Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Tensi Panas Perang Tarif Dagang AS dengan Eropa Demi Rebut Greenland

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Tensi Panas Perang Tarif Dagang AS dengan Eropa Demi Rebut Greenland

Denmark tegaskan nasib Greenland ada di tangan rakyatnya.(foto: pexels-mikhail-nilov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tensi politik luar negeri antara Amerika Serikat dan Negara Negara Eropa meningkat setelah rencana Presiden Amerika Serikat mengambil alih Greenland yang merupakan koloni Denmark hingga 1953 dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark meski telah memperoleh otonomi pada 2009.

Akibat perebutan ini, Trump mengancam peningkatan tarif ekspor terhadap barang-barang yang dikirim Eropa ke Amerika.

Menteri Luar Negeri Belanda David van Weel mengatakan ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif pada beberapa negara Eropa terkait Greenland sebagai pemerasan.

"Sekutu tidak memperlakukan satu sama lain seperti ini, Apa yang terjadi adalah pemerasan. Dan itu tidak perlu, karena tidak membantu memperkuat aliansi. Itu juga tidak berkontribusi pada keamanan Greenland," kata van Weel kepada stasiun televisi NPO 1.

Baca juga:

Prabowo Subianto Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tenang dan Mampu Bertahan dari Gempuran Perang Dagang

Weel menambahkan, ia sangat terkejut dengan eskalasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah pertemuan antara AS, Denmark, dan Greenland pada 14 Januari.

"Denmark mengajukan permintaan: 'Bergabunglah dengan kami, beberapa negara lagi, untuk menunjukkan kepada AS bahwa kami menanggapi masalah keamanan dengan serius.' Niatnya positif, tetapi kemudian justru dihukum karena itu,” kata van Weel.

Pernyataan Weel menanggapi pengumuman Trump pada Sabtu yang akan memberlakukan tarif 10 persen terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda dan Finlandia pada Februari yang kemudian akan meningkat menjadi 25 persen dan tetap berlaku hingga AS dapat membeli Greenland.

Pada 17 Januari, Menteri Pertahanan Belanda Ruben Brekelmans mengatakan bahwa Belanda akan mengirimkan bukan satu tetapi dua perwira ke Greenland untuk melakukan misi pengintaian bersama dengan sekutu NATO demi keamanan wilayah tersebut.

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa Greenland harus menjadi bagian dari AS, dengan alasan wilayah itu strategis bagi keamanan nasional.

Namun, otoritas Denmark dan Greenland menolaknya dan memperingatkan AS agar tidak merebut pulau itu, seraya menekankan untuk menghormati integritas teritorial bersama mereka.

Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat menyatakan akan mengajukan rancangan undang-undang untuk menghentikan rencana Presiden Donald Trump memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara Eropa, di tengah memanasnya ketegangan terkait wacana pembelian Greenland.

Langkah itu disampaikan Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer pada Sabtu, sebagai respons atas kebijakan yang dinilai berisiko memperburuk ekonomi dan hubungan transatlantik.

“Tarif ceroboh Donald Trump sudah menaikkan harga dan merusak perekonomian kita, dan sekarang ia justru memperburuk keadaan,” kata Schumer dalam sebuah pernyataan.

#Greenland #Perang Dagang #Tarif Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Pemerintah China mengecam AS yang memasukkan Alibaba, BYD, dan Baidu ke daftar hitam Pentagon sebagai perusahaan pendukung militer. Daftar kini mencakup 188 entitas.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
BYD hingga Alibaba Masuk 188 Perusahaan Daftar Hitam Pentagon, China Murka
Indonesia
Diduga Terapkan Praktik Kerja Paksa, Indonesia Bakal Dikenakan Tarif Tambahan Ekspor ke AS
Pemerintah akan menindaklanjuti proses yang telah disiapkan USTR, termasuk penyampaian tanggapan tertulis (written comment)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Diduga Terapkan Praktik Kerja Paksa, Indonesia Bakal Dikenakan Tarif Tambahan Ekspor ke AS
Indonesia
Perjanjian Dagang Indonesia-Amerika Hanya Atur Tata Kelola Aliran Data Terkait Perdagangan Digital
Berdasarkan perjanjian dagang itu, Indonesia diminta untuk memberi kepastian mengenai transfer data pribadi ke AS dengan mengakui bahwa AS memiliki standar perlindungan yang setara.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Perjanjian Dagang Indonesia-Amerika Hanya Atur Tata Kelola Aliran Data Terkait Perdagangan Digital
Dunia
Trump Ultimatum Uni Eropa, Ancam Tarif Dagang Naik Lagi 4 Juli!
Presiden AS Donald Trump beri tenggat hingga 4 Juli bagi Uni Eropa untuk memenuhi komitmen dagang.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Mei 2026
Trump Ultimatum Uni Eropa, Ancam Tarif Dagang Naik Lagi 4 Juli!
Indonesia
Lama Ditinggalkan, AS Akan Kembali Tempatkan Pasukan di Pangkalan Militer Greenland
Negosiasi tersebut mencakup lokasi yang pernah digunakan sebagai pangkalan AS selama Perang Dunia II dan Perang Dingin,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
Lama Ditinggalkan, AS Akan Kembali Tempatkan Pasukan di Pangkalan Militer Greenland
Indonesia
DPR Endus Bahaya Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Industri Halal Nasional Berpotensi Gulung Tikar Massal
Hidayat memaparkan bahwa keunggulan produk kosmetik dan farmasi halal Indonesia akan tergerus oleh serbuan produk serupa dari Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Jumat, 27 Februari 2026
DPR Endus Bahaya Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Industri Halal Nasional Berpotensi Gulung Tikar Massal
Indonesia
Nasib UMKM Diprediksi Bakal Meroket Usai Indonesia-AS Sepakati Tarif Dagang
Sektor alas kaki menjadi salah satu primadona yang diprediksi akan meroket berkat kesepakatan ini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Februari 2026
Nasib UMKM Diprediksi Bakal Meroket Usai Indonesia-AS Sepakati Tarif Dagang
Indonesia
Celios Sebut Tarif Trump Dibatalkan, Indonesia tak Perlu Ratifikasi ART
dasar utama perjanjian itu yakni ancaman tarif resiprokal AS yang kini sudah tidak berlaku. Pemerintah dinilai tidak perlu melanjutkan proses ratifikasi.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Celios Sebut Tarif Trump Dibatalkan, Indonesia tak Perlu Ratifikasi ART
Indonesia
Vietnam Dapat Tarif 0 Persen Bagi Produk Manufaktur dari AS, Indonesia Masih Barang Mentah
Indonesia mendapatkan 1.819 pos tarif produk Indonesia yang kini mendapatkan fasilitas pembebasan tarif hingga 0 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 20 Februari 2026
Vietnam Dapat Tarif 0 Persen Bagi Produk Manufaktur dari AS, Indonesia Masih Barang Mentah
Indonesia
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump
Tren melemah terjadi sejak Agustus 2025, diperburuk oleh penurunan harga komoditas utama seperti batu bara.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
Ekspor Indonesia Tertekan Tarif Trump
Bagikan