PKS Sebut Permasalahan Jiwasraya Harus Diselesaikan Melalui Pansus

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 22 Januari 2020
PKS Sebut Permasalahan Jiwasraya Harus Diselesaikan Melalui Pansus

Anggota Komisi VI DPR, Amin Ak

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi VI DPR telah membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk menelisik skandal gagal bayar polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengirimkan dua nama anggota fraksinya untuk masuk dalam Panja, yakni Amin Ak dan Nevi Zuariana.

Baca Juga

DPR Bentuk Panja Jiwasraya untuk Kawal Hak Nasabah yang Dirampas

Amin Ak mengatakan, pihaknya tetap berpandangan bahwa permasalahan yang membelit Jiwasraya bisa terselesaikan dengan dibentuknya Pansus.

"Tadi sudah saya sampaikan di awal sebelum mengirimkan nama itu, bahwa PKS spirit-nya, keinginannya mengatasi permasalahan Jiwasraya diselesaikan dengan cara membentuk Pansus," kata Amin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/1).

Menurut Amin, karena syarat pembentukan Pansus belum terpenuhi, sehingga PKS memutuskan untuk ikut dalam Panja Jiwasraya yang dibentuk di komisi.

"Jadi gini, Pansus itu adalah domain dari kelembagaan DPR. Pembentukannya adalah rapat Paripurna atas usulan minimal 25 anggota dari 3 fraksi yang berbeda. Jadi bisa membentuk Pansus kalau ada usulan," ucap dia.

Baca Juga

Demokrat: Sudah Sepatutnya Para Rampok Jiwasraya Dimiskinkan

"Itu pun baru usulan persyaratan minimalnya, baru nanti dirapatkan di Paripurna. Sementara kalau komisi itu kan nggak bisa membentuk Pansus. Dia hanya bisa membentuk Panja. Itu domain-nya dari komisi," jelas Amin.

Saat ditanya soal alasan PKS ikut bergabung dalam Panja, Amin menjawab jika partainya ingin mengikuti perkembangan kasus Jiwasraya, terutama soal bagaimana langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk mengembalikan dana para nasabah asuransi pelat merah itu.

Amin Ak
Politisi PKS Amin Ak

"Kenapa kami masuk di Panja? Agar kita tidak kehilangan kendali terhadap perkembangan Jiwasraya di Komisi VI. Karena yang bekerja bukan lagi komisi tapi Panja. Agar kita terus bisa meng-update," ujarnya.

"Minimal dari sisi Kementerian BUMN yang bisa tanyain bagaimana pengambilan dananya, pola dan mekanismenya seperti apa bisa kita ikuti dan kita bisa usulkan," kata Amin.

Baca Juga

Petinggi Jiwasraya Calon Tersangka Baru Kejaksaan Agung

Amin menyatakan bahwa sebagai anggota Panja, dirinya siap bekerja secara maksimal agar hak-hak para nasabah Jiwasraya bisa dikembalikan.

"Tadi saya bilang ke pimpinan bahwa saya sebagai anggota Panja akan bekerja aktif dan semaksimal mungkin untuk mengembalikan bagaimana dana- dana nasabah yang diselewengkan itu," jelas dia.

Amin juga meminta Menteri BUMN, Erick Thohir untuk segera rapat dengan anggota DPR RI, membahas persoalan Jiwasraya.

Ia berharap, Erick dapat menyempatkan waktu untuk berbincang dengan Komisi VI DPR RI. Terlebih, mengenai penjelasan seputar solusi pembayaran dana nasabah Jiwasraya.

"Sampai saat ini belum memanggil RDP dengan Menteri BUMN [belum bicara Jiwasraya]. Seharusnya kemarin, saya sudah senang sekali. Kok ditunda. Mungkin menterinya lagi ke luar negeri. Kenapa kok mendadak. Menteri harus tunduk," katanya.

Baca Juga

Bamsoet Prihatin Kasus Jiwasraya dan Asabri Diotaki Pimpinan Manajemennya

Kemudian, Amin membandingkan dengan Menteri Keuangan yang mau memenuhi panggilan dari Komisi XI. Koordinasi tersebut memperlihatkan Kementerian Keuangan bersikap transparan ke publik.

"Berbeda dengan Komisi XI, Menteri Keuangan memaparkan secara detail. Kemungkinan paparan dari audit BPK menyangkut kerugian fix-nya berapa," ujarnya. (Knu)

#DPR RI #Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - 1 jam, 8 menit lalu
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Pengalaman panjang Tata, termasuk kiprahnya di PBB, menjadi modal penting untuk memimpin Kemenlu di tengah dinamika internasional yang semakin kompleks.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Indonesia
Komjen Suyudi Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
DPR menugaskan Komisi III untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri.
Frengky Aruan - Kamis, 01 Oktober 2026
Komjen Suyudi Diajukan Prabowo Jadi Kapolri
Indonesia
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Transjakarta menyesuaikan rute perjalanan imbas demo DPR, Selasa (29/9). Berikut daftar rute yang dialihkan sementara.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Indonesia
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
DPR menyoroti fasilitas mewah di Lapas Cibinong yang disebut digunakan warga binaan. Ombudsman dan Ditjenpas akan dipanggil untuk klarifikasi.
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Bikin Heboh, DPR Bongkar Siapa yang Bertanggung Jawab
Indonesia
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Kasus temuan hunian mewah di Lapas Cibinong menuai sorotan. DPR meminta adanya audit anggaran hingga aset di lapas tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
DPR Minta Polri Usut Temuan Hunian Mewah di Lapas Cibinong, Audit Anggaran hingga Aset
Indonesia
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
RUU Perampasan Aset kini sedang dikebut. Komisi III DPR menargetkan RUU tersebut disahkan 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
Indonesia
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Reforma agraria tidak boleh dimaknai sebatas legalisasi aset atau penerbitan sertifikat tanah.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Dorong Reforma Agraria Berujung pada Akses Lahan dan Produksi
Indonesia
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Pencapaian medali yang telah diraih sejauh ini merupakan hasil dari kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta seluruh pihak yang mendukung persiapan kontingen Indonesia.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Komisi X DPR Dorong Kontingen Indonesia Kejar Emas Asian Games 2026
Indonesia
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Upaya negara memulihkan aset hasil tindak pidana harus dibarengi dengan sistem pengelolaan yang jelas.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
DPR Peringatkan jangan Sampai Aset Sitaan Malah Merugikan Negara
Bagikan