Pola Lama Spekulan Pangan Kembali Terulang, DPR Desak Satgas Pangan Sikat Habis Penimbun

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 18 Februari 2026
Pola Lama Spekulan Pangan Kembali Terulang, DPR Desak Satgas Pangan Sikat Habis Penimbun

Ilustrasi (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Perum Bulog dan pemerintah didesak segera mengintervensi pasar guna mengendalikan harga pangan yang mulai merangkak naik menjelang Ramadan 2026 di tengah kondisi daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Langkah ini menjadi krusial mengingat stok komoditas strategis seperti minyak goreng baru terealisasi 20 persen dari target nasional.

Waspada "Permainan" Oknum Jelang Ramadan

Pola lama para oknum spekulan yang memanfaatkan lemahnya pengawasan negara untuk mencari keuntungan tanpa batas saat momentum Ramadan menjadi sorotan. Tanpa intervensi serius, masyarakat akan terus menjadi korban permainan harga yang berulang setiap tahun.

Baca juga:

Jam Kerja Ramadan ASN Jakarta Dikurangi 1 Jam, Boleh Datang Telat Tapi Pulang Mundur

“Jangan lengah. Ini pola lama yang terus berulang karena pengawasan longgar. Negara khususnya Bulog tidak boleh hanya menjadi penonton tapi harus hadir, memastikan stok dan harga pangan seperti beras, betul-betul dalam kendali,” tegas Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono dalam keterangannya, Rabu (18/2).

Data mencatat stok beras nasional hingga awal Februari 2026 berada di angka 3,2 juta ton. Namun, yang mengkhawatirkan adalah realisasi produksi minyak goreng yang baru mencapai 140 ribu ton dari target 700 ribu ton. Kondisi ini disebut sebagai alarm keras bagi ketahanan pangan nasional.

Tiga Jurus Amankan Rantai Distribusi

Persoalan pangan, menurut Politisi Fraksi PKS ini, tidak hanya soal ketersediaan di gudang, tetapi juga kelancaran distribusi hingga ke daerah defisit. Ia menekankan bahwa rantai distribusi yang pincang hanya akan membuka celah bagi para spekulan untuk bermain.

“Pasar modern dan pasar tradisional harus sama-sama dikawal. Daerah yang defisit pangan harus jadi prioritas, bukan justru dibiarkan jadi ladang spekulasi,” ujar legislator asal Jawa Tengah tersebut.

Baca juga:

Cuan Muter di Jakarta Pas Imlek Rp 9 Triliun, Target Bang Doel Selama Ramadan-Lebaran Rp 20 T

Guna mengatasi hal tersebut, Riyono mengusulkan tiga langkah konkret:

  1. Bulog wajib menjamin stok aman dan merata di seluruh pulau besar.

  2. Satgas Pangan melakukan patroli harga harian di pasar-pasar tradisional utama.

  3. Pemerintah menjatuhkan sanksi tegas bagi pelanggar Harga Eceran Tertinggi (HET).

Riyono mengingatkan agar negara tidak kalah oleh kepentingan korporasi atau ketergantungan pada produk impor.

"Negara jangan sampai malah ikut mencari untung dari penderitaan rakyat. Tutup celah pelanggaran, kendalikan harga secara presisi," pungkasnya.

#Data Pangan #Stok Pangan #Impor Pangan #Mafia Pangan #Harga Pangan #Krisis Pangan #DPR #DPR RI
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Soroti Pemadaman Listrik di Jawa, Sebut PLN Seharusnya tak Kekurangan Batu Bara
Komisi XII DPR menyoroti pemadaman listrik di Jawa. PLN seharusnya tidak kekurangan batu bara.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
DPR Soroti Pemadaman Listrik di Jawa, Sebut PLN Seharusnya tak Kekurangan Batu Bara
Indonesia
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Yahya menyatakan aset bernilai ekonomis hasil pembiayaan uang rakyat harus mendatangkan manfaat optimal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Indonesia
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Gus Rivqy menilai setiap pemadaman listrik dapat dipastikan menimbulkan kerugian yang bersifat sistemik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Berita Foto
Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Demonstrasi Mahasiswa Trisakti di Gedung DPR
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR Saan Mustopa bertemu Mahasiswa pengujukrasa di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 19 Juni 2026
Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Demonstrasi Mahasiswa Trisakti di Gedung DPR
Berita Foto
Audiensi Pimpinan DPR RI dengan Mahasiswa Trisakti, Esa Unggul, dan Mercu Buana
Wakil Ketua DPR, Saan utofa bersama Sufmi Dasco Ahmad dan perwakilan Mahasiswa Trisakti, Esa Unggul dan Mercu Buana di Jakarta, Jum'at (19/6/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 19 Juni 2026
Audiensi Pimpinan DPR RI dengan Mahasiswa Trisakti, Esa Unggul, dan Mercu Buana
Indonesia
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
DPR minta pemerintah manfaatkan momentum perdamaian AS–Iran untuk menurunkan harga BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
Indonesia
DPR Tekankan Transparansi ESDM, Publik Berhak Nikmati Penurunan Harga BBM
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim minta pemerintah transparan soal harga BBM pasca MoU AS–Iran. Dorong kemandirian energi nasional agar Indonesia tak rentan gejolak global.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
DPR Tekankan Transparansi ESDM, Publik Berhak Nikmati Penurunan Harga BBM
Indonesia
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino
Optimisme tersebut tecermin dari kondisi neraca komoditas pangan strategis per Juni, terutama beras.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino
Berita Foto
Pimpinan DPR Terima Audiensi OJK Terkait Penetapan Direksi Baru BEI Periode 2026-2030
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 18 Juni 2026
Pimpinan DPR Terima Audiensi OJK Terkait Penetapan Direksi Baru BEI Periode 2026-2030
Indonesia
KPK Tegas, akan Tarik kembali Hibah yang tak Dirawat
Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan setiap aset yang berhasil kembali dari para koruptor bermanfaat optimal bagi negara dan pelayanan publik.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
KPK Tegas, akan Tarik kembali Hibah yang tak Dirawat
Bagikan