Perubahan Menstruasi Bisa Jadi Efek Samping Jangka Pendek Vaksin COVID-19
Survei efek samping pada siklus menstruasi digunakan para anti-vaksin untuk menyebarkan hoaks tentang plot sterilisasi oleh elit global. (Foto: 123RF/fadhliadnan)
SEBELUM mendapatkan vaksin COVID-19, kamu mungkin akan diperingatkan tentang kemungkinan efek samping: demam, sakit kepala, lengan pegal selama satu atau dua hari setelahnya. Perubahan siklus menstruasi tidak akan muncul di daftar.
Namun, perempuan di seluruh dunia sudah mulai bertanya-tanya secara daring apakah menstruasi datang lebih awal, banyak atau menyakitkan mungkin merupakan reaksi yang tidak terdaftar sebagai efek samping suntikan tersebut.
Dr Kate Clancy, seorang antropolog medis, berbagi di Twitter pengalamannya selama periode yang sangat berat setelah vaksin Moderna, dan menerima lusinan akun mengatakan tanggapan serupa. Bersama mantan kolega Dr Katharine Lee, ia kemudian meluncurkan survei yang mendokumentasikan pengalaman orang-orang.
Secara umum, belum diketahui apakah vaksin menyebabkan perubahan tersebut karena belum dipelajari. Mungkin saja perempuan pascavaksinasi lebih cenderung melihat atau mengaitkan perubahan itu, terutama setelah mendengar tentang pengalaman orang lain.
Baca juga:
Namun,i Dr Victoria Male, ahli imunologi reproduksi di Imperial College London, mengatakan beberapa perempuan yang telah melewati menopause, dan orang yang menggunakan hormon yang menghentikan menstruasi, telah melaporkan pendarahan seperti menstruasi. Jadi ia juga cenderung curiga mungkin ada reaksi fisik yang terjadi.
Sejumlah pria trans dan perempuan pascamenopause yang biasanya tidak menstruasi menghubungi Drs Clancy dan Lee yang mengatakan bahwa mereka mengalami pendarahan setelah suntikan vaksin.
Selain itu, meskipun hubungannya belum terbukti, ada alasan logis mengapa vaksin dapat menyebabkan perubahan pada menstruasi. Meskipun demikian, perubahan tersebut tidak perlu dikhawatirkan, kata dokter spesialis reproduksi. Meskipun menstruasi yang menyakitkan atau tidak terduga bisa membuat stres, efek samping tersebut bukan tanda bahaya untuk jangka panjang.
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya