Penyebab Bibir Pecah-Pecah dan Solusi untuk Mengatasinya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 07 Januari 2024
Penyebab Bibir Pecah-Pecah dan Solusi untuk Mengatasinya

Bibir kering dan pecah-pecah banyak dialami perempuan. (Foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAHKAH kamu bertanya-tanya, mengapa bibirmu dapat berubah dari halus menjadi sangat kering dalam hitungan jam? Ternyata ada beberapa alasan utama di balik masalah umum ini, ditambah dengan kebiasaan yang dapat memperburuknya.

Dokter kulit dan konsultan kecantikan Dr. Justin Kluk menjelaskan, bibir kita lebih tipis daripada bagian kulit lainnya, tidak memiliki lapisan pelindung yang membuatnya tetap terhidrasi dan melindungi dari kerusakan.

"Bibir kekurangan minyak alami seperti yang ada di area kulit lainnya, sehingga rentan terhadap kekeringan, yang diperburuk oleh cuaca dingin, kelembapan rendah, dan kebiasaan menjilat yang berlebihan," terang Kluk seperti dilansir laman Glamour Magazine.

Jadi, apa yang menyebabkan bibir pecah-pecah? Kluk menyebut bahwa dehidrasi adalah faktor utama, ditambah gesekan dari aktivitas sehari-hari seperti berbicara atau makan, terlebih ketika bibir sudah rentan.

Baca juga:

Begini Cara Mendapatkan Bibir Idaman tanpa Filler

Dehidrasi jadi faktor utama bibir pecah-pecah. (Foto: freepik/freepik)

Tapi apakah bibir pecah-pecah menandakan adanya infeksi? Belum tentu. Meski demikian, menurut Kluk, kondisi bibir pecah-pecah mampu meningkatkan risiko infeksi dengan membiarkan bakteri masuk.

Di sisi lain, makeup artist Rupert Kingston menyebut pemicu lain yang menyebabkan bibir pecah-pecah. Termasuk menjilat bibir, terpapar elemen yang keras, bahkan kekurangan vitamin.

"Air liur menguap membuat bibir menjadi lebih kering, sementara kekurangan vitamin, terutama B2, seng, dan zat besi, berkontribusi pada masalah ini," terang Kingston.

Kluk menyarankan untuk mencari saran medis jika gejalanya terus berlanjut, meskipun telah coba diatasi menggunakan pelembab. Kekeringan yang terus-menerus di sekitar sudut mulut dapat menandakan produksi ragi yang berlebihan atau infeksi yang membutuhkan antibiotik.

Lantas, bahan apa yang dapat membantu menyembuhkan bibir pecah-pecah? Disarankan untuk mencari produk perawatan bibir yang kaya akan minyak dan air. "Produk berbasis emolien dengan bahan penyembuh seperti minyak argan, shea butter, dan minyak jojoba sangat bagus," kata Kingston.

Baca juga:

Atasi Bibir Kering saat Hamil

Pilih lip balm dengan kandungan minyak argan, shea butter, dan minyak jojoba. (Foto: Pexels/Burst)

Adakah bahan-bahan yang harus dihindari? Tentu. Produk berbasis minyak bumi mungkin menawarkan penghalang sementara, tetapi tidak membantu penyembuhan. Mengutip laman My Cleven and Clinic, kamu perlu untuk menggunakan lip balm sebelum tidur, juga setelah makan dan minum. Jangan lupa untuk memilih lip balm dengan SPF 30 atau lebih tinggi setiap dua jam.

Bisakah kamu menggunakan scrub bibir? Bisa, namun kamu perlu berhati-hati karena pengelupasan kulit yang berlebihan dapat memperburuk kerusakan. Setelah bibir tidak terasa sakit, scrub yang lembut dapat membantu menghilangkan kulit kering.

Kembali ke pertanyaan besarnya, mengapa kondisi bibir pecah-pecah tak kunjung membaik? Dr. Kluk menyebut bahwa kebiasaan seperti menjilat bibir dapat menghambat penyembuhan. Selain itu, pola makan nan buruk dapat memperparah masalah ini.

Jadi, pencegahan adalah kuncinya. Lindungi bibir dengan pelembab SPF, tetap terhidrasi, dan perhatikan apa yang menyentuh bibir. Jika bibir pecah-pecah terus berlanjut, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi dan perawatan yang tepat. (nda)

Baca juga:

Tak Perlu Lip Balm, 5 Bahan Alami untuk Atasi Bibir Kering

#Kecantikan #Info Kecantikan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Lifestyle
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
MS Glow memiliki pabrik dan gudang utama di Malang. Setiap harinya, ribuan pengiriman diproses.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Mengintip Pabrik MS Glow di Malang, ini Sistem Produksi dan Distribusi di Baliknya
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan