MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman tarif terhadap Uni Eropa. Orang nomor satu di Gedung Putih itu memberi tenggat hingga 4 Juli agar Uni Eropa memenuhi komitmen dalam kesepakatan dagang, atau Washington akan mengenakan tarif yang “jauh lebih tinggi.”
Trump mengklaim telah melakukan percakapan luar biasa dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Menurut dia, Uni Eropa sempat berjanji memangkas tarif menjadi nol sesuai kesepakatan dagang di Turnberry, Skotlandia.
Baca juga:
Imbas Serangan ke Iran, Gerakan Rakyat Desak Pembatalan Perjanjian Tarif Trump
Ikuti Perjanjian Tarif Trump, RUU Ketenagakerjaan Bakal Masukan PKWT dan Alih Daya
“Saya setuju untuk memberinya waktu hingga ulang tahun ke-250 negara kami atau, sayangnya, tarif mereka akan langsung melonjak ke tingkat yang jauh lebih tinggi,” tulis Trump memberikan ultimatum di Truth Social, dikutip Jumat (8/5).
Reaksi Kubu Uni Eropa
Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, Bernd Lange, sebelumnya mengatakan bahwa perjanjian dagang bilateral AS-Uni Eropa diperkirakan rampung dalam dua pekan mendatang.
Namun dilansir Antara, Parlemen Eropa sempat membekukan ratifikasi perjanjian pada Januari setelah Trump mengancam tarif terhadap sekutu yang menentang posisinya terkait Greenland.
Baca juga:
Sudah Deal, Rusia Janji Tetap Kirim Minyak ke RI di Tengah Sanksi Uni Eropa
Ancaman Tarif Mobil
Pada 1 Mei lalu, Trump mengumumkan rencana tarif 25 persen untuk mobil dan truk impor dari Uni Eropa. Alasannya, blok tersebut dianggap gagal memenuhi komitmen perdagangan dengan AS. Ancaman terbaru ini menambah tekanan terhadap hubungan dagang transatlantik yang sudah lama tegang di antara mereka. (*)