Pikir Dua kali untuk Tato di Mata
Banyak merugikan ketimbang manfaatnya tato di mata. (Foto: freepik/wirestock)
VIRAL video tato di mata pada salah satu platform streaming, membuat sejumlah orang mempertanyakan seperti apa rasa sakit dari membuat tato di mata. Tato di mata memang menjadi salah satu bentuk seni modifikasi tubuh. Namun, melihatnya saja sudah merasa ngeri!
Tato di mata atau dikenal juga dengan istilah sclera tattoo tentu berbeda dengan tato tradisional yang biasa dilakukan di bawah permukaan kulit.
Baca Juga:
Dilansir dari laman Allure, dalam sclera tattoo, seorang seniman tato akan menyuntikkan tinta di area bawah konjungtiva (selaput bening yang menutupi bagian depan mata) dan di atas sklera (bagian putih mata).
Prosedur ini dikembangkan sekitar lebih dari satu dekade lalu oleh seniman modifikasi tubuh, Luna Cobra. Hingga saat ini, Cobra telah menato ratusan mata. Kendati demikian, bukan berarti Cobra merasa nyaman karena telah menato ratusan mata. Setiap klien yang datang dan memintanya untuk membuatkan tato mata kerap membuatnya waswas.
"Saya benar-benar khawatir terhadap klien saya. Saya akan menelpon mereka selama berhari-hari untuk
memastikan mereka baik-baik saja," ujar Cobra. Cobra sadar ada bahaya di balik tato mata yang mengintai.
Ahli optamologi Bascon Palmer Eye Institute Kendall E Donaldson mengatakan zat yang disuntikkan ke lapisan mata bisa menyebabkan peradangan kronis pada dinding mata. Efek samping yang lebih parah bisa terjadi jika penyuntikan dilakukan pada tempat yang salah. Hal tersebut bisa membuat jarum melubangi mata dan tinta masuk ke dalam bola mata itu sendiri.
"Ini dapat menyebabkan ablasi retina, infeksi, dan kerusakan permanen pada sel-sel di dalam mata, hingga kehilangan penglihatan," ujar ahli optamologi lainnya, Ilyse Haberman.
Dalam American Journal of Ophthalmology Case Reports menemukan adanya potensi bahaya penetrasi bola mata dalam prosedur sclera tattoo. Kesimpulan tersebut dibuat setelah dilakukan penelitian menggunakan dua kasus tato mata dan sejumlah tinjauan literatur dari kasus-kasus sebelumnya yang pernah diteliti. Mereka menemukan bahwa orang yang menjalani prosedur sclera tattoo berisiko mengalami penetrasi bola mata.
"Kami memperingatkan pasien yang menjalani prosedur sclera tattoo karena bahaya yang sangat nyata. Kami menyarankan pasien untuk segera mencari bantuan medis atas segala efek samping yang muncul," tulis laporan tersebut. Peneliti mencatat beberapa efek samping yang mungkin terjadi, berikut di antaranya:
1. Iritasi
2. Kemosis konjungtiva atau peradangan pada mata yang terjadi saat lapisan dalam kelopak mata
membengkak
3. Episkleritis atau peradangan pada jaringan tipis di antara sklera dan konjungtiva yang bisa memicu
mata merah, bengkak, berair, dan munculnya benjolan kecil
4. Masalan pada endotel kornea
5. Glaukoma sekunder atau gangguan saraf pada mata
6. Ablasio retina atau kondisi saat retina terlepas dari bagian belakang mata
7. Infeksi
8. Kebutaan.
Baca Juga:
Model asal Kanada Catt Gallinger adalah salah satu orang yang melakukan prosedur sclera tattoo. Seorang seniman tato menyuntikkan warna ungu pada matanya. Namun, Gallinger mengalami komplikasi serius. Mulai dari sakit mata, bengkak, keluarnya cairan berwarna ungu dari mata, hingga penglihatan yang kabur.
Mengutip Live Science, ada banyak kesalahan selama prosedur membuat tato di mata. Misalnya,seniman terlalu menggunakan banyak pigmen, menyuntikkan tinta terlalu dalam, menggunakan jarum yang terlalu besar, atau menggunakan tinta yang salah.
Dalam kasus Gallinger, seniman menyuntikkan terlalu banyak tinta, menggunakan jarum yang besar, menyuntik terlalu dalam, dan tidak mengencerkan tinta dengan garam sesuai kebutuhan. Lalu, Gallinger mendapatkan antibiotik, steroid, dan obat-obatan untuk mengatasi sakit matanya. Dokter mengatakan bahwa penglihatan Gallinger tidak akan bisa kembali normal di area mata yang bertato.
Kasus yang lebih parah ditemukan pada pria 24 tahun yang harus menjalani operasi pengangkatan bola mata akibat prosedur sclera tattoo yang gagal. Dalam kasus ini, tinta disuntikkan terlalu dalam ke matanya.
Hal itu memicu infeksi bakteri dari tinta yang terkontaminasi. Maka, obat-obatan tak mampu mengatasi rasa sakit yang diderita. Akibatnya, ia terpaksa harus menjalani operasi pengangkatan bola mata. Setelah bola mata dikeluarkan, para dokter menemukan bahwa bagian retina mata terkena tinta tato. (DGS)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya