MerahPutih.com - Masalah persendian bahu dan lutut tidak bisa dihindari pria maupun perempuan. Namun, risiko terkena masalah kesehatan tersebut lebih besar dialami oleh perempuan.
Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Liauw Roger Leo, Sp.OT, Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi Klinik Utama DR. Indrajana. Ia mengungkapkan, ada satu faktor yang membuat risiko perempuan mengalami masalah tulang dan persendian menjadi lebih tinggi.
Baca Juga:
"Perempuan sepanjang hidupnya mengalami menopause," ujar Liauw, saat memperkenalkan metode artroskopi di Klinik Utama DR. Indrajana, Jakarta, Kamis (29/2).
Menurut Liauw, kondisi kesehatan lutut dan perempuan jadi rentan karena berkurangnya hormon estrogen pada tubuh. Perempuan yang kekurangan hormon estrogen akan mengalami sejumlah masalah kesehatan.
"Hormonal estrogen turun secara signifikan, lalu masalah mulai muncul, salah satunya tulang dan sendi," tambahnya.
Baca Juga:
Perempuan dan Laki-Laki Alami Gejala Serangan Jantung Berbeda
Saat menopause, lanjut Liauw, kesehatan tulang perempuan juga mengalami pengeroposan. Kondisi ini dapat mengurangi performa tulang dan bahu.
"Berat badan dan usia juga memengaruhi. Seberapa cepat menopause, kondisinya akan parah," tambah Liauw, mengenai kemungkinan keparahan kondisi bahu dan lutut yang berkaitan dengan menopause dini.
Sementara untuk pria, juga bisa mengalami hal serupa. Kondisi tersebut bernama andropause. Meski begitu, tak selalu pria mengalami risiko terkena masalah bahu dan lutut apabila telah memasuki tahap penuaan tersebut.
"Laki-laki bisa mengalami andropause, testosteronnya mengalami penurunan," tutupnya. (ikh)
Baca Juga: