Pernah Dapat Grasi Presiden, Big Bos Narkoba Ini Akhirnya Meninggal
Barang bukti sabu-sabu. (MP/Teresa Ika)
MerahPutih.com - Bandar Besar Sabu-sabu berinisial BOB tewas usai diberondong timah panas. Ia ditembak oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi DIY (BNNP) karena berusaha kabur dalam perjalanan menuju Yogyakarta. BOB adalah tersangka pengedar sabu-sabu yang diciduk petugas dari Jakarta.
Kabid Brantas BNNP DIY AKBP Mujiyana menjelaskan, di tengah perjalanan, BOB meminta buang air kecil. Petugas kemudian mengizinkan ia kencing di tengah semak-semak di daerah Gamping, Sleman. Usai Kencing, BOB malah mencoba kabur.
"Kondisi saat itu gelap karena masih subuh. Petugas sudah mengeluarkan tembakan tiga kali. Tapi nggak digubris. Terpaksa petugas menembaknya supaya nggak lari," jelasnya saat jumpa pers di kantornya di Yogyakarta, Rabu (25/10).
Akibatnya, BOB langsung tewas di lokasi karena tertembak di bagian dadanya.
Mujiyana menjelaskan bahwa BOB adalah pemasok sabu-sabu terbesar di DIY. Setiap bulan, ia bisa menjual sabu-sabu sebesar 3 kilogram. Barang haram tersebut diambil BOB dari Bireum, Aceh. Barang itu bawa ke Jakarta lewat transportasi darat. Sebagian diedarkan ke Jakarta dan sebagian lainnya disebar di Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Kalimantan.
"Dia mengedarkan sabu-sabu melalui agennya, R yang berada di Magelang. Omzetnya sekitar Rp 4,5 miliar perbulan," tutur Mujiyana.
Namun, aksinya berhenti usai BNN menangkapnya pada selasa 24 Oktober 2017 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Petugas berhasil mencium big bos jaringan sabu-sabu Jakarta ini usai meringkus R sang pengedar.
Sepak terjangnya tak main-main, BOB adalah residivis narkoba. Ia pernah ditangkap Polda DIY tahun 2000 dengan barang bukti 10 kilogram ganja, 100 gram sabu-sabu dan ratusan butir pil ekstasi serta serbuk putaw.
Ia kemudian dihukum seumur hidup di Lapas Wirogunan. tahun 2003, Bob dipindah ke Nusa Kambangan, Cilacap. beuntung tahun 2009, ia dapat grasi dari presiden sehingga 2013 ia bisa menghirup udara bebas. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Buya Syafii: Anies Harus Lebih Hati-hati Bicara Hal Sensitif
Bagikan
Berita Terkait
Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran Ganja 9,4 Kg, 3 Orang Berhasil Diamankan
BNN Ungkap 4,11 Juta Penduduk Indonesia Terpapar Narkoba pada 2025
Di Hadapan Komisi III DPR, BNN Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Whip Pink bagi Generasi Muda
Marak Disalahgunakan, DPR Desak Penjualan Whip Pink Diperketat
Tren Mabuk Gas Tertawa Whip Pink, Ternyata Bahayanya Luar Biasa
Satnarkoba Polresta Solo Sita 1 Kilogram Sabu dari Jaringan Lintas Provinsi
DPRD DKI Bahas Raperda P4GN, Pramono Tegaskan Komitmen Pemberantasan Narkoba
DPRD DKI Usulkan Cabut Izin Permanen Tempat Hiburan Malam Terkait Narkoba
Bahan Baku Lab Narkoba Apartemen Pluit Impor dari India, Bos Besarnya Masih di Luar Negeri
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi