Merahputih.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Marsudi Syuhud menyampaikan rasa syukur karena bangsa Indonesia telah melewati masa-masa kampanye yang menguras tenaga dan pikiran, serta perasaan yang kadang membuat situasi panas.
Untuk menyikapi hal tersebut, dia mengajak seluruh masyarakat tetap dingin, damai, dan mendahulukan kemaslahatan bersama.
BACA JUGA:
Harga Beras Melonjak, Menteri Tito Minta Masyarakat Makan Jagung Atau Sukun
Terkait dengan hasil penghitungan cepat sebagai pertanda kemenangan, Marsudi mengingatkan agar seluruh pihak tetap bersikap sewajarnya tanpa berlebihan.
"Bagi yang belum bisa menerima hasil hitung cepat sebagai pertanda kemenangan, masih banyak waktu untuk menunggu real count oleh KPU," ujar Marsudi Syuhud seperti dikutip Antara, Kamis (14/2).
Ia berharap agar pihak yang belum bisa menerima hasil penghitungan cepat bisa terus melakukan berbagai hal positif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia sebagai negara hukum.
Baca Juga:
Sebagian Logistik di Jakarta Utara Terendam Banjir, Disarankan ada Pemilu Susulan
Hal tersebut, karena inti bernegara yang mutamaddin dan berbudaya ketimuran, yaitu berpegang pada hukum yang telah disepakati. Dengan demikian, apabila ada yang menganggap kekurangan dan kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu, jalur hukum terbuka lebar untuk ditempuh.
"Tempuhlah jalur hukum ini dan ke depan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang beradab dan maju," tutur Marsudi.
Baca Juga:
18 TPS di Jakarta Utara Gelar Pemilu Susulan akibat Banjir
Marsudi menekankan, bangsa Indonesia telah berusaha keras untuk mencari pemimpin terbaiknya. "Sambil menunggu real count, tetap sabar dan melakukan hal-hal positif untuk bangsa kita," ujar Marsudi.