Pengusaha Indonesia Waspadai Kebijakan Proteksionisme Trump Saat Kembali Jadi Presiden AS

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Januari 2025
Pengusaha Indonesia Waspadai Kebijakan Proteksionisme Trump Saat Kembali Jadi Presiden AS

Presiden terpilih AS, Donald Trump, divonis bersalah atas kasus 'Hush Money' yang melibatkan bintang film dewasa. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Donald Trump akan dilantik sebagai Presiden AS ke-47 pada 20 Januari 2025 di mana isu tarif dagang akan diterapkan AS encuat ke publik saat kepemimpinan Trump nanti.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung langkah pemerintah untuk melobi penurunan tarif dagang dengan AS.

Namun, Ketua Apindo Shinta Kamdani menilai sebelum melakukan negosiasi, pemerintah perlu dengan cermat memahami arah kebijakan dagang Trump saat menjabat nanti, terutama dampaknya terhadap China.

"Tapi saya rasa kita perlu lihat dulu ini bagaimana kebijakan Trump, terutama dengan China ya, dengan China yang kelihatannya akan dikenakan tarif yang tinggi. Nah karena Indonesia kita juga punya surplus, apakah kita juga terimbas juga nih? Ini kita mesti menjadi perhatian kita," ujar Shinta.

Baca juga:

Imbas Perang Dagang Amerika dan Tingkok, Ekspor Produk Kayu Ringan Indonesia Meningkat

Shinta mengakui, ke depannya, para pengusaha Indonesia memang perlu untuk mewaspadai kebijakan proteksionisme Trump.

Ia menegaskan, penerapan tarif impor AS yang tinggi bukan pertama kali dialami Indonesia. Indonesia sebelumnya juga pernah melobi Pemerintah AS untuk keringanan tarif beberapa produk khusus asal Indonesia.

"Jadi sebelumnya di era Presiden Trump sebelumnya kita sudah mulai menegosiasikan, misalnya seperti Limited Trade Deal. Pada waktu itu kan tujuannya juga untuk special tarif juga ya, untuk produk tertentu, kita pernah ngomong GSP (Generalized System of Preferences) dan lain-lain," jelasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia bakal berupaya mengajukan penurunan tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS) melalui kerja sama bilateral antara kedua negara.

"Kita sedang meminta supaya akan ada kerja sama ekonomi secara bilateral, supaya tarifnya kita turunkan," kata Airlangga. (*)

#Perang Dagang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Perang Dagang Panas! Kanada Hantam Produk AS Pakai Tarif Balasan
Perang dagang Kanada vs AS memanas! Kanada resmi memberlakukan tarif balasan hingga 50% untuk produk Amerika senilai Rp310 triliun. Intip rincian dan dampaknya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 September 2026
Perang Dagang Panas! Kanada Hantam Produk AS Pakai Tarif Balasan
Indonesia
Tarif Global 10% Berakhir, AS Incar Tarif Dagang Baru 12,5% ke 60 Negara
Amerika Serikat akan memberlakukan tarif baru hingga 12,5% terhadap barang dari 60 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Tarif Global 10% Berakhir, AS Incar Tarif Dagang Baru 12,5% ke 60 Negara
Dunia
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Pemerintah China mengecam AS yang memasukkan Alibaba, BYD, dan Baidu ke daftar hitam Pentagon sebagai perusahaan pendukung militer. Daftar kini mencakup 188 entitas.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Dunia
Trump Ultimatum Uni Eropa, Ancam Tarif Dagang Naik Lagi 4 Juli!
Presiden AS Donald Trump beri tenggat hingga 4 Juli bagi Uni Eropa untuk memenuhi komitmen dagang.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Trump Ultimatum Uni Eropa, Ancam Tarif Dagang Naik Lagi 4 Juli!
Indonesia
DPR Endus Bahaya Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Industri Halal Nasional Berpotensi Gulung Tikar Massal
Hidayat memaparkan bahwa keunggulan produk kosmetik dan farmasi halal Indonesia akan tergerus oleh serbuan produk serupa dari Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Jumat, 27 Februari 2026
DPR Endus Bahaya Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Industri Halal Nasional Berpotensi Gulung Tikar Massal
Indonesia
Nasib UMKM Diprediksi Bakal Meroket Usai Indonesia-AS Sepakati Tarif Dagang
Sektor alas kaki menjadi salah satu primadona yang diprediksi akan meroket berkat kesepakatan ini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Februari 2026
Nasib UMKM Diprediksi Bakal Meroket Usai Indonesia-AS Sepakati Tarif Dagang
Dunia
Tensi Panas Perang Tarif Dagang AS dengan Eropa Demi Rebut Greenland
Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari AS, dengan alasan wilayah itu strategis bagi keamanan nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Tensi Panas Perang Tarif Dagang AS dengan Eropa Demi Rebut Greenland
Dunia
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Indonesia
Indonesia Tepis Kabar Perundingan Tarif dengan AS Terancam Batal, Sebut Cuma Dinamika
Media Asing The Financial Times melaporkan kesepakatan dagang antara RI-AS yang disepakati pertengahan tahun 2025 berada di ujung tanduk.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Desember 2025
Indonesia Tepis Kabar Perundingan Tarif dengan AS Terancam Batal, Sebut Cuma Dinamika
Indonesia
Prabowo Yakinkan Perundingan Tarif Ekspor Nol Persen Dengan AS Masih Berlangsung
Komoditas yang diusulkan untuk mendapatkan tarif nol persen serupa dengan yang diterapkan Malaysia, seperti produk sawit, kakao, karet, dan sejumlah komoditas lainnya yang tidak diproduksi di Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 November 2025
Prabowo Yakinkan Perundingan Tarif Ekspor Nol Persen Dengan AS Masih Berlangsung
Bagikan