Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Polda Metro Pastikan Tak Ada Sweeping Produk Prancis

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 06 November 2020
Polda Metro Pastikan Tak Ada Sweeping Produk Prancis

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya memastikan hingga saat ini belum ada aksi sweeping terhadap produk-produk Prancis terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron soal Islam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengonfirmasi aksi yang dilakukan oleh Gerakan Pemuda Islam (GPI) yang memborong sejumlah produk asal Prancis di minimarket kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

“Saya luruskan jangan gunakan kata sweeping, yang kemarin terjadi di Jakpus bukan sweeping. Mereka itu menyampaikan aspirasinya walaupun kita mengharapkan untuk berpikir jernih, ada aturan hukum di sini, percayakan kepada pemerintah,” kata dia kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (5/11).

Baca Juga:

Usai Borong Makanan, Massa GPI Injak Produk dan Foto Presiden Prancis

Meski sampai saat ini belum ada laporan mengenai aksi sweeping terhadap produk Prancis, Yusri menerangkan, kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya tetap menempatkan personel di beberapa pusat pembelajaan dan minimarket serta obyek vital seperti Kedutaan Besar Prancis.

“Kami siapkan pengamanan contoh di mal-mal. Tugas polisi adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat,” jelas dia.

Mabes Polri akan menggandeng TNI dan pihak terkait untuk mengamankan pusat perbelanjaan atau toko yang menjual produk asal Prancis.

Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya, melakukan aksi sweeping terhadap produk-produk berasal dari Prancis di minimarket wilayah Menteng, Jakarta Pusat. [dokumentasi GPI]
Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya, melakukan aksi sweeping terhadap produk-produk berasal dari Prancis di minimarket wilayah Menteng, Jakarta Pusat. [dokumentasi GPI]

Pengamanan tersebut akan dilakukan menyusul seruan boikot dan sweeping produk asal negeri mode itu yang kian marak di Tanah Air.

“Polri akan bersinergi dengan Dandim, satuan pengamanan dan pengelola pertokoan, mal, melakukan penjagaan pengamanan etalase yang diperkirakan akan menjadi sasaran sweeping," kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono.

Aksi boikot produk Prancis marak buntut kekecewan sebagian masyarakat Indonesia atas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap sudah melecehkan Nabi Muhammad SAW.

"Kami juga berharap masyarakat tidak terprovokasi terkait ajakan sweeping di media sosial. Kita adalah negara hukum harus taat dengan hukum," tambah Awi.

Polri akan melakukan penegakan hukum sesuai aturan yang berlaku bagi para pelaku sweeping yang kedapatan anarkis.

"Kalau sampai terjadi (anarkis), tentunya Polri akan mengambil langkah-langkah yang tegas untuk menegakkan hukum," tegas Awi.

Baca Juga:

Rogoh Kocek dari Uang Kas, GPI Beli Produk Asal Prancis Lalu Merusaknya

Seperti diketahui, beberapa orang yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Islam (GPI) membeli produk asal Perancis di sebuah minimarket di kawasan Menteng, Jakarta Pusat kemudian membakarnya.

Usai membeli beberapa produk Negara yang memiliki Menara Eifel itu, mereka yan berjumlah sekitar 20 orang kemudian berjalan kembali ke halaman Komplek Menteng Raya 58.

Di tempat itu, mereka lantas membakar produk Perancis yang mereka beli sebagai aksi mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menyinggung umat Islam.

Namun, polisi memastikan mereka hanya melakukan hal tersebut. Tidak ada tindakan merusak fasilitas umum atau semacamnya. Pasalnya, polisi juga memantau apa yang mereka lakukan. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Tingkatkan Patroli Cegah Sweeping Produk Prancis di Minimarket

#Polda Metro Jaya #Pemboikotan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Laporan PWI Diterima, Polda Pastikan Proses Hukum Hotman Paris Transparan
Polda Metro Jaya menerima laporan PWI terhadap Hotman Paris atas dugaan penghinaan profesi wartawan. Polisi pastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Laporan PWI Diterima, Polda Pastikan Proses Hukum Hotman Paris Transparan
Indonesia
Marak Penipuan Penyidikan Online, Polda Metro Jaya: Jangan Panik, Abaikan Instruksi!
Polda Metro Jaya imbau masyarakat waspada modus penipuan penyidikan online via Google Meet. Polisi tegaskan tidak pernah lakukan pemeriksaan virtual.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
Marak Penipuan Penyidikan Online, Polda Metro Jaya: Jangan Panik, Abaikan Instruksi!
Indonesia
Tes Barbuk 74 Kg Emas dan USD Kasus Eks Jampidsus Hasilnya Asli, SGD Masih Konfirmasi
Tim Gabungan Polri dan Polda Metro Jaya menyerahkan barang bukti kasus eks Jampidsus ke Kejagung. Hasil uji menunjukkan emas 74 kg dan USD asli, sementara konfirmasi dolar Singapura masih menunggu.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
Tes Barbuk 74 Kg Emas dan USD Kasus Eks Jampidsus Hasilnya Asli, SGD Masih Konfirmasi
Indonesia
Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung, Barang Bukti 74 Kg Emas dan Uang Rp 536 Miliar Ikut Diserahkan
Polisi melimpahkan Don Ritto ke Kejagung. Barang bukti 74 kg emas dan uang Rp 536 miliar ikut diserahkan.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Polisi Limpahkan Don Ritto ke Kejagung, Barang Bukti 74 Kg Emas dan Uang Rp 536 Miliar Ikut Diserahkan
Indonesia
Polri Gandeng FBI dan Secret Service AS Usut Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Polisi menggandeng FBI dan Secret Service AS untuk mengusut kasus korupsi Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Polri Gandeng FBI dan Secret Service AS Usut Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Indonesia
Pelaku Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah Ditangkap, Polisi Dalami Motif dan Keterlibatan Pihak Lain
Polisi menangkap MY (34), pria yang diduga mengirim ancaman bom ke SDN 15 Srengseng Sawah, Jagakarsa. Pelaku mengaku melakukan aksi tersebut karena iseng.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Pelaku Teror Bom SDN 15 Srengseng Sawah Ditangkap, Polisi Dalami Motif dan Keterlibatan Pihak Lain
Indonesia
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Warga agar tidak turut menyebarkan informasi yang belum dapat diverifikasi kebenarannya guna mencegah timbulnya keresahan di ruang publik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Dapat Teror Bom, Polda Metro Jaya Minta Warga Tidak Termakan Hoaks
Indonesia
Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto ke Luar Negeri
Pencegahan dilakukan berdasarkan permohonan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya melalui surat tertanggal 11 Juli 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 Juli 2026
Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto ke Luar Negeri
Indonesia
Barang Bukti Penggeledahan Kasus Korupsi dan TPPU Dapat Pengamanan Khusus dari Polisi
Barang bukti itu didapat dari penggeledahan di sejumlah tempat sejak Rabu (10/6).
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Barang Bukti Penggeledahan Kasus Korupsi dan TPPU Dapat Pengamanan Khusus dari Polisi
Indonesia
TNI Menyeru: Jangan Percaya Narasi Provokatif
Berbagai disinformasi di media sosial sering kali bermunculan untuk memicu kegaduhan, merusak citra institusi, hingga memecah belah sinergitas antara TNI dan elemen negara yang lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
TNI Menyeru: Jangan Percaya Narasi Provokatif
Bagikan