Polda Maluku Berikan Trauma Healing ke Warga Terdampak Konflik di Pulau Haruku

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 29 Januari 2022
Polda Maluku Berikan Trauma Healing ke Warga Terdampak Konflik di Pulau Haruku

Kapolda Maluku bersama Danrem 151 Binaiya mendatangi warga Pulau Haruku pascakonflik, Rabu (26/1/2022) malam. ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Konflik di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah berdampak pada warga sekitar hingga mengakibatkan trauma.

Polda Maluku sendiri tengah berupaya melakukan trauma healing kepada pengungsi Kariuw. Para pengungsi saat ini sementara berada di Negeri Aboru, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Baca Juga:

Sikapi Bentrokan Maluku Tengah, DPD RI Ingatkan Semua Pihak Jaga Persatuan

"Kami memulihkan kondisi psikis masyarakat yang keluar dan trauma. Hari ini tim kami dari Polda psikologi untuk trauma healing sudah berangkat ke sana," kata Kapolda Maluku, Irjen Lotharia Latif dikutip Antara, Sabtu (29/1).

Tim psikologi telah dikirim menemui para pengungsi, Jumat (28/1). Tim dikirim untuk memulihkan kondisi psikis masyarakat yang keluar dari kampungnya akibat konflik yang terjadi pada Rabu (26/1) lalu.

Selain memulihkan trauma yang dialami, tim juga akan memberikan penguatan-penguatan mental kepada masyarakat termasuk anak-anak.

"Tim ini juga memberikan penguatan mental terhadap masyarakat, anak-anak dan siapapun yang membutuhkan," jelasnya.

Baca Juga:

Gerak Cepat Aparat Redam Bentrok di Maluku Tengah

Dalam waktu dekat, lanjut Kapolda, pihaknya juga akan akan mengirim tim kesehatan. Tim yang akan diberangkatkan ini nantinya bergabung dengan tim kesehatan dari TNI.

"Kami sama-sama ke sana, karena pasti di tempat-tempat yang massal seperti itu akan rawan penyakit dan sebagainya. Kita juga akan dorong apa yang kita miliki yang bisa membawa manfaat bagi mereka seperti obat-obatan, vitamin dan sebagainya untuk kita laksanakan di sana," katanya.

Selain itu, Kapolda menegaskan konflik Kariuw-Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, bukan karena persoalan SARA. Bentrok itu murni karena masalah tapal batas lahan.

"Saya tegaskan kasus ini tidak ada kaitan sama sekali dengan isu-isu SARA dan agama, tapi ini murni persoalan pertama asalnya karena masalah konflik tapal batas sehingga menimbulkan perselisihan," tegasnya.

Baca Juga:

BNPB Pantau Kondisi Maluku Setelah Digoyang Gempa Magnitudo 7,4

Ia berharap jangan lagi ada kerusakan-kerusakan atau anasir-anasir lain yang bisa memperkeruh suasana. Dan bila terjadi, pihaknya akan tindak tegas dengan segala tahapan yang dilakukan, baik melalui peringatan maupun tindakan tegas terukur.

"Kami berharap jangan terulang lagi karena ini semua sangat merugikan kita sebagai anak bangsa dan negara. Kita sepakat negara berdasarkan hukum negara pancasila, bukan negara agama," katanya. (*)

#Maluku #Wisata Maluku #Rawan Konflik
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Massimiliano Allegri Terlibat Konflik dengan Zlatan Ibrahimovic, Kursi Pelatih AC Milan Diprediksi Kosong Melompong
Allegri kabarnya merasa gerah dengan sikap Ibrahimovic yang kerap berdiskusi dengan Antonio Cassano, kritikus vokal yang sering menyudutkan manajemen Milan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Massimiliano Allegri Terlibat Konflik dengan Zlatan Ibrahimovic, Kursi Pelatih AC Milan Diprediksi Kosong Melompong
Tradisi
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Indonesia
Bentrok Antar Warga, Kapolres Tual Terkena Panah
Saat kini, kondisi keamanan di Desa Fiditan dilaporkan telah kembali kondusif meski aparat masih disiagakan untuk mencegah konflik susulan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 25 Februari 2026
Bentrok Antar Warga, Kapolres Tual Terkena Panah
Indonesia
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Bripda MS terancam 15 tahun penjara setelah menganiaya pelajar MTS hingga tewas di Tual, Maluku. Ia juga bisa dikenakan denda Rp 3 miliar.
Soffi Amira - Rabu, 25 Februari 2026
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Indonesia
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Di sisi lain, proses pidana tetap bergulir secara independen sesuai ketentuan hukum berlaku guna memenuhi rasa keadilan publik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Februari 2026
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Indonesia
Bripda MS Resmi Dipecat dari Polri usai Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku
Anggota Brimob, Bripda MS, resmi dipecat dari polri usai menganiaya pelajar MTS hingga tewas di Tual, Maluku.
Soffi Amira - Selasa, 24 Februari 2026
Bripda MS Resmi Dipecat dari Polri usai Aniaya Pelajar hingga Tewas di Maluku
Indonesia
Ketua Komisi X DPR Minta Kasus Kekerasan Aparat terhadap Pelajar di Tual Diusut Transparan
Proses hukum dilakukan secara transparan, objektif, dan tegas tanpa boleh ada impunitas terhadap pelanggaran yang menyebabkan kematian.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Ketua Komisi X DPR Minta Kasus Kekerasan Aparat terhadap Pelajar di Tual Diusut Transparan
Indonesia
Kapolri Murka! Minta Kasus Anggota Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas Segera Diusut Tuntas
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan pengusutan tuntas kasus dugaan penganiayaan pelajar oleh oknum Brimob di Tual, Maluku, hingga tewas.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 23 Februari 2026
Kapolri Murka! Minta Kasus Anggota Brimob Aniaya Pelajar hingga Tewas Segera Diusut Tuntas
Indonesia
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,5 yang mengguncang kawasan Maluku Tengah, Maluku, pagi tadi getarannya terasa hingga Papua.
Wisnu Cipto - Sabtu, 17 Januari 2026
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Indonesia
Melahirkan Sendiri dalam Hutan Maluku, Berahi Tega Habisi Nyawa Bayinya
Pelaku berjalan masuk ke hutan Wairia setelah merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Proses persalinan dilakukan sendirian hingga bayi lahir.
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Januari 2026
Melahirkan Sendiri dalam Hutan Maluku, Berahi Tega Habisi Nyawa Bayinya
Bagikan