MerahPutih.com - Terdakwa Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024, Nadiem Anwar Makarim, menjalani sidang kasus dugaan korupsi Chromebook di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Senin (4/5), dengan kondisi fisik lemah dan menggunakan alat infus di tangan.
Dalam persidangan, Nadiem mengaku masih dalam perawatan rumah sakit untuk persiapan operasi atas penyakit yang dideritanya.
“Walaupun dokternya tidak merekomendasikan saya untuk keluar, tetapi karena kebutuhan sidang dan saya tidak diperkenankan hadir lewat Zoom, jadi saya hadir di sini untuk memastikan proses persidangan tidak tertunda,” kata Nadiem di muka sidang, Senin (4/5).
Baca juga:
Tim Pengacara Nadiem Kompak Mangkir Sidang, JPU Tidak Tahu Alasannya
Permintaan Sidang Virtual Ditolak Majelis Hakim
Awalnya, Nadiem berharap agar sidang berikutnya bisa dilakukan melalui Zoom. Namun, Hakim Ketua Purwanto Abdullah menegaskan majelis akan melihat kondisi pascaoperasi terlebih dahulu.
Majelis hakim beralasan jika status tahanan Nadiem kembali dibantarkan, maka sidang pemeriksaan tidak bisa dilakukan, bahkan melalui Zoom.
“Jika status terdakwa posisinya dibantarkan, kami tidak akan melakukan pemeriksaan walaupun melalui Zoom,” tutur Hakim Ketua, dilansir Antara
Sebelumnya, sidang pemeriksaan kasus ini sempat ditunda dua kali karena Nadiem sakit dan dirawat. Status tahanannya dibantarkan sejak 25 April hingga 3 Mei 2026.
Baca juga:
Hasil MRI Nadiem Makarim Buruk, Hakim Tipikor: Jangan Dipaksakan Hadir
Dakwaan Korupsi Rp 2,18 Triliun
Nadiem didakwa melakukan korupsi dalam program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) tahun anggaran 2019–2022. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp2,18 triliun, terdiri dari Rp1,56 triliun terkait program digitalisasi pendidikan dan Rp621,39 miliar akibat pengadaan CDM yang dinilai tidak diperlukan.
Jaksa menyebut Nadiem menerima uang sebesar Rp809,59 miliar dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) melalui PT Gojek Indonesia. Dana tersebut sebagian besar bersumber dari investasi Google senilai USD 786,99 juta. (*)