Peringati May Day, Gebrak Kerahkan 20 Ribu Massa Turun Ke Jalan

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Sabtu, 27 April 2019
Peringati May Day, Gebrak Kerahkan 20 Ribu Massa Turun Ke Jalan

Ketua Umum Konfederasi KASBI, Nining Elitos. (MP/Gomes Roberto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Konfederasi KASBI, Nining Elitos sekaligus Humas Gerakan Bersama Buruh (Gebrak) mengatakan akan menurunkan sebanyak 20 ribu massa dalam aksi May Day nanti.

"Dari Gebrak akan menerjunkan 20 ribu buruh untuk aksi di Hary mau day nanti," kata Nining Elitos, usai menggelar pertemuan dengan Kapolda Metro Jaya, di Gedung Utama Promoter Polda Metro Jaya, Jumat, (26/4) malam.

Aksi Buruh
Dokumentasi aksi buruh saat May Day. (MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Aksi yang bakal digelar pada tanggal (1/5) itu, lanjut Nining, lantaran prihatin dengan upah buruh yang dinilai tak layak. Dimana, upah buruh saat ini juga tak bisa memenuhi kebutuhan para buruh seperti sandang, pangan, dan papan.

Terkait dengan upah buruh ini, Presiden Joko Widodo pada tanggal 23 Oktober 2015 telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Dalam PP itu juga disebutkan bahwa, kebijakan pengupahan diarahkan untuk pencapaian penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi pekerja atau buruh.

"Penghasilan yang layak sebagaimana dimaksud merupakan jumlah penerimaan atau pendapatan Pekerja/Buruh dari hasil pekerjaannya sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup Pekerja atau Buruh dan keluarganya secara wajar," terang Nining.

Menurut Nining, ada pun beberapa tuntutan yang bakal disampaikan para buruh dalam aksi nanti antara lain pertama, pencabutan terhadap PP nomor 78 tahun 2015.

Kedua kata Nining, adalah bagaimana peningkatan kualitas kinerja pengawasan serta penghapusan sistem kerja kontrak assoursing.

"Juga menghentikan tindakan pemutusan hubungan pemutusan hubungan kerja semena-mena termasuk menerima lisensi aktivis buruh baik di di berbagai macam faktor khususnya dasar masuk grup," tegasnya.

Kendati demikian, dalam tuntutan aksi nanti, lanjut Nining, terkait dengan harga sembako atau harga kebutuhan pokok juga harus diturunkan. Sebab, rakyat saat ini telah dibebankan dengan harga sembako yang semakin hari semakin melambung harganya.

"Rakyat hari ini, terus dibebani dengan upah yang rendah dan kemudian terjadi kenaikan berbagai macam kebutuhan pokok itu," bebernya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, Ketua Kasbi sekaligus Humas Gebrak DKI Jakarta, Nining Elisto, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, dan Ketua DPP APINDO DkI Jakarta, Sollihin. (Gms)

Baca Juga: Aksi May Day Jangan Terjebak Isu Titipan Politik Kepentingan

#Buruh #May Day #Joko Widodo
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Lusa Buruh Geruduk Istana, Bawa 3 Isu Besar
Demonstrasi dipusatkan di Istana Negara dengan titik kumpul di Patung Kuda pukul 10.00 WIB, melibatkan ribuan buruh dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
Rabu Lusa Buruh Geruduk Istana, Bawa 3 Isu Besar
Indonesia
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh menggelar aksi demo menuntut kenaikan UMP DKI Jakarta 2026. KSPI menilai upah Rp 5,73 juta terlalu kecil dan tidak sesuai biaya hidup ibu kota.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Indonesia
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Ratusan buruh akan menggelar aksi serentak di Jakarta pada Kamis (15/1). Sejumlah tuntutan bakal dilayangkan, termasuk revisi UMP DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Indonesia
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Penetapan UMP DKI Jakarta 2026 sebesar Rp 5,73 juta ditolak buruh. Gubernur Pramono Anung menegaskan tidak akan memberi subsidi upah dari APBD.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
Gubernur Pramono Jawab Tuntutan Buruh soal Subsidi Upah Rp 200 Ribu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Beredar informasi yang menyebut Jokowi divonis bersalah oleh Hakim MK Anwar Usman karena telah melakukan pemalsuan ijazah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Indonesia
Aksi Tolak UMP Jakarta 2026 Terus Berlanjut, Gubernur DKI Pramono Anung: Nominal Diputuskan dari Aspirasi Buruh dan Pengusaha
Aksi buruh menolak UMP Jakarta 2026 Rp 5,72 juta terus berlanjut. Gubernur DKI Pramono Anung menjelaskan dasar penetapan sesuai PP Nomor 49 Tahun 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Desember 2025
Aksi Tolak UMP Jakarta 2026 Terus Berlanjut, Gubernur DKI Pramono Anung: Nominal Diputuskan dari Aspirasi Buruh dan Pengusaha
Indonesia
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Penetapan UMP Jakarta 2026 mendapat penolakan. Para buruh siap mengambil jalur hukum untuk menolak kebijakan tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
Berita Foto
Aksi Demo Buruh Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta Tahun 2026 Tak Sesuai KHL
Aksi massa buruh menggelar unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).
Didik Setiawan - Senin, 29 Desember 2025
Aksi Demo Buruh Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta Tahun 2026 Tak Sesuai KHL
Indonesia
Hari Ini Buruh Turun ke Jalan Protes Hasil Ketusan Upah Minimum
Kenaikan sebesar 6,17 persen yang ditetapkan saat ini telah habis tergerus oleh laju inflasi dan kenaikan harga barang pokok.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Desember 2025
Hari Ini Buruh Turun ke Jalan Protes Hasil Ketusan Upah Minimum
Indonesia
Buruh Gelar Aksi Protes Besaran UMP Jakarta 2026, Bawa 3 Tuntutan
"Adalah sebuah ketimpangan yang tidak masuk akal ketika UMP Jakarta justru lebih rendah dibandingkan UMK di daerah penyangga seperti Kota Bekasi yang berada di kisaran Rp5,99 juta."
Frengky Aruan - Senin, 29 Desember 2025
Buruh Gelar Aksi Protes Besaran UMP Jakarta 2026, Bawa 3 Tuntutan
Bagikan