kepada warga tentang penanganan COVID-19.

"Mereka juga dikerahkan untuk membantu RT/RT mendata warga negara Indonesia yang baru pulang mencapai desa," tuturnya. (Knu)

Baca Juga:

BMKG Ungkap Negara Tropis seperti Indonesia Mampu Persulit Penyebaran Virus Corona

#Virus Corona #Polda Metro Jaya
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Jaga Demo Serentak, Polda Metro Larang Anggotanya Bawa Senjata Api dan Harus Humanis
Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Jaga Demo Serentak, Polda Metro Larang Anggotanya Bawa Senjata Api dan Harus Humanis
Indonesia
Polisi Pastikan tak ada Penutupan Jalan di Jakarta Selama Presiden Jerman Melintas
Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan pengawalan ketat dan rekayasa lalu lintas sementara di ruas jalan protokol.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Polisi Pastikan tak ada Penutupan Jalan di Jakarta Selama Presiden Jerman Melintas
Indonesia
Polisi Tangkap 2 Pembawa Molotov, Diduga Ingin Bikin Rusuh Demo Mahasiswa di HI
Kedua orang tersebut masih diperiksa secara intensif di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Polisi Tangkap 2 Pembawa Molotov, Diduga Ingin Bikin Rusuh Demo Mahasiswa di HI
Indonesia
Polisi yang Jaga Demo BEM SI Dipastikan tak Pakai Senjata Api
Polisi akan menjamin pelaksanaan aspirasi dari mahasiswa berjalan dengan baik.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Polisi yang Jaga Demo BEM SI Dipastikan tak Pakai Senjata Api
Indonesia
4.151 Aparat Siap Antisipasi Gangguan Keamanan saat Demo BEM UI di Bundaran HI
Petugas mengawasi kepadatan lalu lintas, konvoi kendaraan, penutupan jalan secara situasional, gangguan fasilitas umum, hingga potensi tindak kriminal yang dapat muncul di tengah keramaian massa.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
4.151 Aparat Siap Antisipasi Gangguan Keamanan saat Demo BEM UI di Bundaran HI
Indonesia
Ada Demo BEM UI di Bundaran HI Hari ini, Polisi Imbau Pengendara Cari Jalur Alternatif
BEM UI akan menggelar demo di Bundaran HI pada Jumat (12/6). Pengendara pun diimbau untuk tidak melintasi jalan Sudirman-Thamrin.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
Ada Demo BEM UI di Bundaran HI Hari ini, Polisi Imbau Pengendara Cari Jalur Alternatif
Indonesia
Pengamat Minta Polda Metro Diminta Segera Kembalikan Ratusan Kendaraan Hasil Curian, itu Alat Cari Nafkah
Apabila memungkinkan, aparat penegak hukum dapat menerapkan pinjam pakai terhadap kendaraan yang menjadi alat kerja korban selama proses hukum masih berjalan.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Pengamat Minta Polda Metro Diminta Segera Kembalikan Ratusan Kendaraan Hasil Curian, itu Alat Cari Nafkah
Indonesia
Kendaraan Hasil Curanmor akan Dikembalikan ke Pemilik, Ini Syarat dari Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya mengungkap 141 kasus curanmor di Jabodetabek. Sebanyak 317 tersangka ditangkap dan 156 kendaraan hasil curian diamankan, termasuk 15 mobil dan 141 motor.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
Kendaraan Hasil Curanmor akan Dikembalikan ke Pemilik, Ini Syarat dari Polda Metro Jaya
Indonesia
Bersiap Hadapi Begal Jalanan, Resmob Polda Metro Latihan Menembak biar enggak Salah Tembak
kemampuan personel perlu terus diasah agar setiap tindakan kepolisian dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan meminimalkan risiko.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Bersiap Hadapi Begal Jalanan, Resmob Polda Metro Latihan Menembak biar enggak Salah Tembak
Indonesia
Operasi Patuh Jaya 2026 Batal Digelar, Polda Metro Jaya Pastikan Penindakan Lalu Lintas Tetap Berjalan
Operasi Patuh Jaya 2026 di wilayah Polda Metro Jaya ditunda. Penegakan hukum lalu lintas melalui ETLE, tilang, dan pengawasan rutin tetap berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Operasi Patuh Jaya 2026 Batal Digelar, Polda Metro Jaya Pastikan Penindakan Lalu Lintas Tetap Berjalan
Bagikan