Headline

Penumpang Gelap Dompleng Aksi Mahasiswa Ingin Gulingkan Pemerintahan Jokowi

Eddy FloEddy Flo - Senin, 30 September 2019
  Penumpang Gelap Dompleng Aksi Mahasiswa Ingin Gulingkan Pemerintahan Jokowi

Koordinator Formappi Lucius Karus sebut ada penumpang gelap dalam aksi mahasiswa (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Aksi mahasiswa dan pelajar yang berlangsung di sejumlah tempat selain di Gedung DPR, akhir-akhir ini disebut-sebut disusupi penumpang gelap.

Kelompok penunggang gelap ini mempunyai agenda ambil alih pemerintahan dan kontra pemegang kekuasaan serta membonceng dengan menyerukan penurunan Presiden Jokowi.

Baca Juga:

Polisi Pukul Mundur Pelajar dari Slipi ke Pejompongan

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengaku hal itu tidak bisa dielakkan bahwa ada gerbong penumpang gelap yang ingin memanfaatkan gerakan mahasiswa yang menyampaikan mengkritisi kinerja DPR dengan menolak RKHUP dan UU KPK untuk dijadikan momentum mengekspresikan misi mereka melengserkan Presiden Jokowi.

Koordinator Formappi Lucius Karus sebut ada penumpang gelap yang ingin gulingkan pemerintahan Jokowi
Peneliti Formappi Lucius Karus (MP/Kanu)

"Saya kira ini (penumpang gelap), sesuatu yang tidak bisa dielakkan. Gerakan mahasiswa ini dijadikan momentum bagi kelompok yang menunggu dan jadi momen tepat mengekspresikan misi mereka menggantikan Presiden Jokowi," ungkap Lucius, di Menteng, Senin (30/9).

Lebih lanjut, Lucius berharap banyaknya organisasi dan elemen menyuarakan suaranya kritisi kinerja DPR soal proses legislasi dan menginginkan pemberantasan korupsi lebih baik itu tidak ditunggangi oleh kepentingan lain.

"Paling penting adalah peran penegak hukum Kepolisian agar gerakan mahasiswa tidak dikacaukan oleh agenda-agenda kelompok penunggang gelap yang sifatnya merusak sistem presidensial," tuturnya.

Bagi dia, tidak ada alasan atau UU untuk menjatuhkan Presiden Jokowi. Sebab, kata dia, saat ini keadaan dalam keadaan baik-baik saja hanya bermasalah pada kebijakan yang kini di kontrol oleh mahasiswa.

"Itu koridor demokrasi mengontrol mengoreksi dan jika kemudian teriakannya mengimpeacht itu adalah penunggang gelap dan mesti diproses Kepolisian dan meminta pertanggung jawaban mereka. Teriakan dijalanan itu (turunkan Jokowi) saya rasa tidak tepat," sebutnya.

Baca Juga:

Sejumlah Terduga Perusuh Bentrokan di Stasiun Palmerah Ditangkap

Perihal aksi yang dilakukan pelajar, Lucius menyarankan agar diberikan pendidikan yang tepat untuk memberikan kesadaran bagaimana menyampaikan aspirasi dalam mengontrol kebijakan pemerintah.

Lucius juga berpesan agar penyelesaian Papua yang saat ini juga sedang disorot agar menggunakan dialog dengan hati.

"Cari waktu yang tepat untuk berdialog untuk selesaikan masalah ini," pungkasnya.(Knu)

Baca Juga:

Kerusuhan di Gatot Subroto, Massa Lempari Polisi dengan Batu

#Aksi Unjuk Rasa #Demo Mahasiswa #Demo Rusuh #Lucius Karus #Formappi
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Ribuan Buruh Datangi DPR hingga Monas Hari Ini, Tuntut Penghapusan Outsourcing
Ribuan buruh menggelar aksi di DPR RI dan Monas jelang May Day 2026. Simak tuntutan KSPI dan potensi dampak lalu lintasnya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
Ribuan Buruh Datangi DPR hingga Monas Hari Ini, Tuntut Penghapusan Outsourcing
Indonesia
Formappi Kritik Kebijakan Hemat DPR, Dinilai tak Berdampak pada Ekonomi
Formappi mengkritik kebijakan hemat DPR. Hal itu dinilai tak berdampak pada ekonomi.
Soffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
Formappi Kritik Kebijakan Hemat DPR, Dinilai tak Berdampak pada Ekonomi
Indonesia
Viral Pria Maki Polisi, UI Bantah Pria Berjas Almamater Kuning Sebagai Mahasiswanya
Dari hasil penelusuran lebih lanjut pada sistem pendataan resmi, diketahui bahwa individu tersebut berstatus sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi lain.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Viral Pria Maki Polisi, UI Bantah Pria Berjas Almamater Kuning Sebagai Mahasiswanya
Dunia
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Sayangnya, pemadaman internet selama hampir empat hari yang diberlakukan otoritas Iran membuat sangat sulit untuk memverifikasi laporan secara independen.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Indonesia
Formappi Tagih KPK Tahan Dua Anggota DPR dalam Kasus CSR BI-OJK
Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi CSR Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dwi Astarini - Senin, 29 Desember 2025
Formappi Tagih KPK Tahan Dua Anggota DPR dalam Kasus CSR BI-OJK
Indonesia
Simulasi Baru Polri Dinilai Jadi Langkah Positif Transformasi Penanganan Unjuk Rasa
Koalisi Masyarakat Sipil menilai simulasi baru Polri dalam penanganan unjuk rasa yang berbasis pelayanan sebagai langkah positif menuju reformasi kepolisian yang lebih humanis dan sesuai prinsip HAM.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 November 2025
Simulasi Baru Polri Dinilai Jadi Langkah Positif Transformasi Penanganan Unjuk Rasa
Indonesia
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Polri tidak ingin tergesa-gesa dalam menetapkan regulasi baru yang akan diterapkan secara nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 November 2025
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Indonesia
Formappi Soroti Putusan Sahroni dkk, Tuding MKD Cuma Lindungi Sesama Anggota DPR
Formappi mempertanyakan fokus sidang MKD bergeser pada isu hoaks, bukan pada pelanggaran etika
Wisnu Cipto - Kamis, 06 November 2025
Formappi Soroti Putusan Sahroni dkk, Tuding MKD Cuma Lindungi Sesama Anggota DPR
Indonesia
Polda Metro Segera Paparkan Temuan 2 Mayat Hangus Terbakar di Gedung ACC Kwitang
Seperti diketahui, Kwitang menjadi salah satu titik demonstrasi yang berung rusuh pada akhir agustus 2025. Di kabarkan beberapa orang sempat hilang dalam demo tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 November 2025
Polda Metro Segera Paparkan Temuan 2 Mayat Hangus Terbakar di Gedung ACC Kwitang
Indonesia
Desak Polisi Usut Tuntas Temuan 2 Kerangka Manusia di Kwitang secara Profesional, DPR: Jangan Sampai Menimbulkan Banyak Spekulasi
Penemuan 2 kerangka manusia diduga berkaitan dengan peristiwa kebakaran gedung saat demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025 lalu.
Frengky Aruan - Senin, 03 November 2025
Desak Polisi Usut Tuntas Temuan 2 Kerangka Manusia di Kwitang secara Profesional, DPR: Jangan Sampai Menimbulkan Banyak Spekulasi
Bagikan