PKS Nilai Kebijakan New Normal Sangat Berbahaya Jika Dipaksakan

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 28 Mei 2020
PKS Nilai Kebijakan New Normal Sangat Berbahaya Jika Dipaksakan

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mendesak, pemerintah tetap tidak bisa gegabah dalam memutuskan New Normal.

Pasalnya, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penularan COVID-19 bisa kita kendalikan. Menurut Mardani, pemerintah jangan mengikuti negara lain.

Baca Juga

Ini Alasan Jakarta Disebut Siap Berlakukan New Normal

"Hati-hati dalam menilai realita di lapangan. Jangan karena negara lain melakukan relaksasi, kita juga ikut-ikutaan," kata dia, dikutip dari cuitannya, Kamis (28/5).

Menurutnya, kondisi disini amat berbeda dengan negara-negara lain seperti Jepang, Singapura, Korea Selatan yang dilihat dari segi grafik sudah menurun. Sedangkan di Indonesia angkanya masih naik, itupun dengan jumlah peserta rapid/swab test yang terbatas.

"Berbahaya jika dipaksakan," tegas dia.

Mardani Ali Sera
Politikus PKS Mardani Ali Sera (Fotografer : Djo, Aziz/ PKSFoto)

Dia mempertanyakan, apakah rencana penerapan New Normal ini sudah melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda). Menurutnya, wilayah terutama yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lebih mengetahui kondisi masing-masing.

Mulai dari tingkat penyebaran virus, jumlah tes per hari, sampai ketersediaan fasilitas kesehatan. Terlebih Pemda juga tengah berjuang keras untuk memutus rantai penyebaran di wilayah masing-masing.

"Terakhir, COVID-19 merupakan krisis kesehatan dan ini yang utama. Mindset ini hrs menjadi dasar bagi pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan," kata dia.

Dia menggunakan beberapa indikator mengenai penanganan COVID-19 yang tidak berjalan secara baik.

Pemerintah, menurutnya, sejak awal masa pandemi COVID-19 terkesan meremehkan dan menolak peringatan kemungkinan virus corona sudah masuk ke Indonesia. Hal itu telah disampaikan lembaga dunia dan peneliti.

“Jadi ya begitulah lucunya rezim ini. Saya saja masih ingat ada pejabat mengatakan ‘Corona pergi dari Indonesia’, ‘COVID-19 tidak sampai ke Indonesia karena perizinannya berbelit-belit’, dan lain-lain,” tutur dia.

Alumni Universitas Indonesia itu menerankan penanganan dampak multisektoral dari pandemi COVID-19 terkesan lemah dan lambat. Pengangguran dan kemiskinan semakin meningkat karena lemahnya permasalahan data.

Baca Juga

Ini Sikap PDIP Soal Kebijakan 'New Normal' Presiden Jokowi

Pemerintah harus menjadikan survei Indobarometer itu sebagai bahan evaluasi diri agar penanganan COVID-19 lebih baik lagi. Mardani berharap Pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin menjadikan survei itu sebagai pelecut semangat untuk bekerja lebih keras lagi.

“Harusnya melibatkan para pakar/scientist dalam membuat (kebijakan) dan berbasis data). Selain itu, kurangi kebijakan yang mencla-mencle. Alur kinerja dan komunikasi harus lebih sistematis dengan rantai komando yang jelas dari pusat hingga level RT dan RW,” pungkasnya. (Knu)

#Mardani Ali Sera #Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Guru Honorer Jangan Sampai Terbengkalai Akibat Penghapusan Tenaga Non-ASN Tahun 2026
Pemerintah perlu segera melakukan pendataan ulang terhadap tenaga non-ASN yang belum terdaftar dalam basis data BKN guna mempercepat proses administrasi penyerapan formasi ASN secara sistematis
Angga Yudha Pratama - Selasa, 12 Mei 2026
Guru Honorer Jangan Sampai Terbengkalai Akibat Penghapusan Tenaga Non-ASN Tahun 2026
Indonesia
Timor Leste Resmi Gabung ASEAN, DPR: Kerja Sama Regional Makin Kuat, Indonesia di Garis Depan
Ketua BKSAP DPR menilai bergabungnya Timor Leste ke ASEAN sebagai momentum penting bagi penguatan solidaritas dan integrasi kawasan Asia Tenggara.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Oktober 2025
Timor Leste Resmi Gabung ASEAN, DPR: Kerja Sama Regional Makin Kuat, Indonesia di Garis Depan
Indonesia
Demi Tanah Abang Bangkit, Fraksi PKS Desak Pemprov DKI Jadikan Prioritas di RPJMD
Usulan ini disampaikan dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2026
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Agustus 2025
Demi Tanah Abang Bangkit, Fraksi PKS Desak Pemprov DKI Jadikan Prioritas di RPJMD
Indonesia
PKS: Bendera One Piece Bukan Anarkis, Itu Kritik Kreatif
Rakyat Indonesia, terutama generasi muda, adalah kelompok yang cerdas dan punya kepekaan terhadap situasi yang terjadi
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 05 Agustus 2025
PKS: Bendera One Piece Bukan Anarkis, Itu Kritik Kreatif
Indonesia
Geger Bendera Bajak Laut One Piece Jelang HUT RI, Mardani: Nikmati Saja
Rakyat itu cerdas dan punya hati
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Agustus 2025
Geger Bendera Bajak Laut One Piece Jelang HUT RI, Mardani: Nikmati Saja
Indonesia
Legislator Ungkap Keuntungan dari Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal
Selain itu, pemisahan pemilu juga dinilai akan memperkuat otonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 Juli 2025
Legislator Ungkap Keuntungan dari Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal
Indonesia
Banjir Jakarta Parah Sampai 2,7 Meter! Mardani Tegaskan Solusi Banjir Bukan Sekadar Tambal Sulam
Politisi PKS ini mendorong pemerintah untuk menyusun peta jalan penanganan banjir yang jelas, solusinya teruji, dan pembagian anggarannya transparan dengan pola multi-tahun
Angga Yudha Pratama - Kamis, 10 Juli 2025
Banjir Jakarta Parah Sampai 2,7 Meter! Mardani Tegaskan Solusi Banjir Bukan Sekadar Tambal Sulam
Indonesia
Abdul Kharis Almasyhari Jadi Ketua Fraksi PKS DPR
Hal itu diketahui saat Presiden PKS periode 2025-2030 Almuzammil Yusuf menghadiri rapat pleno fraksi PKS di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/6) kemarin.
Frengky Aruan - Kamis, 26 Juni 2025
Abdul Kharis Almasyhari Jadi Ketua Fraksi PKS DPR
Indonesia
Polemik Visa Haji Furoda 2025, PKS Minta Pemerintah Ambil Kuota Negara Lain
Tidak terbitnya visa haji furoda dinilai merugikan merugikan calon jemaah haji yang sudah membayar dan siap berangkat.
Frengky Aruan - Sabtu, 07 Juni 2025
Polemik Visa Haji Furoda 2025, PKS Minta Pemerintah Ambil Kuota Negara Lain
Indonesia
Prabowo Subianto Bakal Hadiri Pembukaan Konferensi PUIC 2025, Fokus Tata Kelola Pemerintahan
Pesannya sama, Indonesia siap menjadi negara penghubung bagi semua, menuju kemakmuran dan perdamaian bersama
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Mei 2025
Prabowo Subianto Bakal Hadiri Pembukaan Konferensi PUIC 2025, Fokus Tata Kelola Pemerintahan
Bagikan