Pentingnya untuk Cukupi Cairan Tubuh Sebelum Mudik
Seorang pemudik sedang berjalan menuju bus angkutan mudik di Terminal Poris Plawad. (ANTARA/HO-Dinkes Kota Tangerang)
MerahPutih.com - Mudik saat berpuasa membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Salah satu kiat yang bisa dilakukan ialah mencukupi cairan tubuh dengan minum air putih.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Provinsi Banten mengimbau agar masyarakat yang ingin mudik memastikan kebutuhan minum air putih tercukupi saat sahur dan berbuka.
Baca juga:
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni di Tangerang, Rabu, (3/4) mengatakan tubuh membutuhkan 1,5 sampai 2,5 liter atau setara dengan 6-8 gelas setiap harinya.
"Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih, guna mencegah dehidrasi selama perjalanan jauh. Penuhi kebutuhan air saat sahur dan berbuka," kata dr Dini, seperti dilansir Antara.
Baca juga:
Pemudik yang Melintas di Tol Kalikangkung Jateng Diprediksi Meningkat
Dini juga menyarankan agar pemudik mempersiapkan stamina sedini mungkin agar pas hari keberangkatan tubuh prima. Pemudik juga bisa memperbanyak asupan vitamin C dan Zinc agar daya tahan tubuh kuat.
Selain itu, pemudik juga harus memenuhi waktu tidur yang disarankan pakar kesehatan sebelum keberangkatan.
"Jangan pula menyetir saat mengantuk, pastikan cukup waktu tidur selama 7-8 jam selama beberapa hari sebelum melakukan perjalanan jauh," ujarnya. (ikh)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta