Pentingnya Vitamin E Buat Kurangi Komedo dan Jerawat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Maret 2024
Pentingnya Vitamin E Buat Kurangi Komedo dan Jerawat

Ketahui masalah pada organ vital melalui peta jerawat. (:Foto: Pixabay/Mohamed Hassan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kulit sehat adalah idaman semua orang, terutama perempuan. Vitamin E memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit namun penting untuk memperhatikan kadar vitamin E yang dikonsumsi agar tidak berdampak negatif pada kulit. Kadar minyak yang cukup membantu menjaga kelembapan dan kadar air di dalam kulit, mencegahnya menjadi kering dan pecah-pecah.

Kepala Dokter sekaligus Co Founder Privee Clinic Almod Wibowo mengungkapkan, manfaat vitamin E adalah menjaga kelembapan kulit.

Baca juga:

Cara Menghindari Jerawat Dengan Lebih Efektif

"Kalau makanan yang bisa menjaga kesehatan kulit itu yang mengandung vitamin E, tapi kalau terlalu banyak vitamin E juga akan memberikan efek yang kita kurang suka. Vitamin E bisa menjaga kelembapan kulit dengan cara menaikan kadar minyak dikulit,” katanya dikutip Antara di Jakarta, Minggu (24/3).

Ia memaparkan, jika kulit wajah terlalu banyak kadar minyak dapat menyebabkan komedo dan jerawat yang lebih mudah muncul. Oleh karena itu, penting untuk mengatur kadar vitamin E yang dikonsumsi agar tetap seimbang.

Salah satu cara untuk mengatur konsumsi vitamin E adalah melalui makanan. Makanan yang mengandung vitamin E seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak sayuran dapat menjadi pilihan yang baik.

Namun, lanjut ia, sulit untuk mengontrol kadar vitamin E yang tepat melalui makanan, karena setiap orang memiliki pola makan yang berbeda.

Alternatif lain dengan mengkonsumsi suplemen dengan vitamin E, karena melalui suplemen, dosis vitamin E dapat diatur sesuai kebutuhan.

"sehingga lebih mudah untuk menjaga keseimbangan kadar minyak di kulit. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin E untuk memastikan dosis yang tepat dan aman bagi tubuh," katanya.

Ia menegaskan, jika bicara soal makanan, tentu akan susah mengatur kadar vitamin E. Sehingga, lebih baik dikonsumsi dalam bentuk suplemen.

"Karena lebih bisa diatur dosisnya, kapan kebanyakan dan kekurangan. Kalau melalui makanan tidak bisa diatur orang mau makannya apa aja," katanya. (*)

Baca juga:

Letak Jerawat Bisa Menunjukkan Masalah Kesehatan

#Kulit Sehat #Jerawat #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan