Pesut Mahakam, Mamalia yang Hampir Punah asal Kalimantan Timur

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 13 Agustus 2024
Pesut Mahakam, Mamalia yang Hampir Punah asal Kalimantan Timur

Pesut Mahakam hidup di perairan tawar. (foto: dok/pigijo.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM – KALIMANTAN Timur memiliki berbagai hewan langka, salah satunya yakni pesut mahakam (Orcaella brevirostris). Pesut ini ialah mamalia akuatik sejenis lumba-lumba yang hidup di perairan tawar. Pesut mahakam memiliki daerah sebaran yang sangat terbatas di Indonesia. Satwa ini merupakan satu-satunya jenis lumba-lumba yang ditemukan hidup di perairan tawar.

Seperti disebut dalam Forestation FKT UGM, sesuai dengan namanya, habitat dari pesut ini berada di Sungai Mahakam yang ada di Provinsi Kalimantan Timur. Hal itulah yang membuat pesut mahakam ini dikategorikan sebagai satwa endemis dari Provinsi Kalimantan Timur.

Populasi pesut mahakam ini terisolasi di Sungai Mahakam dan tidak menyebar merata di seluruh bagian sungai. Keberadaanya terkonsentrasi di bagian tengah Sungai Mahakam. Sayangnya, jumlah pesut mahakam dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan.

Berdasarkan beberapa penelitian, populasi pesut mahakam saat ini dilaporkan hanya sekitar 80 ekor. International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan pesut mahakam ke daftar critically endangered (sangat terancam punah) dan masuk Appendix I pada CITES.

Baca juga:

Bahasa Daerah Kalimantan Timur yang Masih Dipakai Sehari-hari

Penurunan jumlah populasi pesut mahakam disebabkan beberapa ancaman. Ancaman yang utama yaitu penyusutan habitat. Penyusutan habitat yang terjadi merupakan dampak dari adanya aktivitas manusia. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi menyebabkan degradasi habitat dan hilangnya habitat bagi banyak spesies. Selain itu, perubahan kualitas air sungai juga terjadi akibat dari pembangunan secara langsung dan tidak langsung. Hal tersebut dapat memengaruhi pesut mahakam.

Ancaman lain terhadap kelestarian pesut mahakam ialah kematian yang disebabkan jaring nelayan. Hal itu disebabkan pesut mahakam memiliki kecenderungan untuk memangsa ikan-ikan yang terjerat di jaring nelayan. Ikan yang terperangkap tentunya lebih mudah dimangsa pesut mahakam. Namun, risiko besar yang dihadapi ketika memangsa ikan di jaring nelayan ini ialah mereka bisa ikut terjerat oleh jaring itu.

Apabila terjerat dan tidak mampu melepaskan diri lagi, pesut mahakam akan mati karena tidak bisa ke permukaan untuk bernapas.(far)

Baca juga:

Festival Mahakam, Pesona Pesta Seni di Tepi Sungai

#Kalimantan Timur
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Indonesia
Pakai Narkoba Sabu, Anggota Brimob Polda Kaltim Dipecat Kesatuannya
Bripka Dedy Wiratama yang bertugas sebagai Bintara Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim terbukti melanggar Kode Etik Profesi Polri berupa penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
Pakai Narkoba Sabu, Anggota Brimob Polda Kaltim Dipecat Kesatuannya
Indonesia
PHK Massal Ancam Pekerja Tambang di Kaltim, Pemprov Dorong Pemangkasan Jam Lembur
Potensi pekerja tambang yang terdampak kebijakan efisiensi atau PHK bisa mencapai 1.500 orang.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
PHK Massal Ancam Pekerja Tambang di Kaltim, Pemprov Dorong Pemangkasan Jam Lembur
Indonesia
Cuci Duit Bandar Narkoba Kaltim, Perwira Menengah Polisi Ditangkap Bareskrim
Penyidik membawa Deky ke Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, untuk pemeriksaan lebih lanjut
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Cuci Duit Bandar Narkoba Kaltim, Perwira Menengah Polisi Ditangkap Bareskrim
Indonesia
Bareskrim Polri Bongkar Kampung Narkoba di Samarinda, Kaltim, Sempat Nyaru Jadi Pembeli
Dalam operasi gabungan tersebut, polisi menangkap 13 tersangka yang memiliki peran berbeda.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Bareskrim Polri Bongkar Kampung Narkoba di Samarinda, Kaltim, Sempat Nyaru Jadi Pembeli
Indonesia
BGN Evaluasi MBG di Kaltim, 38 SPPG Belum Punya IPAL
BGN mengevaluasi program MBG di Kalimantan Timur. Sebanyak 38 SPPG diketahui belum memiliki IPAL.
Soffi Amira - Minggu, 26 April 2026
BGN Evaluasi MBG di Kaltim, 38 SPPG Belum Punya IPAL
Indonesia
Gas Bumi Jumbo Ditemukan di Blok Ganal Kaltim, Potensinya Sampai 5 Triliun Kaki Kubik
Temuan ini memiliki potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas bumi serta 300 juta barel kondensat.
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Gas Bumi Jumbo Ditemukan di Blok Ganal Kaltim, Potensinya Sampai 5 Triliun Kaki Kubik
Indonesia
KPK Pantau Isu Mobil Dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud Rp 8,5
Rudy Mas'ud disorot publik akibat pernyataannya bahwa pengadaan mobil dinas seharga Rp8,5 miliar itu dilakukan demi menjaga marwah Kalimantan Timur.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Februari 2026
KPK Pantau Isu Mobil Dinas Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud Rp 8,5
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan hingga Sangat Lebat Guyur Sebagian Provinsi di Indonesia Kamis, 12 Februari 2026, Dipicu Sirkulasi Siklonik
BMKG juga mengingatkan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem di Kalimantan Timur, bisa memicu bencana hidrometeorologi
Frengky Aruan - Kamis, 12 Februari 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan hingga Sangat Lebat Guyur Sebagian Provinsi di Indonesia Kamis, 12 Februari 2026, Dipicu Sirkulasi Siklonik
Indonesia
Kaltim Raih Penghargaan Penurunan Stunting Terbaik di Rakornas 2025, Gibran: Kuncinya Sinergi Pusat dan Daerah
Wapres Gibran Rakabuming Raka membuka Rakornas Stunting 2025 dan menegaskan pentingnya sinergi pusat-daerah untuk mencapai target 14,2% pada 2029. Kaltim raih penghargaan terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 November 2025
Kaltim Raih Penghargaan Penurunan Stunting Terbaik di Rakornas 2025, Gibran: Kuncinya Sinergi Pusat dan Daerah
Indonesia
KPK Duga Putri Mendiang Eks Gubernur Kaltim Awang Faroek Kerap Minta Suap
Dayang Donna bernegosiasi terkait uang suap dengan calon pemberi suap sebelum perpanjangan IUP direspons ayahnya Awang Faroek Ishak selaku Gubernur Kaltim saat itu.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 September 2025
KPK Duga Putri Mendiang Eks Gubernur Kaltim Awang Faroek Kerap Minta Suap
Bagikan