Perempuan 22 Tahun Lompat Bunuh Diri dari Apartamen Laguna Tower Pluit
Ilustrasi mayat. Foto: ANT/IST/NET
MerahPutih.com - Aksi bunuh diri loncat dari apartemen kembali terjadi di Jakarta setelah bunuh diri satu keluarga di Apartemen Teluk Intan Tomas Tower Penjaringan Jakarta Utara pada pertengahan bulan lalu.
Kali ini seorang perempuan berinisial PT (22) melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari apartemen Lagina Tower A Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara kemarin sore.
Baca juga:
Anggota SAR Jayapura Gugur Saat Menolong Orang yang Mau Bunuh Diri
"Iya benar, dugaan kami itu aksi bunuh diri tapi masih melakukan penyelidikan kasus tersebut," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Hady Saputra Siagian di Jakarta, di Jakarta, dikutip dari Antara ditulis Selasa (26/3)
Hady mengatakan korban memang tinggal di apartemen tersebut. Dari keterangan keluarga, lanjut dia, korban ini mengurung diri di dalam kamar dan tidak keluar saat dipanggil untuk makan.
Keterangan saksi petugas keamanan mendengar suara benda terjatuh yang mengenai satu unit mobil yang sedang parkir sekitar pukul 17.00 WIB. Saksi langsung melapor kepada petugas kepolisian dan pihak keluarga.
"Kami masih dalami keterangan saksi-saksi dan barang bukti penyebab aksi tersebut," imbuh Kompol Hady.
Baca juga:
Polisi Olah TKP Lokasi Bunuh Diri Sekeluarga di Apartemen Teluk Intan
Kepolisian telah menurunkan tim identifikasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. "Korban juga meninggalkan sepucuk surat dalam bahasa Inggris," tandas perwira polisi dengan pangkat melati satu itu. (*)
*Depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.
Baca juga:
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas