Perludem: KPU Harus Keluarkan Status Kepada Parpol yang Ditolak
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Beberapa saat lalu, Komisi Pemilihan umum (KPU) menolak pendaftaran 13 Partai Politik (Parpol) sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Hal ini dikarenakan dokumen semua partai tersebut tidak lengkap.
Melihat hal tersebut, Direktur Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, berharap kepada KPU untuk mengeluarkan surat keputusan kepada 13 Parpol tersebut.
"Maka sudah sepantasnya dalam konteks tata kelola pemilu yang baik, KPU mengeluarkan berita acara atau surat keputusan yang berkaitan dengan status 13 parpol tersebut," katanya saat membahas Evaluasi hasil pendaftaran Parpol pemilu 2019 di D'Hotel, Jakarta Selatan, Minggu (22/10).
Berikut Ke-13 Parpol yang ditolak pendaftarnnya:
1. Partai Indonesia Kerja (Pika).
2. Partai Keadilan dan Persatuan Indpnesia (PKPI).
3. Partai Bhinneka Indonesia (PBI).
4. Partai Bulan Bintang (PBB).
5. Partai Partai Islam Damai Aman (Idaman).
6. PNI Marhaenisme.
7. Partai Pemersatu Bangsa (PPB).
8. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI).
9. Partai Rakyat.
10. Partai Reformasi.
11. Partai Republik Nusantara (Republikan).
12. Partai Suara Rakyat Indonesia (Parsindo).
13. Partai Republik.
(Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Parpol Wajib Tahu, Catat Titik-Titik Steril Atribut Politik di Jakarta!
Aturan Baru, Pemasangan Atribut Parpol di Ruang Publik Jakarta Maksimal 6 Hari
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
Kader Partai Lain Loncat Gabung PSI, Jokowi Melihat Masa Depan Cerah
Pramono Bakal Tindak Bendera Partai yang Ganggu Keindahan Kota, Pasukan Oranye Jadi Andalan