Perempuan Vegetarian Lebih Berisiko Patah Tulang Pinggul
Vegetarian mungkin tidak mengonsumsi nutrisi yang cukup untuk kesehatan tulang dan otot. (freepik/freepik)
PEREMPUAN vegetarian lebih mungkin mengalami patah tulang pinggul di kemudian hari daripada mereka yang makan daging secara teratur. Demikian diungkap sebuah studi baru yang diterbitkan di BMC Medicine.
Para peneliti menyimpulkan vegetarian mungkin tidak mengonsumsi nutrisi yang cukup untuk kesehatan tulang dan otot yang tepat, yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang.
BACA JUGA:
“Pesan untuk vegetarian adalah jangan mengorbankan pola makanmu dengan alasan demi kesehatan dan pelestarian lingkungan, tetapi berhati-hatilah untuk merencanakan dengan baik dan jangan mengabaikan nutrisi yang kamu singkirkan akibat tidak makan daging atau ikan,” penulis utama studi dan peneliti James Webster dari Nutritional Epidemiology Group di University of Leeds, Inggris mengatakan kepada The Guardian.
“Kemungkinan, karena satu dan lain alasan, serta potensi akibat asupan nutrisi penting yang lebih rendah, vegetarian memiliki tulang yang lebih lemah dan massa otot yang lebih rendah. Kedua hal itu membuat orang rentan terhadap patah tulang pinggul,” katanya.
Webster dan rekan menganalisis catatan kesehatan dan pola makan lebih dari 26.000 perempuan antara usia 35-69 di Women’s Cohort Study di Inggris, yang diklasifikasikan sebagai pemakan daging biasa, pemakan daging sesekali, pescatarian atau vegetarian.
Seiring waktu, 822 perempuan atau 3 persen, mengalami patah tulang pinggul selama waktu tindak lanjut rata-rata 22 tahun. Vegetarian sepertiga kali lebih mungkin untuk patah pinggul daripada pemakan daging biasa. Tidak ada perbedaan untuk pescatarian atau pemakan daging sesekali.
BACA JUGA:
Sekitar 90 persen dari patah tulang pinggul terkait dengan jatuh, The Guardian melaporkan, yang cenderung lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua rentan dan memiliki tulang yang lebih rapuh. Pada gilirannya, patah tulang dapat menyebabkan lebih banyak kelemahan, jatuh, dan patah tulang.
Webster dan rekannya menduga bahwa vegetarian lebih cenderung kekurangan berat badan daripada pemakan daging, dan mereka mungkin memiliki lebih sedikit lemak, tulang yang lebih rentan, serta otot yang lebih lemah yang seharusnya melindungi ketika jatuh.
Webster menyarankan agar para vegetarian mempertimbangkan untuk makan sereal yang diperkaya dengan tambahan zat besi dan vitamin B12 untuk kesehatan tulang, serta mengonsumsi cukup protein melalui kacang-kacangan dan polong-polongan.
Para peneliti mengatakan bahwa penelitian di masa depan harus menyelidiki risiko patah tulang pinggul di antara laki-laki yang vegetarian, serta kelompok non-Eropa. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan vegetarian memiliki kesehatan tulang yang lebih buruk, rata-rata, jika dibandingkan dengan pemakan daging.(aru)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya