Pj Heru Diminta Copot Sekda DKI
Pj Gubernur DKI Heru Budi bersama Sekda DKI Joko Agus Setyono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (28/7). ANTARA/Siti Nurhaliza
MerahPutih.com - Pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Joko Agus Setyono yang menyebut pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) dan Taman Ismail Marzuki (TIM) sudah salah sejak awal mendapatkan kritikan tajam dari anggota DPRD DKI, Suhud Aliyudin.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai pernyataan Sekda Joko menyakiti hati anggota DPRD DKI. Pasalnya, pembangunan JIS dan TIM telah dilakukan pembahasan panjang oleh Legislatif Kebon Sirih.
Baca Juga
"Saya kira kenapa karena pembangunan di Jakarta sudah melalui proses yang panjang dan dilakukan seluruh stakeholder yang terkait mulai dari pengusulan, pembahasan, perencanaan, penganggaran, dan sampai pelaksanaan," paparnya di Jakarta, Jumat (4/8).
"Dan setelah pelaksanaan pun itukan diaudit dan hasilnya sudah sama-sama kita ketahui kinerja pemprov sangat baik WTP," sambungnya.
Oleh karena itu, ia meminta Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk mengevaluasi Sekda DKI hingga dilakukan pencopotan jabatannya, karena pernyataannya acap kali menimbulkan polemik.
Baca Juga
Pj Heru Berterima Kasih kepada Para Pendahulunya yang Sudah Bangun JIS
"Untuk itu dalam kesempatan ini saya meminta pak Pj gubernur utk mengevaluasi pak sekda. Dan jika perlu diganti dengan yang lebih kompeten," tutupnya.
Sebelumnya, Sekda DKI Jakarta, Joko Agus Setyono mengatakan, bahwa pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) dan Taman Ismail Marzuki (TIM) sudah salah sejak awal.
Hal itu dikatakan Sekda Joko ketika menghadiri Rapat Badan Anggaran di DPRD DKI Jakarta pada Kamis (3/8) malam.
"Terkait dengan masalah pengelolaan di TIM, JIS, Equestrian, dan Velodrome, memang saya mengakui bahwa ini salah sejak lahir," ujarnya. (Asp).
Baca Juga
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Buah Bekas Gigitan Kelelawar Bawa Ancaman Kematian, Bisa Jadi Inang Utama Virus Nipah
Teknologi Sensor Kebauan RDF Rorotan Jalani Kalibrasi Lapangan, Sensor Dipastikan Tetap Akurat
Sentra Kuliner Lenteng Agung Diserbu 'Rojali' Sang Pendongkrak Ekonomi
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target