Perang di Iran Bikin Camilan Tampil Hitam Putih

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
  Perang di Iran Bikin Camilan Tampil Hitam Putih

Calbee umumkan kemasan tanpa warna.(foto: calbee japan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — TAK akan ada lagi camilan warna-warni yang mewarnai rak toko. Perang di Iran telah menghilangkan warna-warni itu. Mengubahnya menjadi hitam putih. Setidaknya pada kemasan camilan asal Jepang, Calbee.

Raksasa makanan ringan asal Jepang ini mengumumkan mengganti kemasan beberapa produk terkenal mereka menjadi hitam putih untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan karena pasokan bahan yang digunakan untuk tinta terganggu akibat perang Iran.

Dalam pernyataan mereka di situs perusahaan, pihak Calbee mengatakan akan ada kemasan bergaya baru untuk 14 produk mereka, termasuk keripik kentang dan kerupuk udang. Kemasan hitam putih itu akan mulai muncul di toko-toko di Jepang mulai 25 Mei.

Langkah ini menjadi contoh terbaru bagaimana barang kebutuhan sehari-hari terdampak setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia memperingatkan bahwa gangguan pasokan untuk bahan seperti bahan bakar, plastik, dan helium telah mendorong kenaikan biaya bisnis mereka.

Calbee mengatakan perubahan desain tersebut merupakan respons terhadap ketidakstabilan pasokan yang memengaruhi bahan baku di tengah ketegangan yang berlangsung di Timur Tengah.

“Langkah ini dimaksudkan untuk membantu menjaga pasokan produk tetap stabil,” kata Calbee.

Baca juga:

Presiden AS Donald Trump Sebut Perang Iran Bisa Berakhir dalam 2 atau 3 Minggu


Harga minyak dan gas melonjak sejak konflik dimulai pada 28 Februari setelah pengiriman melalui Selat Hormuz terhenti. Pasokan nafta, produk sampingan dari proses penyulingan minyak yang digunakan dalam tinta dan plastik, juga terkena dampak besar.

Seperti dilansir BBC, harga nafta di Asia hampir dua kali lipat sejak konflik dimulai. Hal itu meningkatkan biaya bagi pelaku usaha di kawasan tersebut. “Sebelum perang, sekitar 40 persen kebutuhan nafta Jepang diimpor dari Timur Tengah,” kata Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Kei Sato, Selasa (12/5).

Ia menambahkan pemerintah sedang bekerja untuk menstabilkan dan mengatasi ketidakseimbangan pasokan serta hambatan distribusi.

Pada April, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan negaranya sedang memperluas sumber pasokan nafta dengan mencari lebih banyak pemasok di luar Timur Tengah, seperti Amerika Serikat. Negara-negara Asia terdampak sangat besar oleh gangguan pengiriman melalui Teluk karena mereka sangat bergantung pada Timur Tengah untuk energi dan produk turunan minyak lainnya.

Pada 1 Mei, produsen makanan Jepang Mizkan, yang memproduksi camilan kedelai fermentasi populer, menghentikan penjualan beberapa produk mereka dan menaikkan harga produk lain akibat kekurangan wadah polistirena. Sementara itu, produsen mobil seperti Toyota dan Hyundai mengatakan keuntungan mereka terdampak akibat kenaikan biaya bahan baku dan penurunan penjualan.

Di seluruh dunia, banyak maskapai penerbangan menghentikan sementara penerbangan dan mengandangkan sebagian pesawat mereka setelah harga bahan bakar jet melonjak akibat perang.

Pekan lalu, jaringan fesyen asal Inggris Next menaikkan harga hingga 8 persen di beberapa negara di luar Eropa akibat kenaikan harga bahan bakar dan gangguan rantai pasok global.(dwi)

Baca juga:

Biaya Kemasan Plastik Melonjak, Harga Minyak Goreng Terpicu Naik

#Kuliner #Perang Iran-Israel #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
BINTANG Arak Jeruk & Madu Perluas Kehadiran di Indonesia, Bikin Nongkrong Lebih Segar dan Seru
Sejak pertama kali diperkenalkan di Bali, BINTANG Arak Jeruk & Madu telah menarik perhatian konsumen.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
 BINTANG Arak Jeruk & Madu Perluas Kehadiran di Indonesia, Bikin Nongkrong Lebih Segar dan Seru
Fun
8 Jajanan Viral untuk Dicoba di Jakarta Fair Kemayoran 2026, dari Dubai Lava Cookies hingga Long Hotdakk
Jakarta Fair Kemayoran 2026 tak hanya menawarkan promo belanja, tetapi juga sederet kuliner viral yang ramai diburu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
8 Jajanan Viral untuk Dicoba di Jakarta Fair Kemayoran 2026, dari Dubai Lava Cookies hingga Long Hotdakk
Dunia
Hari Pertama Selat Hormuz Dibuka, Lalu Lintas Kapal Melintas Baru Sepertiga Normal
Volume perlintasan kapal saat ini baru mencerminkan hampir sepertiga dari lalu lintas normal Selat Hormuz pada masa damai
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Hari Pertama Selat Hormuz Dibuka, Lalu Lintas Kapal Melintas Baru Sepertiga Normal
Dunia
Akhirnya, Iran Izinkan Kembali Semua Kapal Dagang Bebas Melintasi Selat Hormuz
Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz untuk kapal dagang setelah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Akhirnya, Iran Izinkan Kembali Semua Kapal Dagang Bebas Melintasi Selat Hormuz
Dunia
Perundingan Teknis Dengan AS Gagal, Iran dan Oman Malah Bikin Komite Bersama Selat Hormuz
otoritas Iran menyatakan sedang mengembangkan mekanisme pelayaran di Selat Hormuz bersama Oman.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
Perundingan Teknis Dengan AS Gagal, Iran dan Oman Malah Bikin Komite Bersama Selat Hormuz
Dunia
Ketegangan Selat Hormuz Berakhir Happy Ending , Kapal Minyak Bebas Melenggang Usai AS-Iran Berdamai
Pemulihan jalur pelayaran Selat Hormuz terjadi pasca penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad secara elektronik oleh pemerintah Iran dan Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Ketegangan Selat Hormuz Berakhir Happy Ending , Kapal Minyak Bebas Melenggang Usai AS-Iran Berdamai
Dunia
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Pimpinan Pentagon memperingatkan bahwa mereka mungkin akan kehabisan dana operasional pada musim panas ini
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Fun
Jangan Lewatkan, Aktivitas Seru di Rumah Indofood Selama Jakarta Fair 2026
Tahun ini, Rumah Indofood hadir di Jakarta Fair dengan tema Semua Ada di Rumah Indofood.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
  Jangan Lewatkan, Aktivitas Seru di Rumah Indofood Selama Jakarta Fair 2026
Indonesia
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Penghentian konflik bersenjata jadi langkah penting untuk menjaga keamanan internasional dan mengurangi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Dunia
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, turun 4,8 persen menjadi USD 83,18 (sekitar Rp 1,36 juta) per barel.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
 AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Bagikan