PKS Jabar Bantah Minta Uang Miliaran Rupiah ke Brigjen Pol Siswandi
ilustrasi. (Foto: ANTARA)
MerahPutih.com - Ketua DPD PKS Kota Cirebon, Karso membantah pernyataan bakal calon wali kota Cirebon Brigjen Pol Siswandi soal dimintai mahar politik. Menurut Karso, pihaknya tidak pernah menerima uang dari pihak manapun.
Bantahan tersebut disampaikannya seusai memberikan keterangan kepada Panwaslu Kota Cirebon dan tim penegakkan hukum terpadu atau (Gakkumdu).
"Saya sama sekali tidak tahu urusan itu (permintaan mahar)," katanya di Kantor Panwaslu Kota Cirebon Jalan Penamparan, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (16/1).
Saat wartawan mencecarnya terkait kemungkinan ada oknum DPD PKS yang meminta mahar, Karso pun lagi-lagi mengaku tidak tahu.
Sebelumnya, PKS telah mengeluarkan bantahan terkait pernyataan Brigjen Pol Siswandi soal dimintai mahar politik hingga miliaran rupiah. PKS telah melakukan investigasi internal.
"Kami telah melakukan investigasi kepada semua pihak di internal PKS yang terlibat dalam proses penerbitan SK untuk Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cirebon," ujar Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/1).
Menurut Abdul Hadi, PKS Jawa Barat tidak pernah merekomendasikan pasangan Siswandi-Euis Fetty Fatayati untuk maju sebagai pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Cirebon. Sementara itu, pihak pasangan Siswandi-Euis mengklaim mendapat dukungan dari koalisi umat, yaitu PKS, PAN, dan Partai Gerindra.
"Sepanjang catatan kami, DPW PKS Jawa Barat tidak pernah memproses nama Siswandi-Euis. Dan DPP PKS mustahil memproses nama yang tidak diajukan secara resmi oleh DPW," jelasnya. (*)
Berita ini berdasarkan laporan Mauritz, kontributor Merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya di: Gagal Maju Pilwalkot Cirebon, Siswandi: Terimakasih PKS Sudah Menzalimi Saya
Bagikan
Berita Terkait
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
PKS Solo Kukuhkan Pengurus, Serukan Koalisi Beretika dan Bermartabat
Profesor BRIN Perkirakan Ukuran Meteor Cirebon 3-5 Meter, Pastikan Tidak Berbahaya
Pastikan Bukan Fenomena Hujan Meteor, BRIN Imbau Warga Cirebon Tidak Perlu Panik
BRIN Pastikan Meteor yang Lewati Cirebon Jatuh di Laut Jawa
Evaluasi Masih Bobrok, Legislator PKS Ingatkan MBG Berpotensi Jadi 'IKN Jilid 2'