Perlunya Manajemen Pengelolaan Sampah

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 06 September 2019
Perlunya Manajemen Pengelolaan Sampah

Mengelola sampah menjadi pekerjaan bersama. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KESADARAN menjaga kebersihan lingkungan memang masih minim pada masyarakat Indonesia. Terbukti masih saja ada masalah sampah yang mengotori lingkungan. Tak hanya saluran air dan sungai saja, namun juga lahan-lahan di sekitar pemukiman.

Kesadaran menjaga kebersihan memang harus ditumbuhkan, sejalan dengan kehadiran manajemen pengelolaan sampah yang baik. Hal ini yang kemudian memicu Kelompok 36 PKM FEB Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, merasa perlu untuk turun tangan. Seperti yang mereka lihat di desa Bagoang, Jasinga yang masyarakatnya masih minim sadar perlunya menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga:

Seberapa Lama Sih Sampah-Sampah Ini Bisa Terurai?

sampah
Sampah harus dikelola dengan baik dengan salah satu solusinya bank sampah. (Foto: MP/Radmila)

Anak-anak muda ini berkomitmen dan memfokuskan kegiatannya untuk mengubah kesadaran masyarakat pada sampah. Tak hanya itu mereka juga berusaha membuka mata warga Bagoang bahwa pengelolaan sampah dapat menguntungkan dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang baik.

Kebiasaan buruk masyarakat dalam membuang sampah dan tidak adanya pengelolaan sistem sampah yang baik, membuat sampah berserakan sepanjang jalan di desa Bagoang. Hal ini yang kemudian harus dibenahi oleh para intelektual itu. Setelah dirunut, sampah itu kebanyakan bersumber dari rumah tangga yang sebenarnya mudah untuk dikelola.

Baca Juga:

Kurangi Pemakaian Plastik Kalau Kamu Peduli dengan Biota Laut

sampah
Bank sampah dapat membuat lingkungan lebih bersih dan sejahtera. (Foto: MP/Radmila)

Edukasi pada warga lokal sangatlah penting. Sampah tak hanya disingkirkan kemudian dilupakan. Namun dapat pula dijadikan sumber penghasilan bagi rumah tangga setempat. Untuk menumbuhkan kesadaran itu maka kelompok ini kemudian memberikan edukasi dan mengubah cara pandang warga lokal terhadap sampah. Tentunya dengan harapan bahwa lingkungan bersih dan indah ditambah dengan adanya pendapatan tambahan.

Dalam program pengelolaan sampah, mereka kemudian bekerjasama dengan dua desa, Desa Pangradin dan Setu yang sudah berhasil menjalankan program mengelola sampah di lingkungannya. Bahkan kedua desa tersebut berhasil membuat Kampung Ramah Lingkungan (KRL). Kehadiran bank sampah sangat diperlukan untuk menjadikan lingkungan bebas sampah. (*)


Baca Juga:

SDB, Teknologi Pintar Solusi Sampah Plastik di Indonesia

Tulisan dari Radmila untuk merahputih.com

#Sampah #Sampah Plastik #Sampah Rumah Tangga
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Pemprov DKI dan Banten akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir. Nantinya, sampah akan diolah menjadi listrik.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Berita Foto
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Warga melakukan sortir sampah botol plastik untuk daur ulang di Bank Sampah Persatuan, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Gerakan ini mewajibkan masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Indonesia
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Berita Foto
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Petugas memasukkan sampah sayuran limbah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 11 Mei 2026
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Indonesia
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
TPST Bantargebang, Bekasi, mulai Agustus 2026 hanya menerima sampah residu sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Mei 2026
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
Indonesia
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu mulai Agustus 2026. Warga diminta memilah sampah dari rumah.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
Indonesia
TPST Bantargebang Bakal Olah Sampah Jadi Energi, Ditargetkan Rampung 2028
TPST Bantargebang akan mengolah sampah menjadi energi. Program ini ditargetkan rampung pada 2028.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
TPST Bantargebang Bakal Olah Sampah Jadi Energi, Ditargetkan Rampung 2028
Indonesia
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Xi'an China adalah kota sejarah dan budaya seperti halnya di Solo yang juga memiliki banyak jejak peninggalan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Bagikan