Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pilpres 2019

PKS Sebut Ada Partai Koalisi yang Ajukan Tommy Soeharto sebagai Cawapres Prabowo

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 25 Juli 2018
PKS Sebut Ada Partai Koalisi yang Ajukan Tommy Soeharto sebagai Cawapres Prabowo

Mardani Ali Sera. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Koalisi penantanng Jokowi di Pilpres 2019 yang dimotori Gerindra dan PKS sampai sekarang belum secara definitif menentukan format koalisinya. Namun berdasarkan pernyataan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, partainya siap duduk bersama Gerindra, Demokrat dan PAN untuk berdiskusi menentukan capres/cawapres.

"Itu yang harus dilakukan yaitu duduk bersama karena Demokrat mau mengajukan Agus Harimurti, PKS ada sembilan nama, PAN mau Zulkifli Hasan dan Gerindra mau Prabowo, PBB mau Yusril, lalu ada satu yang menginginkan Tommy (Soerhato, red)," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (25/7).

Menariknya, muncul nama Tommy Soeharto sebagai salah satu kandidat cawapres Prabowo menunjukan bahwa Partai Berkarya kemungkinan besar akan bergabung dengan koalisi penantang Jokowi.

Mardani Ali Sera lebih lanjut mengatakan PKS mau menurunkan tensi apabila parpol lainnya melakukan hal yang sama termasuk kalau nanti muncul nama lain, di luar yang selama ini dibicarakan.

Tommy Soeharto
Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Tommy Soeharto (ketiga kiri) didampingi Ketua Umum Neneng A Tuti (kedua kiri), Ketua Dewan kehormatan Muchdi PR (kanan) ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

Menurut dia, PKS tetap mengajukan sembilan nama sebagai capres ataupun cawapres, namun untuk sosok Ahmad Heryawan (Aher) dan Salim Assegaf Al Jufrie punya catatan khusus.

"Kami tetap sembilan nama, namun belum tahu kalau keputusan Majelis Syuro berubah, kalau Aher menguat karena sukses memimpin di Jawa Barat. Lalu Ustad Salim Assegaf punya kekuatan untuk menyolidkan dan mengambil massa religius," ujarnya.

Mardani sebagaimana dilansir Antara mengaku dirinya mendapatkan informasi bahwa Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengajukan nama Salim Assegaf diajukan sebagai capres ataupun cawapres, saat pertemuan dengan Prabowo Subianto.

Selain itu menurut dia, PKS menyambut baik pertemuan antara Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena menjadi sinyal positif.

"Kami gembira dengan pertemuan SBY-Prabowo, itu sinyal yang baik. Kalau kemarin kita sudah melihat Jokowi dengan enam parpol, pimpinannya sudah bertemu dan sinyalnya baik karena mulai mengerucut walaupun infonya ke Jusuf Kalla," katanya.

Dia meyakini ketika Demokrat bergabung dalam koalisi bersama PKS, Gerindra dan PAN maka akan berjalan efektif namun kemenangan dalam kontestasi Pemilu ditentukan soliditas kader.

Menurut dia, makin banyak pasukan belum tentu makin solid namun semakin kuat kepemimpinan pasukan, koalisi akan solid.

"Kami yakin bergabungnya SBY ke Prabowo makin menguatkan keyakinan kalau 2019 ganti presiden," katanya.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Syarief Hasan Beberkan Agenda Pertemuan SBY dengan Zulkilfi Hasan

#Mardani Ali Sera #PKS #Pilpres 2019 #Tommy Soeharto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Indonesia
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
PKS mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan penyebaran LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Indonesia
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Perdebatan mengenai posisi PDIP mencuat setelah muncul dugaan keterlibatan salah satu kader PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi mahasiswa
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Desakan PDIP Diminta Jadi Oposisi, Ini Kata Sekjen PKS
Indonesia
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Putusan MK yang mewajibkan keterwakilan 30% caleg perempuan mendapat dukungan dari PKS dan PAN. Partai yang tidak memenuhi aturan kini terancam gugur di dapil terkait.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Putusan MK soal Caleg Perempuan Didukung PKS dan PAN, Partai Bisa Gugur di Dapil
Indonesia
Guru Honorer Jangan Sampai Terbengkalai Akibat Penghapusan Tenaga Non-ASN Tahun 2026
Pemerintah perlu segera melakukan pendataan ulang terhadap tenaga non-ASN yang belum terdaftar dalam basis data BKN guna mempercepat proses administrasi penyerapan formasi ASN secara sistematis
Angga Yudha Pratama - Selasa, 12 Mei 2026
Guru Honorer Jangan Sampai Terbengkalai Akibat Penghapusan Tenaga Non-ASN Tahun 2026
Indonesia
PKS Dorong Pembahasan RUU Pemilu Transparan, Libatkan Publik Sejak Awal
PKS meminta pembahasan RUU Pemilu dilakukan secara transparan. Sebab, hal itu menyangkut kepentingan publik.
Soffi Amira - Kamis, 23 April 2026
PKS Dorong Pembahasan RUU Pemilu Transparan, Libatkan Publik Sejak Awal
Indonesia
Bamus Tetapkan Jadwal Pergantian Ketua DPRD DKI Baru 30 April 2026
DPRD berharap Gubernur Pramono Anung dapat hadir langsung dalam rapat paripurna tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
Bamus Tetapkan Jadwal Pergantian Ketua DPRD DKI Baru 30 April 2026
Indonesia
Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI, ini Alasan PKS
Suhud Alynudin diusulkan menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta. PKS pun membeberkan alasan pergantian tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI, ini Alasan PKS
Bagikan