Parenting

Persiapan Berkeluarga Bisa Dimulai Sejak Remaja

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 29 Juni 2022
Persiapan Berkeluarga Bisa Dimulai Sejak Remaja

Persiapan untuk berkeluarga perlu dimulai ketika seseorang memasuki usia remaja. (Foto: Pexels/Trung Nguyen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERSIAPAN untuk berkeluarga perlu dimulai ketika seseorang memasuki usia remaja. Itu dipaparkan oleh Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKBBN) Irma Ardiana.

"Boleh dikatakan, persiapan perlu dimulai sejak remaja. Artinya, dalam hal untuk kesehatan biologisnya," jelas Irma dalam webinar Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi seperti yang dikutip dari laman Antara.

Baca Juga:

Survei: Jomlo Tertekan oleh Masyarakat Ketimbang Keluarga

persiapan perlu dimulai sejak remaja, dalam hal untuk kesehatan biologis (Foto: pixabay/hoahoa111)

Ketika kesehatan reproduksi sudah siap, maka kelak mereka akan dapat menghasilkan anak-anak yang tumbuh kembangnya sesuai dengan tolok ukur yang ada.

Irma mengatakan, bahwa BKKBN mempunyai program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi generasi muda, yang disebut sebagai Salam Genre atau Genreasi Berencana. Program itu merupakan bentuk upaya menyemangati mereka agar tidak melakukan seks bebas, tidak menikah dini dan tidak menggunakan narkoba.

"Ini adalah semacam gerakan ajakan dan kita juga membangun semacam pola komunikasi antara remaja dan orang tuanya," jelas Irma.

Kemudian, Irma menjelaskan bahwa persiapan berkeluarga semakin penting ketika seseorang sudah menjadi calon pengantin. Dalam tahap ini, pasangan calon pengantin perlu mendapat pembekalan yang lebih intens, termasuk bagaimana mereka merencanakan kehidupan berkeluarganya.

Baca Juga:

Pentingnya Keluarga Sebagai Pondasi Utama di Masa Pandemi COVID-19

remaja
BKKBN mempunyai program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi generasi muda (Foto: Pexels/Do Hieu)

Menurut Irma, ada delapan konsep fungsi keluarga yang harus dipahami. Yaitu fungsi reproduksi, kasih sayang, proteksi, keagamaan, sosial budaya, sosialisasi, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan.

"Kita sangat meyakini bahwa keluarga ini adalah tempat pertama dan utama dalam hal termasuk pendidikan untuk anak dan pengasuhan. Pola asuh yang tepat dari orang tua akan dapat membentuk anak yang hebat dan berkualitas di masa depan," tegas Irma.

Lebih lanjut Irma menambahkan, delapan fungsi keluarga itu ditanamkan oleh BKKBN dalam sejumlah program yang menyasar balita, remaja hingga lansia. (Ryn)

Baca Juga:

Tips Ciptakan Momen Liburan Keluarga yang Menyenangkan dan Bebas Khawatir

#Parenting #Keluarga #BKKBN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Indonesia
Bahaya Flexing Bikin Kalap! KPK Ingatkan Gaya Hidup Mewah Keluarga Picu Korupsi
: KPK beri peringatan tegas bahaya flexing dan gaya hidup mewah keluarga yang berpotensi memicu korupsi. Cek rincian program Keluarga Berintegritas!
Wisnu Cipto - Selasa, 20 Oktober 2026
Bahaya Flexing Bikin Kalap! KPK Ingatkan Gaya Hidup Mewah Keluarga Picu Korupsi
Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Bagikan