Petani Tebu Ancam Unjuk Rasa di Jakarta
Ilustrasi petani tebu. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
MerahPutih.com - Petani tebu mengancam melakukan aksi unjuk rasa karena menganggap kebijakan pemerintah merugikan petani tebu.
"Alasan hingga petani tebu berencana melakukan unjuk rasa, karena sejumlah upaya yang dilakukan belum juga membuahkan hasil," kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) M Nur Khabsyin seperti dilansir dari Antara di Kudus, Jumat (18/8).
Padahal, lanjut dia, sebelumnya sudah menempuh jalan diplomasi dalam menyampaikan aspirasi, keluhan, jeritan, dan permasalahan petani tebu kepada pengambil kebijakan di Jakarta.
Akan tetapi, lanjut dia, hingga kini belum ada hasil yang diharapkan, sehingga melalui pertemuan yang digelar hari ini (15/8) di Surabaya bersama pengurus DPD dan DPC APTRI se-Indonesia disepakati untuk mengadakan unjuk rasa.
Rencananya, kata dia, unjuk rasa akan digelar pada 28 Agustus 2017 di Jakarta.
Sementara aksi permulaan, kata dia, digelar dengan memarkir truk tebu di tepi jalan utama di setiap pabrik gula pada tanggal 24 Agustus 2017.
Aksi memarkir kendaraan tersebut, rencananya untuk wilayah Jateng akan digelar di Kabupaten Pati, Sragen, Tegal, dan Brebes.
Melalui penyampaian aspirasi secara terbuka tersebut, diharapkan pemerintah dalam mengambil kebijakan agar berpihak kepada petani tebu dan pergulaan nasional.
Petani tebu juga menuntut agar gula tani dibeli dengan harga Rp 11 ribu per kilogram dengan mempertimbangkan hasil rata-rata lelang tahun lalu serta mempertimbangkan biaya pokok produksinya yang mencapai Rp 10.600 per kg.
Tuntutan lainnya, yakni meminta peredaran gula impor di pasaran juga dihentikan. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Simulasi Baru Polri Dinilai Jadi Langkah Positif Transformasi Penanganan Unjuk Rasa
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Aksi Unjuk Rasa Emak-emak Tolak MBG di Depan Gedung Badan Gizi Nasional Jakarta
Buruh Kepung Gedung MPR/DPR Hari ini (22/9), Tolak Upah Murah dan Minta Sistem Outsourcing Dihapus
Soroti Kriminalisasi Usai Aksi 25 Agustus, Legislator PDIP: Ancaman Serius bagi Demokrasi
Sempat Dilaporkan Hilang setelah Demo di Jakarta, 2 Pemuda Akhirnya Ditemukan dan Minta Maaf
Demo Ojol 17 September 2025 di Istana dan DPR, Massa Tuntut Pencopotan Menteri Perhubungan
Aksi Unjuk Rasa Tuntut Sahkan RUU Perampasan Aset di Depan Gedung DPR
Kondisi Nepal Memanas akibat Kerusuhan, Kemlu Jamin 134 WNI Tak Ada yang Jadi Korban
[HOAKS atau FAKTA]: Stasiun TV Dilarang Tayangkan Aksi Unjuk Rasa karena Mengandung Unsur Kekerasan